Playboy Penakluk Hati

Playboy Penakluk Hati
eps22 ( Ancaman )


__ADS_3

Di dalam mobil, semua orang terlihat gembira-ria saling ber canda dengan diiringi alunan musik dangdut yang disetel dari radio bus yang suasana semakin meriah. Tetapi tidak bagi Calya, ia terlihat cemberut sedari tadi. Bagaimana tidak cemberut!? disisi nya lah orang yang merebut rasa bahagia nya.


Calya sebenarnya canggung dengan adanya Rey duduk disisi nya. Ia sengaja mengalihkan rasa canggung nya dengan menyibukan diri dengan memain-mainkan handphone.


Melihat Calya yang sedari tadi hanya sibuk dengan handphone nya itu, Rey langsung menarik handphone Calya.


"Ih... apa-apaan sih lo!! kembaliin handphone gue!!" ucap Calya yang berusaha mengambil handphone nya dari genggaman Rey.


Rey mengangkat handphone Calya kesampingnya, sehingga Calya tidak bisa menggapai nya. Tetapi Calya tidak menyerah begitu saja, ia tetap berusaha untuk mengambil handphone nya itu.


"Kak Rey!!! kembaliin handphone gue!!!"


Rey tetap saja kekeh tidak mau mengembalikan handphone Calya. Ketika Calya berusaha mengambil handphone itu, dengan sepontan tubuh Calya menempel dengan tubuh Rey. Bahkan jika dilihat mereka seperti berpelukan.


Rey menyadari hal itu, ia mencium aroma tubuh Calya yang membuat hidungnya terasa nyaman dan bahkan ia bisa melihat wajah Calya dengan sangat jelas. Sungguh cantik pikirnya saat itu juga. Rey tak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia langsung merangkul pinggang Calya agar dirinya lebih dekat lagi dengannya dan memeluk nya sangat erat.


Calya baru menyadari hal itu. Ia sedikit terkejut dengan tingkah Rey segera ia menepis tangan Rey dengan keras. Dan langsung mengambil handphone nya di genggaman Rey.


"Lo apa-apaan sih!! Gak lucu tau gak..." geram Calya yang sangat kesal dengan tingkah Rey.


"Siapa yang ngelawak, dikatain lucu. Gue cuman mau lo jangan keseringan liat handphone."


"Terserah gue dong"


"Ngeyel lo kalo di omongin" ucap Rey yang hanya dibalas Calya dengan memutar bola matanya dengan jengah mendengar perkataan Rey.


.......................


Setelah menempuh jarak sekitar 2 jam di perjalanan, akhirnya mereka telah sampai ke tempat perkemahan. mereka pun segera menuruni mobil dan berkumpul terlebih dahulu sebelum mendirikan tenda.


"Baiklah semuanya sebelum kita mendirikan tenda disini, Saya sarankan untuk berhati-hati saat berbicara dan jangan banyak tingkah. Jaga juga kebersihan lingkungan kalian supaya alam kita tetap bersih.... Silahkan kalian dirikan tenda kalian dengan masing-masing kelompok yang sudah ditentukan. kalian juga setelah mendirikan tenda bisa beristirahat terlebih dahulu, setelah itu kalian harus berkumpul kembali. Apa kalian paham?" Jelas salah satu osis pemandu.


"Siap Paham" serentak semua orang.


Semua orang pun sibuk dengan mendirikan tendanya masing-masing. Dan untungnya, Calya dan Cindy satu kelompok sehingga mereka satu tenda.

__ADS_1


"Ahh Al, gue seneng banget bisa se-kelompok sama lo" girang Cindy yang sudah mendirikan tenda.


"Iya Cin, gue juga seneng. Untung nama lo huruf pertama nya sama kayak gue..." jawab Calya yang sama senang nya dengan Cindy.


"Al, Cin, kalian udah beres?" ujar Adit yang menghampiri mereka berdua.


"Seperti yang lo liat" jawab Calya, yang dibalas anggukan oleh Adit


"Kalian udah pada makan siang?" tanya Adit


"Belum" Serempak Calya dan Cindy.


"Yuk, kita makan siang bareng-bareng. Gue uda laper nih" ucap Adit yang sambil memegang perutnya yang lapar.


"Iya bener, gue juga udah laper banget nih" Lanjut Cindy.


"Eh tapi kan gue gak bawa bekel dari rumah. Gue gak sempet"


"Lo tenang aja, makan kita udah di sediain ko' dari sekolah. jadi, kalo kita mau makan pagi, siang dan malam kita tinggal minta ke bagian konsumsi aja." jelas Cindy


mendengar ucapan Cindy, mata Clara berbinar-binar. Karena mendapatkan makanan gratis ucapnya.


"Iya, yaudah yuk" ajak Adit


Mereka bertiga pun menghampiri bagian konsumsi mengambil kotak makan siang. Mereka memilih memakan makanan siangnya di bawa pohon yang terlihat sangat sejuk.


" Serasa makan di restoran gue!!" ucap Calya yang sudah menyelesaikan makanannya begitu juga denga Cindy dan Adit.


"Widiw... berlebihan lo Al. Enakan juga masakan ma' gue daripada nasi kotak ini" balas Cindy.


"Ye... lo mah. Kalo itu beda lagi ceritanya... yang pasti enak masakan rumah"


" Pinter banget sih kalo nge jawab.... anak siapa sih kamu..." Gemes Cindy pada Calya


"Anak ma' gue" balas Calya yang di seling oleh tawaan mereka.

__ADS_1


Melihat percakapan mereka berdua, Adit hanya menggelengkan kepalanya saja. Sungguh pertemanan yang sangat harmonis pikirnya ketika melihat Calya dan Cindy.


Disela-sela perbincangan mereka bertiga, tiba-tiba saja Rey menghampiri mereka.


"Ekhem... sedang apa kalian disini. Cepat berkumpul di lapangan depan" perintahnya. Dengan cepat, mereka bangun dari duduk nya dan segera berkumpul dengan yang lain.


Ketika Calya ingin melangkah mengikuti Cindy dan Adit, tiba-tiba saja tangannya di cekal oleh Rey. Calya pun memberhentikan langkahnya dan mengalihkan pada Rey.


"Ada apa?" tanya Calya dengan bingung


"Jangan dekat-dekat dengan pria itu" ucapnya yang masih menggenggam tangan Calya.


"Apa maksud lo" Calya semakin bingung dengan tingkah Rey. Dan ia pun segera melepaskan gengaman tangannya dari Rey.


"Ya... lo pokoknya jangan dekat-dekat sama pria tadi yang sama lo dan Cindy" ucap nya kembali yang saat ini sedikit gugup.


"Maksud lo Adit? kenapa, kan gak ada hubungannya juga sama lo. Udah lah gue mau kumpul nih, nanti kena hukuman lagi." ujar Calya yang hendak segera pergi tetapi langsung di tarik kembali oleh Rey.


"Apa-apaan sih lo!! gak jelas banget. Lepasin tangan gue!!" berontak Calya.


Dengan itu, Rey mendorongnya ke pohon sehingga Calya tak bisa apa-apa karena tangan Rey menghimpitnya. Sontak saja itu membuat Calya gugup sekaligus takut.


"L...lo... mau ngapain sih" gugup Calya yang saat ini sedang seperti menahan napasnya.


"Denger gue baik-baik. Lo, harus jauhi si kutu kupret itu gue gak mau liat lo deket sama dia... Apalagi menjalin hubungan. Kalo sampai itu terjadi, lo akan tau akibatnya" tegas Rey yang masih menghimpit Calya


Mendengar ucapan Rey, Calya sedikit bingung dibuatnya. Dan ia juga sangat gugup dan takut, tetapi ia menyembunyikan ke gugupan nya dan ketakutan nya itu di hadaapn Rey.


"Kalo gue gak mau gimana?"


Rey mendekatkan dirinya ke arah Calya dan membisikan sesuatu padanya.


"Lo akan melihat kehancuran pria itu di depan mata lo sendiri. Dan untuk lo, lo gak akan pernah lari dari genggaman gue. Lo milik gue dan selamanya seperti itu." lirihnya ketelinga Calya.


Calya membulatkan matanya dengan sempurna ketika mendengar ancaman dari Rey. Setelah mengatakan itu, Rey pun segera membalikan badan dan pergi meninggalkan Calya yang masih terlihat terkejut.

__ADS_1


"Apa maksud perkataan dari kak Rey?" gumamnya


"Ah... mungkin dia hanya bercanda buat nakut-nakutin gue doang kali." Calya tidak mengambil pusing perkataan Rey yang lebih tepatnya sebuah ancaman untuknya. Dan Calya pun segera menyusul ke depan untuk bergabung bersama teman-teman nya.


__ADS_2