Playboy Penakluk Hati

Playboy Penakluk Hati
eps24 ( Gak Peka )


__ADS_3


Rey dan Calya saat ini sedang berada di tengah hutan mencari Cindy yang hilang entah kemana. Dengan raut khawatir terlihat diwajah Calya, ia terus berteriak meneriaki Cindy.


" CINDY!! CINDY!! " Teriak Calya dengan khawatir.


"CINDYY!!" Teriak Rey juga.


Rey kini melihat raut khawatir bercampur lelah diwajahnya Calya, membuat nya merasa kasihan padanya.


"Al, mending kita kembali dulu ke tenda. Biar yang lain cari Cindy... Dan juga, lo keliatan capek" ucap Rey dengan memberhentikan langkahnya.


"Nggak, gue tetap cari Cindy Dan lagian gue gak capek. kalo lo mau balik ke tenda, lo balik aja sendiri. Gue masih mau cari Cindy" jawab Calya yang melanjutkan langkahnya.


JDERRR...


"AHHH!!"


Calya sangat terkejut mendengar suara guntur petir. Ia langsung berjongkok dan menutup telinganya karena dirinya sangat paling takut dengan suara petir. Melihat itu, Rey segera memegang pundak Calya dan menenangkan nya.


"Al, lo gak apa-apa? Yuk kita ke tenda aja balik... Ini kayaknya mau hujan deh" bujuk Rey sambil memegang pundak Calya.


"Tapi kak Rey, justru itu aku semakin khawatir sama Cindy. Ini mau hujan gimana kalo Cindy kenapa-napa..." ujar Cindy yang kini meneteskan air matanya.


"Lo gak perlu khawatir, Cindy pasti ketemu. Lo percaya sama gue, dan lo gak perlu nangis... Hati gue sakit ketika lo nangis gini Al" ucapnya spontan dan langsung memeluk Calya yang masih berjongkok.


Calya hanya diam saja ketika Rey memeluknya. Ia sedikit bingung dengan apa yang di ucapkan Rey. Lalu, Rey melepaskan pelukannya Rey menghapus air matanya dan membangunkan nya dari jongkok. Tak tau kenapa, kini hati Calya merasa tenang dan juga nyaman.


"Kita kembali ke tenda yah?" tanya Rey yang dibalas anggukan Calya.


Rey menggandeng tangan Calya untuk kembali ke perkemahan mereka. Calya melirik kearah tangan nya yang kini tengah digenggam oleh Rey.


"Mengapa hatiku terasa nyaman dan tenang, ketika kak Rey memperlakukan ku seperti ini... Dan aku tak habis pikir, kak Rey begitu memperlakukan ku dengan baik yang terlihat tulus di matanya." Gumam nya dalam hati.


Rembulan malam menyinari gelapnya malam. Terlihat dua insan yang berjalan menyusuri hutan yang belantara dengan berpegangan tangan.


"Ekhm... " Dehem Calya ketika mereka masih berjalan dengan berpegangan tangan.


"Kenapa?" tanya Rey sambil menoleh kearah Calya.


Calya melirik matanya ke arah tangan mereka berdua, menunjukan bahwa dirinya saat ini tidak nyaman dengan genggaman tangan Rey. Rey pun mengikuti arahan mata Calya, dan ia tersenyum dibuatnya.

__ADS_1


"Kenapa? lo gak nyaman? apa terlalu nyaman?" Ucap Rey dengan sumringah nya.


Calya langsung melepas genggaman nya.


"Gak usah kepedean... Udah ah gue mau cepet-cepet balik nih" Ujar Calya dengan melangkah kan kakinya. Rey menyeimbangkan langkah Calya.


"Bisa aja lo, bilang aja lo gengsi kan? gak mau ngakuin kalo lo itu nyaman di gandeng sama gue" Ucap pede Rey.


"Eh tukang somay... Lo gak usah ngaur deh kalo ngomong. Stop yah jangan ngomong lagi!! gue gak mau debat sama lo!!" Ketus Calya yang tetap melangkahkan kakinya.


Mendengar itu, Rey tiba-tiba saja memberhentikan langkahnya dan langsung menarik lengan Calya sehingga Calya terjeramban dalam pelukannya.


"Ma... mau apa lo!!" bantah Calya dengan berusaha melepaskan diri dari Rey.


Rey tak menghiraukan ucapan Calya. Ia semakin mengeratkan pelukannya sehingga Calya mengerutkan keningnya, sambil menatap ke arah Rey begitupun Rey yang menatap Calya dengan lekat. Beberapa menit mereka saling menatap dengan penuh arti, hanya mereka sendiri lah yang tau apa arti dari tatapan mereka itu.


"Gue suka sama lo" spontan Rey yang masih menatap Calya.


"Bukannya lo dari dulu juga udah suka sama gue? lo tiap hari ngejar-ngejar gue. Udah yah jangan macem-macem... Udah lepasin pelukan lo dari gue"


Rey tak menghiraukan ucapan Calya, Ia masih tetap memeluknya.


"Ini berbeda Al, Gu... gue... gue 'CINTA' sama lo!" gugup nya.


"Ya ampun Calya... " Lirih Rey sambil mengusap mukanya dengan kasar.


"Dia gak peka, atau pura-pura gak peka yah!? Ahhh kenapa gue punya perasaan ini sih!!! dan kenapa harus dia... Apa ini karma yah, gara-gara gue suka mainin cewek!?"


Rey saat ini bimbang dengan perasaannya. Ia sangat bingung, dan harus bagaimana dia menyikapi perasaannya saat ini.


"Oke Rey, lo harus berusaha dapetin hati Calya supaya dia bisa jatuh cinta juga sama lo. Ya, itu yang harus gue lakukan sekarang yaitu mendapatkan hati Calya... Bagaimana pun caranya." Rey langsung pergi menyusul Calya yang sudah berlari.


Calya berlari dengan terengah-ngah, ia berhenti sejenak untuk menetralkan dirinya saat ini yang entah kenapa itu.


"Hah... Hah... Gue capek banget. Ini semua gara-gara kak Rey, kenapa dia ngomong kayak gitu sih!! becanda nya berlebihan banget. Dan... Kenapa jantung gue berdebar yah, disaat dia berkata seperti itu? layaknya seperti nembak gue beneran!?" Gumam Calya.


"Ahhh... Terserah deh dia mau ngomong apaan, gue gak peduli. Yang gue peduli in kali ini adalah Cindy, Ya Cindy... Gue harus cepet-cepet ke tenda semoga aja Cindy udah ditemuin" Calya melangkahkan kakinya menuju tenda.


Ketika Calya sudah sampai berada di perkemahan, ternyata apa yang ia harapkan itu terwujud. Cindy sudah berada di sebuah tenda khusus PMR, Cindy terlihat masih begitu syok Calya langsung berlari kearahnya dan memeluknya.


"Hiks... Cindy, akhirnya lo ketemu" ucap Calya menangis sambil memeluk Cindy.

__ADS_1


"Hiks... Hiks... Al, gue takut Al... Gue mau pulang... Hiks... " Cindy terlihat sangat ketakutan dan gemetar.


"Lo gak usah takut yah Cin, dan jangan lakuin kayak gini lagi, gue khawatir banget sama lo Cin" Calya menghapus air mata Cindy.


"Gue minta maaf Al, gara-gara gue lo harus khawatir gini."


"Hush, lo gak boleh ngomong kayak gitu. Udah, mending lo tidur aja yah..." Ucap Calya dengan penuh kasih sayang.


"Cindy!! Calya!!" Teriak Adit.


Mereka berdua yang mendengar namanya disebut, langsung menoleh kearah nya.


"Adit?" Serempak mereka.


"Lo gak apa-apa kan Al?" tanya nya.


"Eh Odading, lo kenapa nanyain Calya? kan gue yang ilang, bukan Calya... Gimana sih lo!!" Ucap Cindy dengan kesal karena Adit malah menanyakan keadaan Calya. Melihat itu, Calya hanya tersenyum.


"Hehehe... Sory, gue lupa nama lo" Adit menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


"Ya ampun... Masa lo lupa sama nama gue, yang pada umumnya nama gue yang paling indah di bumi ini."


JDERR...


Suara petir kembali bergemuruh.


"Ahhh" Teriak Calya dengan memegang kedua kupingnya. Cindy dan Adit pun menoleh kearah Calya.


"Lo gak apa-apa Al?" tanya Adit dan Cindy.


"Gu... Gue gak papa" Ucapnya dengan berusaha menetralkan dirinya kembali.


"Lo takut sama petir?" tanya Adit sambil memegang pundak Calya. Calya hanya mengangguk kecil.


Di arah kejauhan, Rey melihat Adit memegang pundak Calya. perasaan nya kini sangat kesal dan marah, melihat itu semua ia mengepalkan kedua tangannya sehingga terlihat urat-urat tangan nya menonjol. Rey yang tak tahan melihat nya, ia langsung menghampiri Mereka.


.


.


.

__ADS_1


.


#Maaf keun Author🙏 baru up sekarang xixixixi...


__ADS_2