Playboy Penakluk Hati

Playboy Penakluk Hati
eps13( Ketampanan yang tak berarti )


__ADS_3

Pagi harinya, seperti biasa Calya melakukan ritual paginya seperti mandi, membersihkan semua area rumah, dan memasak sarapan paginya dan ibunya. Kebetulan sekali hari ini adalah hari libur dan ia berniat pergi bekerja ketempat tante Mirna.


"Pagi bu..." Sapa Calya pada Maya sambil menyiapkan sarapan.


"Pagi nak... uhuk...uhuk" Akhir-akhir ini Maya sering sekali batuk, Calya sangat khawatir dengan itu.


"Bu... apa sebaiknya kita pergi kedokter saja?" tanyanya.


"Tidak Usah, uhuk... uhuk... ibu baik-baik saja ini cuman batuk biasa, uhuk... Nanti juga sembuh" jawab Maya disambung dengan senyuman agar anaknya itu tidak mengkhawatirkan nya.


"Tapi bu, batuk ibu semakin parah aku tidak mau nanti semakin buruk" ujar Calya sedih.


"Calya mohon bu... kali ini saja" lanjutnya dengan memohon.


"Hmm, baiklah terserah kau saja nak " jawab Maya yang pasrah dengan permohonan Calya.


" Yasudah abis Al pulang bekerja, kita langsung kedokter ya bu..."


Mendengar hal itu, Maya terkejut.


"Apa!? bekerja? maksud kamu bagaimana? " tanya penasaran Maya yang terlihat agak syok.


"Ah iya... Al lupa kasih tau ibu kalau Al bekerja paruh waktu di tempat tante Mirna, tante dari Cindy"


"Tapi kamu kan masih sekolah sayang, bagaimana nanti dengan belajar kamu." ujar Maya dengan sendu.


"Ibu tenang saja, Al pasti bisa membagi waktu antara belajar dan bekerja "


"Sayang... Maafkan ibu ya nak, ibu tidak bisa membahagiakan kamu dan ibu hanya merepotkan dirimu saja." lirih Maya sembari sedikit menundukan kepalanya dan mengusapkan setiap air mata kesedihannya.


Melihat ibunya menangis, Calya pun menghampiri ibunya dan langsung memeluknya sambil ikut menangis juga.


"Tidak ibu... Ibu tidak salah... Bahkan ibu selalu membuat Al bahagia... Ini sudah kewajiban Al bu, Al berjanji akan selalu membahagiakan ibu" ucap Calya sembari mengusapkan air mata ibunya.


"Terima Kasih nak... Terima kasih"


"Ibu tidak perlu berterima kasih, tetapi sebaliknya... yang berterima kasih itu Al. Al sangat berterima kasih sama ibu dan Alm. Ayah."


" iya nak, yasudah cepatlah habiskan sarapanmu takutnya terlambat " ucap Maya sambil melepaskan pelukannya.


" iya bu "


Mereka pun menyelesaikan sarapannya, setelah itu Calya bersiap-siap untuk pergi bekerja.


"Bu, Al pamit yah "

__ADS_1


"Iya nak, berhati-hati lah dijalan"


"Iya bu..."


Calya pun melangkahkan kakinya menuju pekarangan rumah mengambil motor, lalu ia berangkat menggunakan motornya ketempat bekerjanya.


Tak selang beberapa lama menempuh perjalanan, Calya pun sampai.


"Selamat pagi bu Mirna " Salam Calya pada Mirna


"Eh Calya... kamu sudah datang rupanya"


"Iya bu Mirna... oh iya bu Mirna, apa yang saya kerjakan hari ini?" tanya nya


"Tidak usah terlalu formal begitu, kamu juga jangan panggil ibu... panggil aja tante Mirna seperti Cindy dan hari ini kamu cukup melayani para pengunjung saja" jawab mirna


"Baiklah tante, Terimakasih..." Calya pun segera mengerjakan pekerjaan yg tadi disuruh oeh Mirna.


..........................


Di satu sisi, Rey sedang berolahraga ditempat pribadinya ia sudah terbiasa dengan kegiatan itu. setiap hari libur, ia sempatkan harinya untuk berolahraga tak heran jika badannya begitu bugar dan banyak dikagumi oleh para kaum hawa.


Setelah kegiatannya itu telah selesai, ia beristirahat. Di sela-sela istirahatnya, tiba-tiba telponnya berdering.


Tring... Tring... Tring...


"Hallo Rey, lo lagi dimana?" ucap Bagas disebrang telpon.


"Gue dirumah, ada apa?"


"Gue mau ajak lo Hangout di tempat biasa kita nongkrong... gue ajak Rangga juga, lo kesini yah"


"Ok gue kesana" jawab Rey.


"Tapi Rey lo..."


Tut... Tuut... Tut...


Baru saja Bagas ingin melanjutkan bicaranya, tetapi telpon itu langsung dimatikan oleh Rey.


"Eh buset... ni orang, baru juga gue mau ngomong main dimatiin aja" keluh kesal Bagas.


Rey bersiap-siap, lalu ia segera berangkat ketempat tujuannya. Kenapa Rey tidak berpamitan dengan kedua orang tuanya? karena papah Rey sedang mengurus perusahaan nya sedangkan ibunya tidak ada dirumah ia pergi ke Australia karena nenek dari Rey sedang sakit.


Setelah sampai di sebuah cafe tersebut, Rey langsung menuju ke tempat teman-temannya berada.

__ADS_1


"Hei bro apa kabar?" sapa Rangga.


"kabar gue baik " jawabnya


"Rey, mana pacar lo!? tumben, biasanya lo kalau Hangout sama kita selalu bawa cewek disamping lo" sela Bagas yang sedang duduk bersama pacar nya.


Sebenarnya Bagas juga seorang playboy sama seperti Rey, bisa dibilang mereka sebelas dua belas. Sama-sama playboy cap 'Gentong'.


"Lagi males gue "


"Ahh bisa aja lo, oh ya... Gimana pendekatan lo sama si Calya? ada peningkatan?" tanya Bagas.


"Siapa Calya?" Tanya Rangga yang pada saat itu, ia tak tahu perihal Calya.


"Cewek incaran si Rey, tapi yang bikin gue heran cewek itu selalu menolak si Rey hahaha" Jawab Bagas yang dilanjutkan dengan tawanya.


"Benarkah!? kejadian yang sangat langka. berarti ketampanan lo gak berarti Rey buat tu cewek, apa jangan-jangan muka lo ini sebenarnya jelek yah hahaha" ejek Rangga.


BUUKK...


Mendengar perkataan dari Rangga seketika itu, Rey menoyorkan kepala Rangga.


"Enak aja lo kalau ngomong, eh denger yah kalau gue jelek gak mungkin semua cewek-cewek itu ngejar-ngejar gue... Banyak cewek-cewek yang ngagumin ketampanan gue. Si Calya nya aja matanya katarak gak bisa liat ketampanan gue " kesal Rey.


HAACHHIIMM


"Aduh... kenapa gue tiba-tiba bersin yah!? mungkin kena debu kali" ucap Calya yang sembari membersihkan meja-meja.


"Pffhhh hahaha... Bener juga kata lo Rey, banyak cewek-cewek yang ngejar-ngejar karena lo tampan. tapi cuman satu cewek yang gak tertarik sama lo, berarti ketampanan lo gak berarti sama sekali..." ucap Rangga yang selalu saja menggoda Rey tanpa henti.


"Lo liat aja nanti, sebentar lagi kucing gue bakal luluh sama gue" jawab Rey sembari menampilkan senyumannya, sambil mengingat-ingat kejadian sewaktu malam.


"Wahh beneran lo!?" tanya Bagas yang langsung teralihkan mendengar ucapan Rey, yang tadinya tak menghiraukan candaan mereka karena terlalu fokus dengan kekasihnya.


"Liat aja nanti" jawab Rey yang masih mengingat-ingat kejadian semalam itu.


"Gue jadi penasaran sama yang namanya Calya itu..." lirih Rangga.


Mereka pun mengobrol dengan asik, yang sesekali saling mengejek satu sama lain tapi itu membuat mereka bertiga semakin dekat dan akrab tak jarang mereka selalu berantem, tetapi itu hanya candaan saja bagi mereka.


Rey, Bagas, dan juga Rangga mereka merupakan sahabat sedari kecil, orang tua mereka ialah para kolegan pebisnis besar yang saling bekerja sama.


Rangga umurnya dua tahun lebih tua dari Bagas dan Rey, ia saat ini sedang mengurus perusahaan milik keluarganya terutama tempat bar miliknya itu yang sering mereka kunjungi.


Rangga berniat ingin kuliah, tetapi ia harus menunggu Rey dan Bagas lulus SMA.

__ADS_1


ia ingin bersama dengan mereka karena ia tak mempunyai teman selain Rey dan Bagas begitu pun mereka berdua. jadi, mereka sudah sepakat ingin kuliah bersama.


__ADS_2