
Setelah selesai menyelesaikan pekerjaannya, Calya berpamitan pada tante Mirna karena jam bekerjanya sudah selesai.
"Tan, aku pamit pulang yah " pamit Calya.
"Iya Al, hati-hati ya dijalan" jawabnya.
Calya pun segara melajukan motornya.
ketika ia sedang asyiknya melajukan motornya itu tiba-tiba saja...
"Ehh... Eh... kenapa ni motor!!" motornya itu tiba-tiba mogok di tengah jalan.
"Ahh sial!! kumat lagi ni motor... Aduhh gak tepat banget sih mogok nya!! udah malem lagi" bingung Calya ketika motornya mogok. Ketika Calya sedang bingung, tiba-tiba saja suara klakson mobil mengagetkannya.
Tin... Tin...
Calya menoleh kearah mobil yang sudah berada disampingnya.
"Kak Rey!?" kagetnya
Ternyata orang yang berada dalam mobil itu ialah Rey. Ia berniat ingin pergi ke Club milik Rangga. Saat itu, dirinya melihat seseorang yang mirip dengan Calya. Maka dari itu, ia memberhentikan mobilnya disaat benar-benar bahwa itu Calya.
"Iya ini gue... lo lagi ngapain berhenti di pinggir jalan malem-malem gini" tanya Rey yang masih berada dalam mobil.
"Bukan urusan lo!!" jawab Calya dengan ketus langsung turun dari motor dan menuntunnya.
"Apa ada masalah sama motor lo?" tanya nya kembali.
"Gue udah bilang, ini bukan urusan lo! udah sana pergi..." usir Calya yang masih menuntun motornya itu, ia tak menghiraukan Rey. Rey mengikutinya dengan perlahan.
"Bener nih... lo nyuruh gue pergi. Apa lo gak takut malem-malem gini sendirian?"
"Gak ada yang perlu ditakutkan!"
"Yaudah, gue pergi yah. Eh iya, gue cuman ngasih tau lo kalo tempat ini pernah ada kejadian pemerkosaan" ucap Rey yang menakut-nakuti Calya. Seketika itu, Calya memberhentikan langkahnya.
"Mati gue!! kalo ucapan dia bener gimana!? ahh gara-gara ni motor pake acara mogok segala..." umpat Calya dalam hati.
"Gue pergi yah..." Rey pun hendak menancapkan gas, tiba-tiba saja...
"Tunggu!!! oke, gue ikut lo."
"Dari tadi ke' yaudah ayo masuk"
"Yes... misi gue berhasil" sumringah Rey dalam hati.
"Tapi, motor gue gimana?"
__ADS_1
"Udah tenang aja, nanti gue panggil tukang derek buat bawa motor lo kebengkel."
Calya mengikuti ucapan Rey, dan ia pun langsung menaiki mobil Rey. Tetapi, ia bukan duduk disamping Rey justru ia duduk di kursi penumpang tepat dibelakang Rey.
"Eh, ngapain lo duduk disana! emang gue supir lo apa! cepet pindah kedepan" suruh Rey dengan penekanan.
"Gausah... gue nyaman disini" jawab Calya dengan santai.
"Kalo lo gak mau pindah kedepan!! gue akan seret lo keluar, biar lo gak usah numpang mobil gue sekalian!" kesal Rey yang mengancam Calya.
"Ckckck... bisanya cuman ngancem" gumam Calya dengan pelan, tetapi itu masih terdengar ditelinga Rey.
"Lo bilang apa tadi!!"
" Gak " singkat Calya yang langsung memindahkan dirinya ketempat kursi depan.
"Gitu dong, dadi tadi kek... kan gak buang-buang waktu gue" ucap Rey yang hanya dibalas dengan deheman malas Calya saja.
Dan Rey pun melajukan mobilnya, ia berniat untuk mengantar Calya terlebih dahulu. Disaat ia sedang mengemudi, ia selalu melirik kearah Calya yang sedang menghadap kearah jendela mobil.
"Kenapa jantung gue berdegup gini yah, ketika gue liat dia..." lirih Rey dalam hati sambil melirik kearah Calya.
Melihat tingkah Rey yang selalu meliriknya, Calya merasa risih dibuatnya.
"Ngapain lo liatin gue kayak gitu!?" tanya Calya to the point.
"Ng... gak gu... gue gak liatin lo!!" gugup Rey ketahuan oleh Calya, bahwa dirinya sedang meliriknya.
"Bukan urusan lo juga, gue mau ngomongnya kayak gimana..." elak Rey masih tidak mengakui tindakan nya.
"Ngeles aja ni orang" lirih Calya dengan pelan. tetapi masih terdengar oleh telinga Rey.
Mendengar ucapan dari Calya, tiba-tiba saja Rey memberhentikan mobilnya.
"Lo ngomong apa barusan!?" tanya Rey dengan nada sedikit tinggi.
"Ng... nggak lo salah denger kali. Gu... gue tadi gak ngomong apa-apa" jawab Calya dengan ter bata-bata.
Ia sangat terkejut ketika tiba-tiba saja Rey memberhentikan mobilnya secara mendadak. yang lebih terkejutnya lagi, tiba-tiba saja Rey mendekatkan wajahnya ke wajah Calya. itu membuatnya sangat gugup.
"Ngapain dia!! apa jangan-jangan..." ucap Calya dalam hati yg mengira Rey akan berbuat macam-macam padanya.
"L... lo ma... mau apa sih" gugup Calya ketika Rey semakin mendekat kan wajah nya.
"Jangan macam-macam lo!!" ucapannya kembali dengan rasa gugup yang melandai dirinya.
CKLEK...
__ADS_1
"Kenapa? kan gue cuman mau buka seatbelt doang... kenapa lo panik gitu. Apa jangan-jangan lo mikir gue mau cium lo, gitu?" ucap Rey sambil menyeringai karena telah mengerjai Calya, yang sebenarnya hanya membukakan sabuk seatbelt nya saja karena ia sudah sampai dirumah Calya.
"Ihhh apaan sih lo!" sebal Calya Dengan muka merah seperti tomat karena ia sangat malu dengan tingkah nya tadi, yang ia kira Rey akan berbuat macam-macam pada nya.
Lalu tanpa aba-aba, Calya pun langsung keluar dari mobil dan langsung masuk kedalam tanpa mengucapkan terima kasih pada Rey.
"Dasar cewek aneh... bisa-bisanya dia pergi gitu aja tanpa berterima kasih sama gue." gerutu Rey ketika ia melihat Calya begitu saja meninggalkan mobil tanpa mengucapkan terima kasih.
"Okay Rey... you have to be patient" ucap Rey lagi menyemangati dirinya.
Setelah itu, Rey langsung melajukan mobilnya ketempat Rangga.
...----------------...
Dikamar, Calya sedang menggerutu kesal karena kejadian tadi.
"Ahhh sial... kenapa gue tadi punya pemikiran kayak gitu sih, kan gue malu jadinya..."
"Dan juga tadi, gue lupa lagi ngucapin terimakasih sama kak Rey" lanjutnya lagi.
"Mending gue segerin badan dulu biar badan gue gak lengket, dan otak gue bisa jernih lagi" Calya pun segera pergi kekamar mandi untuk membersihkan badannya yang sudah lengket dan menjernihkan pikiran nya.
Tak selang beberapa lama, Rey pun tiba di Club Rangga. Ketika ia menuju ke ruang yang biasa ia tempati bersama teman-temannya, ia disambut oleh wanita-wanita malam disana yang berpakai sangat sexy seperti kekurangan bahan jahitan.
Rey duduk disamping Bagas, dan berhadapan dengan Rangga. Disaat baru saja Rey duduk, tiba-tiba saja salah satu wanita penghibur duduk dipangkuannya.
"Hai tuan Rey... kenapa anda tumben sekali telat seperti ini" tanya wanita itu dengan nada nya yg sexy dan manja dibuat-buatnya, sembari tangannya mengelus-elus dada Rey yang bidang.
"Bukan urusan lo! minggir!" usir Rey yang entah kenapa saat ini ia merasa jijik dengan wanita itu. Dan tak biasanya juga ia bersikap seperti itu. ia biasanya lebih suka jika ada wanita menemplok padanya dan bermain-main ketika ia berada di bar.
Melihat tingkah Rey seperti itu, Rangga dan Bagas tertawa terbahak-bahak karena melihat tingkah nya yang menurut mereka sangat lucu.
"Eh kenapa kalian ketawain gue sih!" kesal Rey melihat teman-teman nya menertawakan dirinya.
"Lo kesambet apaan sih Rey!? tumben banget lo nolak wanita itu... biasanya juga lo ngebet sama yang kayak gituan" Ucap Rangga meledek heran melihat tingkah Rey yang tidak biasanya.
"Bener tuh, gak biasanya lo kayak gini. apa jangan-jangan karena Calya?" lanjut Bagas menyela pembicaraan mereka, sambil memain-mainkan wanita nya.
"Mungkin" singkat Rey langsung menegak minumannya.
"Wah... ini sebuah rekor besar didalam hidup seorang Rey Mahendra Saputra, yang akhirnya jatuh cinta beneran... hahaha" gurau Rangga
"Eh bisul... Gue juga pria normal kali, yang bisa jatuh cinta. Lo pikir gue apaan yang gak bisa jatuh cinta dengan seorang wanita." jawab Rey dengan kesal karena ia selalu di ledek oleh teman-temannya.
"Ye... Gue kira lo abnormal yang hanya suka
sesama jenis hahaha" canda Bagas dan langsung terkena pukulan maut dari Rey.
__ADS_1
"Sial lo!!"
Mereka kembali tertawa dan melanjutkan obrolan yang diselingi oleh candaan dan julidan dari masing-masing.