Playboy Penakluk Hati

Playboy Penakluk Hati
eps11 ( Pesta )


__ADS_3

Baru beberapa langkah Calya melangkah, tiba-tiba suasana menjadi riuh karena kedatangan seseorang. Calya pun membalikan badannya. Ia tak sempat melihat siapa yang datang karena semua orang saat itu riuh tak karuan.


Disaat pandangannya mulai terlihat, ia terkejut melihat seorang laki-laki tampan turun dari mobil sambil menggandeng seorang perempuan cantik.


Seorang laki-laki itu tak lain dan tak bukan ialah Rey Mahendra Saputra yang sedang menggandeng seorang wanita cantik nan elegan.


 


...----------------...


Saat Rey keluar dari mobil dan menggandeng seorang wanita cantik, mereka pun menjadi pusat perhatian semua orang.


Banyak sekali yg takjub melihat mereka yang begitu serasinya.


Lain hal nya dengan Calya ia awalnya terkejut, tetapi sesudahnya ia terlihat biasa-biasa saja.


lalu ia segera kedalam melanjutkan langkahnya yg sempat ia tertunda tadi.


Calya berjalan menyusuri ruangan setiap langkah, 'membosankan' itu satu kata yang berada di benaknya sekarang. Tentu saja bosan, Calya hanya seorang diri saja sedangkan teman-temannya yang lain membawa pasangannya masing-masing.


Tak selang beberapa lama suara dari speaker pun berbunyi pertanda acara segera dimulai.


"Selamat malam semuanya" ucap MC acara tersebut.


"Malam" seru semua orang.


"Terima kasih para hadirin yg telah berpartisipasi dalam acara ini, mari kita mulai saja acaranya... acara pertama kita akan adakan sebuah Dansa sebagai pembuka... Musikk" ucap MC lagi yang langsung memutarkan musik.


Musik yang bernuansa romantis pun dinyalakan, semua orang terlihat bahagia bersama pasangannya masing-masing.


Tetapi tidak dengan Calya ia malah semakin cemberut dibuatnya karena ia hanya seorang diri saja.


"Huh gini yah nasib jomblo, kasian" lirih Calya dengan kesal.


Calya hanya menonton saja melihat pasangan-pasangan yang sedang berdansa. ketika matanya terfokus ke salah satu pasangan itu, ia sangat heran dengan hatinya mengapa hatinya terasa sedikit sakit melihatnya.


Ya, yang Calya lihat itu Rey dan wanita tadi ia gandeng.


"Kenapa hati gue agak sakit yah ketika gue liat kak Rey sama wanita itu" Gumamnya.


"Ah mending gue pergi aja deh dari sini" lalu Calya melangkahkan kakinya meninggalkan area dansa itu dan ia duduk di kursi taman seorang diri.


"Ahhh ibuu Al mau pulang" keluh Calya.


"Apa gue pulang aja yah!?, bosen banget disini" Tanya nya dalam hati sambil menompa ng kepalanya dengan tangan.


Ketika Calya sedang bergumam seorang diri, tiba-tiba seseorang medatanginya.


"Ekhem... Ekhem..." deheman orang tersebut sambil mendudukan dirinya disamping Calya.


sontak saja calya terkejut dengan itu.


"Kak REY!?"


Calya sangat terkejut sekaligus heran dengan kedatangan Rey, yang membuat Calya heran mengapa Rey bisa berada disini!? bukankah Rey berada di arena dansa dengan wanitanya? Calya sangat bingung dibuatnya.


Karena tak percaya dengan apa yang dilihatnya Calya pun mengusap-usap matanya supaya penglihatannya jelas. Tetapi itu sama saja, yang dilihatnya benar-benar Rey.


"Ngapain sih loh segitunya banget liatin gue. Kenapa!? malam ini gue tampan yah?" ujar Rey sambil menyombongkan dirinya.


"A... Apaan sih lo" jawab Calya yang terbata-bata karena ia masih sedikit belum sadar dengan bengongnya tadi.


"Halah... Ngaku aja deh lo, lo terpanakan dengan ketampanan gue ini hmm" ucap Pede Rey sambil menatap lekat Calya sehingga membuatnya tambah gugup dengan itu.


Jujur saja menurut Calya, Rey sangat tampan malam ini. Tetapi ia tak mau mengatakannya karena ia terlalu gengsi.


"Kepedean banget sih lo jadi orang... udah mending lo sana jauh-jauh dari gue dan bukannya tadi lo lagi sama cewek lo!?" ucap Calya dengan kesal sembari mengalihkan pandangannya kearah lain.


"Kenapa? lo cemburu? hmm" jawab Rey sambil membalikan badan Calya.


"Ng... ngapain ju... juga gue cemburu sama lo! apa hubungannya sama gue" Gugup Calya sambil menepis tangan Rey yang tadi berada di pundaknya.


"Kalo lo gak cemburu... kenapa lo ngomongnya gugup gitu?" tanya Rey yang membalikan kembali badan Calya setelahnya Rey memegang kedua pipi Calya.


Sontak saja itu membuat Calya semakin gugup dibuatnya.


"Mengapa jantungku semakin berdetak gini yh? oh jantung bekerjasama lah... jangan membuatku menjadi gugup seperti ini dihadapan kak Rey" Gumamnya dalam hati.

__ADS_1


"kenapa jantung gue deg-deg an gini!? apa gue sakit jantung? tapi, kalau diliat- liat semakin dekat begini kenapa Calya sangat cantik sekali?" lirih Rey dalam hati.


Ketika itu tak tau ada angin apa, tiba-tiba Rey mendekatkan wajahnya ke arah Calya. Rey terfokus dengan bibir merah Calya, sontak saja Calya terkejut tetapi anehnya Calya hanya diam saja dan hanya memejamkan matanya.


Ketika Rey beberapa centi lagi mendekati bibir Calya tiba-tiba...


"REEYYY " Teriak seorang wanita yang langsung menghampiri mereka.


Rey dan Calya sangat terkejut mereka pun langsung memundurkan badannya dan langsung berdiri.


Mereka membalik kan badannya kearah suara tersebut, tiba-tiba saja seorang wanita itu memeluk Rey.


"Apa-apaan sih lo!" Ucap Rey sambil mendorong wanita itu.


"Rey, kamu kemana aja sih dari tadi aku cariin gak ketemu-temu dan kamu malah berduaan disini sama cewek ini?" ujar wanita itu sambil menunjuk-nunjuk Calya.


Calya menjadi risih ketika ditunjuk-tunjuk oleh wanita itu, sehingga ia merasa seperti seorang pelakor yg sedang dimarahi oleh istri dari laki-laki yang ia rebut.


Lalu Cahya pun memilih untuk tidak campur dan langsung ingin meninggalkan mereka, tetapi ketika ia hendak melangkah tiba-tiba saja tangannya dicegah oleh Rey sehingga ia menghentikan langkahnya.


"Ini Pacar gue!!" Ucap spontan Rey yamg langsung memeluk pinggang Calya.


ketika mendengar ucapan Rey Calya dan wanita itu terkejut.


"APA!!" ucap serempak Calya dan wanita tersebut, sehingga mereka saling memandang.


"Sayang, kenapa kamu begitu terkejut... hmm?" ucap Rey dengan sedikit nada penekanan.


"Itu tidak benar, kita hanya..." ketika Calya hendak berbicara kebenarannya, saat itu juga Rey langsung mengeratkan pelukannya dipinggang Calya.


Calya sedikit meringis, lalu tiba-tiba Rey membisikan sesuatu padanya.


"Jangan macam-macam!! ikutin aja permainan gue" bisiknya pada Calya.


"Tapikan ini..." ucapannya kembali disela oleh Rey.


" Pliss sekali ini saja, setelah itu gue akan kasih lo permintaan apapun itu... tapi lo harus bantu gue" Bisik Rey lagi padanya.


"Apa gue harus turutin dia yah? tpi kalo gue turutin dia apa ada untungnya bagi gue?" lirih Calya dalam hati.


"Hahh... Baiklah kalau begitu, tapi lo harus tepatin janji lo tadi" balas Calya.


"Iya janji" jawab Rey.


"Rey kamu pasti bohong kan? dia bukan pacar kamu Kan!? kata papah kamu, kamu tidak punya pacar! " Kata wanita tersebut.


Seketika itu Calya pun terkejut ketika wanita itu Membawa kata 'papah'. Ia bertanya-tanya pada dirinya 'siapakah wanita ini' itu yang ia pikirkan saat ini.


**FLASHBACK ON**


DIKEDIAMAN MAHENDRA SAPUTRA


ting..tong..ting..tong..


ketika Hendra dan Ranty sedang berada diruang keluarga tiba- tiba suara bel berbunyi...


"Permisi tuan, nyonya... ada seseorang yang ingin bertemu dengan tuan" ucap bi Ijah salah satu pembantu yang sempat tadi membukakan pintu.


"Baiklah, dimana orang itu bi?" Tanya Hendra.


"Di Ruang depan tuan" jawab bi Ijah.


Hendra pun langsung melangkah ketempat tamu tersebut yang di ikuti Ranty.


"Andhika!?" ucap Hendra pada tamu tersebut yg disebutnya dengan nama Andhika itu.


Andhika merupakan sahabat Hendra semasa mereka kuliah dulu dan Andhika pada saat itu, baru datang dari Prancis karena Andhika harus mengurus perusahaannya itu disana. Hampir 5 tahun mereka tidak bertemu.


"Apa kabarmu Dra, Ran?" tanyanya.


"Baik, duduklah" ujar Ranty sembari mempersilahkannya duduk.


"Apakah kau seorang diri? dimanakah putri mu itu?' tanya Hendra.


"Ah dia masih dijalan, dan sebentar lagi pasti datang"


Benar saja yang di ucapkan Andhika, tak selang beberapa lama putrinya pun muncul dibalik pintu.

__ADS_1


"Wahh cantik sekali kamu nak, siapa nama mu?" tanya Ranty.


"Ah tante bisa saja. Namaku Vina tante" jawab wanita yang ternyata namanya Vina itu.


"Kenapa kalian tidak bersama ketika berangkat kemari?" tanya Hendra.


"Tadi Vina ada urusan sebentar om, makanya tadi kita gak bareng" jawab Vina.


"Oh... Tunggu sebentar, Sayang tolong panggilkan Rey kemari" ucap Hendra pada Ranty.


"Ah iya mamah lupa, bi Ijah tolong panggilkan Rey kemari yah"


" baik nyonya"


Bi Ijah pergi ke kamar Rey dan menyuruhnya keluar, dan Rey pun menghampiri kedua orang tuanya. ketika Rey menuruni anak tangga, tiba-tiba saja pandangan Vina teralihkan pada Rey dan ia pun sangat terpesona dengan ketampanannya.


Rey yang menyadari tatapan tersebut, ia hanya acuh tak acuh dengan tatapan itu. ia hanya fokus menuruni anak tangga yang seolah-olah tidak menyadarinya.


"Rey kemarilah, perkenalkan ini om Andhika dan anaknya Vina" ucap Hendra sambil meperkenalkan mereka.


"Hallo om, Vina, perkenalkan saya Rey"


"Hallo Rey" antusias Vina yang hanya dibalas senyuman oleh Rey.


"Wah tampan sekali anakmu Dra" ujar Andhika.


"Papahnya saja tampan, pasti anaknya tampan juga dong" balas Hendra dengan sumringahnya.


"kau tidak berubah-ubah yah... selalu saja terlalu PD" canda Andhika.


Disela-sela perbincangan mereka, tiba-tiba saja Rey pamit.


"Pah, mah, om, aku pamit duluan kekamar ingin bersiap-siap" ucap Rey.


"Loh kamu mau kemana Rey?" tanya Hendra.


"Rey mau pergi kepesta sekolah pah" jawabnya.


"Oh iya, mumpung ada Vina mending kamu mengajaknya Rey"


"Apa!? gak pah aku udah ada janji sama Bagas" tolak Rey.


Ketika mendengar penolakan dari Rey, Vina sangat sedih ia tadinya sangat berharap akan ikut bersama Rey.


"Rey jagalah bicaramu kamu harus mengajak Vina, lagian Vina adalah tamu kita dia baru saja pindah ke kota ini jadi, kamu harus membawanya"


"Tidak apa-apa om aku disini saja" ucap Vina yang memaksakan senyumnya.


"Iya benar itu tidak usah Dra, ini terlalu merepotkan jika Rey membawa Vina" lanjut Andhika.


"Rey" ucap Ranty dengan nada penekanan.


Mendengar ucapan dari mamahnya, Rey pasrah dibuatnya.


"Baiklah-baiklah... Vina akan ikut, Rey akan bersiap-siap terlebih dahulu" ujar Rey dengan pasrah sambil melangkahkan kakinya kekamarnya.


"Ah.. sial kenapa juga sih dia harus ikut, padahalkan gue mau ngasih kejutan ke si Calya... Ahhh rencana gue gagal" umpatnya dalam hati.


Ketika Vina sedang menunggu Rey bersiap, Vina pun menanyakan sesuatu pada Hendra perihal Rey.


"Om... Vina ingin bertanya, apakah Rey sudah mempunyai kekasih?" tanya nya.


"Setau om sih Rey itu sangat playboy, tapi om yakin kalau kali ini dia belum ada" jawab Hendra.


"Oh gitu yah om." Vina hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum sumringah


"Ini kesempatan gue untuk dekat dengan Rey" Lirihnya dalam hati.


Beberapa menit kemudian Rey pun sudah menuruni anak tangga, ketika itu Vina sangat terpesona lagi oleh ketampanan Rey yang membuatnya mematung seketika.


"Rey... kamu benar-benar sangat tampan, aku akan mendapatkan kamu bagaimana pun caranya" gumam Vina dalam hati.


Setelah itu, mereka berpamitan dan pergi menuju pesta menggunakan mobil Rey.


FLASHBACK OFF


 

__ADS_1


__ADS_2