
Sudah satu minggu Calya tidak bertemu dengan Rey setelah kejadian di belakang sekolah itu.
Calya sangat bingung dibuatnya, tetapi dia heran padahal seharusnya dia bersyukur karena tidak ada gangguan dari Rey lagi.
Calya merasa 'hampa' didalam hatinya tetapi ia tidak tahu apa itu!?
" DOORR" Cindy mengagetkan Calya yang sedang terbengong.
"Eh copot copot... ahhhh Cindy lo bikin gue kaget aja sih" Calya langsung memanyunkan bibirnya.
"Lo sih pagi-pagi udah bengong kayak gitu, kalo lo kerusupan(kesurupan) setan terus yang ruqiahin lo siapa? gue sih ogah yah" canda Cindy.
PLETAK
Calya dengan spontan memukul bahu Cindy.
"kalo ngomong dijaga Cin, enak aja lo katain gue kesurupan" elak Calya.
"Lagian lo sih bengong pagi-pagi, apa jangan-jangan lo mikirin kak Rey lagi yang tumben-tumben nya gak gangguin lo lagi selama satu minggu ini? selidik Cindy.
"A.. Apaan sih lo, gak ada kerjaan banget gue mikirin si cunguk itu hiihh"
"pffttff hahaha, lo lucu Al liat deh muka lo merah gitu haha"
"udah ah gue mau keluar"
Calya pun langsung keluar kelas dan berniat untuk menuju ke taman sekolah.
"Ehhh jangan ngambek dongg bebbb" Teriak Cindy kepada Calya.
Tetapi Calya tidak menghiraukan sahabatnya itu, dia tetap melangkah.
"Huhh sebel banget sih sama si Cindy, ngapain coba bahas-bahas tu si cucunguk. Kan gue jadi bad mood gini" gumam Calya sambil duduk di kursi taman sekolah.
Tak selang beberapa lama Suara dari speaker sekolah berbunyi pertanda akan menginformasikan sesuatu.
"Perhatian!! untuk semua siswa-siswi SMAN NUSA BANGSA saya menginformasikan bahwa besok malam akan di adakan pesta untuk penyambutan hari ulang tahun sekolah yg ke-25 tahun, Dimohon untuk partisipasinya dan hari ini kalian dipulangkan karena akan ada rapat antar guru terima kasih"
Seketika semua murid bersorak karena senang.
"Yeayyy Al besok akan ada pesta" ujar Cindy sambil memeluk Calya karena saking senangnya.
"Yaelah Cin biasa aja kali gak usah berlebihan"
"Al, acara kayak gini tuh jarang-jarang tau gimana gak seneng coba, pasti nanti banyak makanan gratis waahhh gue udah ngebayangin deh"
"makanan aje lo yang dipikirin, yaudah yuk pulang" ajak Calya pada Cindy.
"ooh iya Al, lo udah punya gaun yang mau lo pake nanti buat pesta?"tanya Cindy
"Emmm belum"
"gimana kita ke mall buat cari gaun"
"Nggak ah gue mana ada uang buat beli gaun Cin, lagian gue niatnya mau pake gaun yang waktu itu pernah gue pake pas pernikahan om gue"
"yahh yaudah deh gue balik dulu yah bye Al"
__ADS_1
"Ehh tunggu-tunggu Cin" Cindy yang hendak melangkah langsung di cegah oleh Calya.
"Ada apa Al?"
"Emm lo punya kenalan siapa gitu yg punya perusahaan atau punya kios-kios gitu?" tanya Calya.
"Emang kenapa Al lo ngomong kayak gitu?"
" ya gue mau kerja sampingan aja gitu cin, supaya gue ada pemasukan lo tau kan kondisi gue gimana apalagi sekarang ibu gue lagi sakit" lirih sedih Calya.
"Yaampun Al, yang sabar ya gue jadi ikut sedih huhuhu" Cindy pun langsung memeluk Calya.
"iya Cin gue bingung sekarang" Calya membalas pelukan Cindy dan melepasnya
"oh iya Al, gue punya tante dari manado terus dia buka usaha nasi uduk gitu Al, mau coba lamar kerja disana? kan semoga aja tante Mirna nerima lamaran lo Al"
"Wahh benarkah? makasih banyak cin gue mauu lo emang sahabat gue yang paling baik"
calya langsung memeluk Cindy kembali dengan perasaan senang dan bersyukurnya.
"Yaudah yok balikk"
"Iya nanti gue ambil motor gue dulu"
"ok, gue duluan yah Al bye"
"Bye"
Sesampainya di parkiran Calya langsung melajukan motornya. Tetapi saat di tengah perjalanan tiba-tiba motornya mogok.
"Gimana nih aduh gue bingung lagi"
Ketika Calya sedang kebingungan, tiba-tiba sebuah mobil mendekati Calya dan orang yang ada didalam mobil itu pun menurunkan kaca mobilnya.
"Hai Calya kita ketemu lagi" sapa orang itu
Calya sangat terkejut melihat orang yamg sedang menyapanya itu.
"Adit?" ya orang yang tadi menyapanya itu Aditya yg kebetulan lewat.
"Iya ini aku Adit, ada apa dengan motor mu?" tanya Adit dan langsung turun menghampiri Calya.
"Ini motor ku mogok"
"Coba aku periksa" ujar Adit
"Hah? emang kamu bisa?" tanya Calya.
"Nggk juga sih hehe" canda Adit sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu.
"yee dikira bisa"
"Yaudah mending kamu ikut pulang bareng sama aku"
"terus motor aku gimana?"
"Nanti aku telpon suruhan aku supaya bawa motor kamu ke bengkel"
__ADS_1
"hmm tapi kan ini ngerepotin kamu Dit"
" Tenang aja nggk ko' ayo"
"hmm"
Calya menaiki mobil Adit.
Ya, sebenarnya Adit atau Aditya itu dia seumuran dengan Calya, hanya saja mereka berbeda sekolah.
Di perjalanan hanya keheningan yang ada, tanpa ada obrolan apapun. Hingga tibalah Adit sampai dirumah Calya yg sempat Calya tunjukan padanya.
"Makasih ya Dit maaf ngerepotin"
" iya sama-sama... eh iya Al kamu berasal dari sekolah Nusa Bangsa kan?"
" iya, memang kenapa?"
"Tidak apa-apa aku hanya bertanya... ya sudah aku duluan yah"
"iya..."
Sesampainya di dalam rumah, Calya pun terkejut dengan suara pecahan yang berasal dari kamar ibunya itu, Calya segera berlari kekamar Maya sang ibu.
"IBUU!?"
Calya sangat terkejut ketika dia melihat banyak sekali pecahan gelas berserakan dilantai dan yg paling parahnya maya terkulai di atas pecahan gelas itu. Calya segera membantu ibunya dengan hati-hati dan dia sangat khawatir.
"Ibu tetap disini Al ambilkan obat buat luka ibu dulu" Calya mengambil kotak obat dan langsung mengobati ibunya dengan khawatir.
"Ibu apa yg terjadi? kenapa bisa begini?" tanya Calya khawatir.
"Ibu tadi hanya mengambil minum di meja dan karena ibu tidak hati-hati jadi seperti ini... maafkan ibu karena ibu telah membuat mu khawatir nak" lirih Maya.
" Ibu tak perlu minta maaf, ini salah Al yg tidak bisa menjaga ibu dengan baik hiks..." Calya pun menangis dan langsung memeluk Maya.
"Kamu tidak salah sayang, sudahlah jangan menangis" ucap maya sambil mengusap air mata Calya
"Baiklah mulai besok, nanti Calya akan meminta bu Imah menjaga ibu agar tidak terjadi seperti ini lagi"
" sayang itu berlebihan, itu tidak perlu ibu bisa menjaga diri sendiri tentang masalah tadi itu hanya kecelakaan kecil saja... kamu tidak usah khawatir yh" ucap Maya sambil mengelus pucuk kepala Calya
"iya bu, tapi jika kecelakaan ini terulang lagi Al akan benar-benar mengajak bu Imah agar merawat ibu tanpa penolakan" Tegas Calya.
"sejak kapan anakku jadi Cerewet seperti ini hah!!" Canda Maya
"Ibuu... Al serius" Calya mengerucutkan bibirnya karena kesal dengan sang ibu
"hahaha baiklah-baiklah terserah kau saja... sudah sana kekamar mu dan bersih² badan kamu bau asem"
"enak aja ibu katain Al bau asem, wangi gini" ujar Calya sambil mengendus-endus kan hidungnya ke badannya itu.
"haha ibu bercanda"
"iyasudah Al kekamar bye ibu ku sayang muachhh" Calya mengecup pipi ibunya dan langsung beranjak ke kamarnya.
"Anak ini" hela Maya
__ADS_1