Playboy Penakluk Hati

Playboy Penakluk Hati
eps09 (Kesambet)


__ADS_3

DI KEDIAMAN MAHENDRA SAPUTRA


19:00 MALAM


"Selamat malam mah, pah" ucap Rey sambil menuju Kedua orang tuanya yg sedang bersantai di ruang keluarga


"Malam sayang" balas Ranty mama Rey.


"Bagaimana anak perusahaan papah yang di Bandung itu? sudah kamu bereskan?"


Ya, selama satu minggu Rey tidak masuk sekolah karena membantu papah nya mengurus anak perusahaan di Bandung sehingga Rey izin tidak masuk sekolah karena itu.


Wajar saja Rey izin selama itu karena yang mempunyai sekolahnya pun adalah keluarga Rey, jadi dia tak perlu khawatir karena hal itu.


Rey juga sudah ahli dalam pengetahuan kantor dan ia juga termasuk anak pintar dan berbakat, tak heran jika papah nya mempercayakan masalah perusahaan itu pada anaknya.


"Beres pah... tetapi ada sedikit masalah di bagian pemasaran, mereka terlalu lambat memproduksi barang sehingga ada saja yang komplain" Ujar Rey sambil mendudukan dirinya di salah satu sofa dekat orangtuanya.


"Tapi sudah kamu selesai kan bukan?" tanya Hendra sang ayah.


"Sudah pah, beres semua pokoknya" Jawab Rey.


"Bagus lah kalau begitu, sekarang kamu sudah semakin dewasa dan papah percayakan semua perusahaan kepada kamu" jelas Hendra.


"Iya pah" Rey tersenyum pada papah nya.


"Sayang, Mamah dengar sekolah kamu akan di adakan pesta yah?" tanya Ranty.


"Ah iya Mah, Rey juga tadi barusan di hubungi oleh pihak sekolah."


"Yasudah istirahatlah Rey."


"iya Mah" Rey pun beranjak dari duduknya dan langsung menuju kamarnya.


Setelah berada di kamar Rey menghempaskan tubuhnya ke kasur king size nya itu.


"Ahh gimana kabar lo Al, gue jadi gak sabar buat ketemu sama lo" lirih Rey dan langsung terlelap tidur karena terlalu lelah baginya selama satu minggu ini mengurus anak perusahaan papah nya


...----------------...


Di pagi harinya, Calya sedang sibuk dengan peralatan dapurnya itu. Dia sedang membuatkan sarapan untuk dirinya dan ibunya.


Terkadang Calya merasa sangat sedih ketika mengingat masa-masa dirinya dan mendiang sang Ayah, Ia tak kuasa juga melihat sang ibu yang saat ini sakit-sakitan. Kini Calya bertekad untuk bekerja keras demi ibunya.


Setelah semuanya beres, Calya pun pergi kekamar Maya.


"Bu... Ini sarapan ibu di makan yah dan Sekalian Al pamit keluar dulu"


"Kamu mau kemana nak?"


"Aku ada urusan dengan Cindy bu, lagian kan hari ini libur hehe..."


"Yasudah kamu hati-hati yah"


"Apa ibu tidak apa-apa ditinggal Al sebentar?"


"Dasar... Ibu kan sudah besar jadi tidak apa-apa ibu sendiri disini"


"Tapi ibu kan lagi sakit, Al takut ibu kenapa-napa."


"Tidak apa-apa sayang ibu bisa jaga diri sendiri." ucap Maya sambil tersenyum pada anaknya itu.


"Hmm baiklah, Al pamit dulu ya bu" Calya pun mengecup pipi ibunya dan langsung beranjak pergi


Calya sekarang sudah berada di depan rumah Cindy. Ia tidak membawa motornya karena motornya itu masih diperbaiki.


"Hai Al bebeb kuu sayanggg kuuu Selamat pagii" Teriak Cindy.


"Huueekk... Jijik gue Cin."


"Ah lo, jangan merusak suasana hati gue dong Al yang sekarang sedang berbunga-bunga" lirih Cindy yang tak henti-hentinya tersenyum.

__ADS_1


"Wahh lo kesambet apaan Cin sampai bahagia segitunya" Ledek Calya yang sedari tadi bingung dengan tingkah sahabatnya itu.


"Iya Al, gue kesambet tadi malam"


"APA!! beneran lo kesambet, ayo ikut gue" Calya langsung menarik tangan Cindy.


"Eh... Eh... Al, Lo mau bawa gue kemana?" Cindy langsung menghentikan langkah nya, sambi menarik lengan Calya.


"Kan katanya lo kesambet, jadi gue mau bawa lo ke ustadz Jamal yang dekat rumah gue..."


"Ehh dodol, mau ngapain lo bawa gue


kesana!?"


"Mau bawa lo ruqiah biar setan yang ada di badan lo ilang" ucap Calya dengan polosnya


PLAAKK...


Seketika itu Cindy langsung memukul lengan Calya dengan keras.


"Aww Cin sakit tau" keluhnya.


"Astaga Calya bukan itu maksud gue" ujar Cindy sambil memegang kepalanya yang tidak sakit itu


"Ya lo ngomongnya kesambet, ya gue inisiatif buat bawa lo ke ustadz Jamal lah" lerai Calya dengan polosnya.


"Maksud gue tuh, gue kesambet bukan sama Setan"


"terus apa?" Tanya heran Calya.


"Kesambet Cintaa hahaha" Balas Cindy yang dilanjut dengan tawanya.


"Astagaa Cindy Lo bikin gue khawatir tau gak, dikira gue beneran lo kesambet sama setan"


"unchhh sosweet... Lo khawatir sama gue" Cindy langsung memeluk Calya.


"Ahh udah deh drama-dramaan nya, katanya lo mau bawa gue ke tante lo yg punya warung nasi uduk itu" Calya langsung melepaskan pelukan Cindy.


"Yaudah yuk" lanjut Cindy.


"Hmm" jawab Calya.


Mereka berdua pun Langsung menuju ketempat tantenya Cindy dengan menaiki bus.


Tak lama kemudian mereka sampai di tempat tujuan, di warung nasi tante Mirna.


"Tante Mirnaa" Cindy yang melihat tantenya itu langsung memanggilnya sambil melambaikan tangannya.


"Eh Cindy, tumben sekali kamu datang ke warung tante" ujar Mirna sambil tersenyum ramah.


"Hehehe baru sempet tan, oh iya tan ini kenalkan sahabatku Calya" ucap Cindy memperkenalkan Calya


"halo tante Mirna saya Calya" Calya pun menyalami tante Mirna.


"kamu cantik sekali nak" jawab Mirna sambil membalas salaman Calya


"Ah bisa saja tante"


"Huh tante... giliran Calya yang baru tante kenal udah di puji-puji gitu... Giliran Keponakannya aja gak pernah tuh, huh tante pilih kasih nih" lirih kesal Cindy.


"Hey, hey kata siapa tante tidak pernah memujimu hmm, hampir tiap kali kita bertemu tante memujimu" ujar Mirna.


"Eh benarkah? kok aku lupa ya "


"Haish... sudahlah jangan dipikirkan, ada Apa kamu Kesini? tanya Mirna


"Sabar dong tan, emang tante gak suruh kita duduk terus ambilin minum dulu gitu?"


"Astaga Tante lupa, yasudah silahkan duduk tente ambilkan minuman buat kalian terlebih dahulu" Mirna pun melaju kedalam dan kembali membawa minuman


"Ahh leganya" ucap Cindy setelah meminum yg tadi dibawakan oleh tantenya.

__ADS_1


"jadi apa yg membuat kalian kesini?" tanya Mirna.


"Begini tante Mirna, saya ingin melemar pekerjaan di warung tante ini apakah bisa?" jawab Calya.


"Hah?, kamu ingin melamar pekerjaan di warung tante yg kecil ini? apa tidak salah"


"tidak tante, Calya benar-benar ingin bekerja disini Calya butuh pekerjaan ini tante"


"Umur mu berapa?"


"17th tante"


"kamu kan masih sekolah, apa tidak akan mengganggu pelajaran kamu?"


"tidak tante, Calya sangat-sangat butuh pekerjaan ini"


"Terima saja tante, kasihan Calya benar² butuh pekerjaan ini" kata Cindy


"Apa kedua orangtua kamu sudah tau?"


Ketika Calya mendengar kata-kata itu, dia langsung menundukan kepalanya. Melihat sahabatnya menundukan kepalanya Cindy pun menceritakan apa yg terjadi pada Calya, ia menceritakan dari A-Z.


"Kasihan sekali kamu nak" mendengar cerita Cindy mirna merasa iba kepada Calya.


"Yasudah tante terima kamu bekerja disini, mulai besok kamu bisa langsung bekerja disini" lanjut Mirna sembari tersenyum lembut.


"Wah benarkah tante?... terima kasih tante"


"iya sama-sama"


"Tan kami berdua pamit dulu yh, ini sudah mau sore" pamit Cindy.


" iya hati-hati lah dijalan"


"Sekali lagi Calya ucapkan terima kasih tante"


"iya sama-sama sayang"


Merekapun langsung meninggalkan tempat itu. Mereka menaiki sebuah bus dan duduk sambil berbincang-bincang.


"Eh Al, lo udah siapin baju buat nanti malam?"


"sudah" jawabnya dengan singkat.


Tak selang beberapa lama, Bus itu berhenti didepan perumahan Cindy sembari mengetem penumpang baru. Cindy pun turun dan berpamitan pada Calya.


"Syukurlah, yasudah Al aku duluan yah sampai jumpa nanti malam"


"tunggu Cin" Calya mencegat Cindy.


"Ada apa Al?"


"Emmm gue bingung nanti malam mau berangkat pake apa, kan gak mungkin juga gue pake motor sedangkan gue pake gaun"


"Astaga... iya juga sih yah gue lupa mikir kesitu... hmm apa lo ikut aja sama gue kebetulan gue juga mau dijemput sama bebeb gue hehehe"


"Hahh!? bebeb? maksud lo pacar gitu?" tanya Calya dengan raut muka syoknya


"Hehehe iya, baru semalam gue jadian" jawab Cindy dengan sumringah.


"Wah gue gak nyangka Cin, ada juga yang mau sama lo" candanya


"Gini-gini juga gue laku kali gak kayak lo wleee" ejek Cindy.


"kata siapa gue gak laku? buktinya banyak cowok-cowok yg naksir sama gue... tapi gue nya aja yg gak mau" ucap sombong Calya.


"Hahh mulai deh PD nya nongol... yaudah ah gue pulang dulu yah mau siap-siap dandan cantik, nanti malam gue jemput yah sama pacar guee" ujar Cindy sambil melangkahkan kakinya


"Woyy Cin lo hutang penjelasan sama gue tentanggg pacar lo" Teriak Calya.


"Hah gapapa deh jadi kambing conge, dari pada gue naik motor pake gaun apa jadinya nanti" Gumam Calya.

__ADS_1


Setelah beberapa penumpang menaiki bus, Bus itupun melaju. Calya turun di halte bus dekat dengan rumahnya, ia tinggal jalan kaki saja menuju rumahnya.


__ADS_2