
Setelah Calya sampai dirumahnya, ia segera bersiap-siap untuk pergi kepesta sekolahnya itu.
"Nah ini dia gaunnya, Emm... Masih bagus kok" Ujar Calya sembari mencoba gaun yang hendak dipakainya nanti malam.
Tok... Tok... Tok...
Suara ketukan pintu berbunyi, ketika itu Maya masuk dan menanyakan sesuatu pada Calya.
"Sayang kamu sedang apa?" ucapnya sambil menghampiri Calya yang sedang mencoba sebuah gaun.
"Eh ibu, Al lupa kasih tau ibu kalau nanti malam ada acara pesta disekolah Al bu..."
"oh... Dan kenapa kamu pakai gaun yang sudah lama ini nak?"
"Hehe tidak apa-apa buk, walaupun sudah lama ini masih bagus kok" Calya menampilkan senyumnya kepada Maya.
"Dan kenapa ibu tidak istirahat saja dikamar, kan ibu masih sakit" lanjutnya.
"Ibu tadi ingin pergi kedapur untuk mengambil minum, lalu ibu melihat kamu disini sedang mencoba-coba baju"
"Oh... Tapi ini masih terlihat bagus kan bu?" tanya Calya.
"Bagus saja jika putri ibu yang cantik ini memakainya" canda Maya melihat kearah putrinya dengan senyum.
"Ahh ibu... Al serius nih..." cemberut Calya sambil memajukan bibirnya.
"ibu juga serius sayang"
"benarkah? uhh aku sayang ibu..." Calya pun langsung memeluk Maya.
"ibu juga" Maya membalas pelukannya.
"jam berapa kamu ke pesta nak? "
"Jam 7 bu"
"Coba kamu lihat jam dinding itu, inikan sudah jam set7 sayang" ucap Maya sembari menunjukan jam dinding yang berada di kamar Calya.
"Ahh astaga Al lupa bu... Bagaimana ini!??" Calya sangat terkejut melihat arah jarum jam yang sudah menunjukan pukul set7 malam.
"Yasudah kamu cepat ganti bajumu dan biar ibu mendandani kamu" ujar Maya.
"Iya bu, Al ganti baju dulu" Calya pun dengan cepat masuk kekamar mandi dengan tergesa-gesa.
Maya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah anak semata wayangnya itu
"Duh anak ini... kebiasaan sekali"
Setelah memakai pakainnya Calya langsung menghampiri Maya dan Maya dengan telaten mendandani Calya.
"Wah ternyata anak ibu tambah cantik" ujar Maya yang telah selesai mendandani Calya
__ADS_1
"Iya dong, anak siapa dulu hehehe" kekehnya
(Potret Calya memakai gaun yang digunakannya untuk ke pesta )
Tak selang beberapa menit, terdengar Suara klakson mobil.
Tin... Tin...
"Nah itu pasti Cindy, Al pamit dulu ya bu" pamit Calya menyalami Maya.
"iya sayang hati-hati yah"
" iya bu"
Calya pun langsung menghampiri Cindy yang sedang menunggunya di mobil.
" Hai Cin"
"Lama banget sih lo Al... Gue mau jamuran nih nungguin lo" kesal Cindy berada didalam mobil.
"Iya-iya maaf deh" ucap Calya sambil mendudukan dirinya di kursi penumpang, sedangkan Cindy berada didepan bersama kekasihnya.
"Iya gue maafin mumpung mood gue lagi bagus, tapi... Ini bener lo kan Al?"
"Bukan, ini rohnya... ya jelas lah ini gue"
"Sumpah deh, lo cantik banget Al "
"Apakah kita akan tetap disini saja?" seketika mereka berdua pun berhenti bercanda karena ada sesosok pria yg melerai mereka berdua.
Ya, itu pacar Cindy Tio namanya mereka baru saja berpacaran. Sebenarnya Tio adalah tetangganya Cindy yg belum genap satu bulan dia pindah, Rumahnya bertepatan disebelah rumah Cindy. Jadi Tio dan Cindy sering bertemu dan mereka saling jatuh cinta, maka pada akhirnya mereka memutuskan untuk berpacaran.
" Eh, hehehe maaf sayang aku lupa ada kamu" cengir Cindy.
"Ekhem... Ekhem" Dehem Calya yang memberi kode pada Cindy
" Ah iya, sayang kenalkan ini sahabatku"
" Tio" Tio mengulurkan tangannya.
" Calya" ucapnya yang membalas uluran Tio.
Tio pun segera melajukan mobilnya ketempat tujuan. mereka saling berbincang-bincang didalam mobil agar suasana lebih ramai
"Cin apakah boleh memangnya membawa orang luar ke pesta?" tanya Calya.
"ya boleh lah Al" jawab Cindy.
"Oh " ucap calya singkat.
__ADS_1
"Apakah ini sahabat kamu yang pernah diceritakan waktu itu?"
"Hah? lo cerita apaan ke dia tentang gue"
"Gu..." belum sempat Cindy berbicara, Tio langsung memotongnya
"Katanya lo gak pernah pacaran, dan lo juga beberapa kali nolak cowok yang populer disekolah"
"Ahh Cindy!!!! lo ngapain sih gibahin gue ke pacar lo..." sahut Calya dengan geram.
"Hehehe... Al sorry gue gak bermaksud buat gibahin lo kok, tapi gue cuman ngomong faktanya doang bener deh Suwer" Cengir Cindy.
"sama aja Cindy!!"
"iya deh, gue minta maaf yah"
"Haish, oke gue maafin tapi jangan di ulangi lagi"
"siap boss" ucap Cindy sambil memeragakan hormat pada Calya yang layaknya seperti hormat pada komandannya. Melihat Calya dan Cindy Tio hanya terkekeh dibuatnya.
setelah beberapa lama mereka pun sampai.
dan saat mereka keluar dari mobil, mereka menjadi pusat perhatian semua orang terutama Calya. Semua kaum laki-laki melihatnya kagum atas kecantikannya, tetapi lain halnya dengan para wanita mereka sangat iri dengan Calya.
Calya yang menyadari tatapan semua orang itu, ia hanya menundukan kepalanya saja ia terlihat sangat canggung dibuatnya.
"Al liat deh, semua orang pada liatin lo" tanya Cindy yang sedang menggandeng tangan Tio.
"Iya gue juga tau, tapi gue agak risih Cin... yaudah deh gue mau langsung kedalam aja yah" ucap Calya sambil melangkahkan kakinya.
"Eh tunggu Al, Lo gak mau bareng apa sama kita" ujar Cindy.
"Mending gue sendirian, dari pada gue jadi kambing conge... Liat aja noh sampe gandeng-gandengan tangan segala ckk" tunjuk Calya menggunakan matanya yang menuju ke tangan Cindy dan Tio yang saling bergandengan.
"Hehehe... iya juga sih"
"Yaudah ah gue masuk dulu"
Calya pun langsung melangkahkan kakinya menuju kedalam pesta.
Baru beberapa langkah Calya melangkah, tiba-tiba suasana menjadi riuh karena kedatangan seseorang. Calya pun membalikan badannya, ia tak sempat melihat siapa yg datang karena semua orang saat itu riuh tak karuan.
Disaat pandangannya mulai terlihat, ia terkejut melihat seorang laki-laki tampan turun dari mobil sambil menggandeng seorang perempuan cantik.
Ya, seorang laki-laki itu tak lain dan tak bukan ialah Rey Mahendra Saputra yang sedang menggandeng seorang wanita cantik nan elegan.
.
.
.
__ADS_1
.
Kira-Kira siapa yah wanita yang bersama Rey!?🤔