Playboy Penakluk Hati

Playboy Penakluk Hati
eps02(Muka Kusut)


__ADS_3

#Dikediaman MAHENDRA SAPUTRA


Pukul 19:00 WIB


"Malam pah, mah" ucap Rey yg sedang menuruni anak tangga, menuju tempat makan


"Malam sayang, ayo makan mamah udah siapin makanan kesukaan kamu sup ayam" kata Ranty mamah Rey yg sedang menyiapkan makan malam.


"Iya mah" ucap Rey sambil mendudukan dirinya ke kursi.


disela-sela makannya, tiba-tiba papahnya berbincang padanya.


"Rey papa mau bicara dengan kamu" ucap Hendra papah Rey dengan gelagat serius.


"Iya pah apa?" tanya Rey.


"kamu kan sudah mau lulus, jadi papa mau kamu sekolah di australia setelah itu kamu teruskan perusahaan papa disana." ucap Hendra dengan serius.


Rey merupakan anak semata wayang maka dari itu dia harus meneruskan perusahaan papanya.


Keluarga Rey bisa tergolong keluarga yang disegani banyak orang, karena keluarga Rey sangat berpengaruh.


"Tapi pah, Rey gak mau sekolah jauh-jauh cukup di sini, terus Rey juga belum siap buat ngejalanin perusahaan papa"


"Mau sampai kapan kamu kayak gini terus! kamu itu sudah dewasa dan kamu anak kami satu-satu nya. jadi kamu mau tidak mau harus meneruskan perusahaan papa!" ucap Hendra yang sedikit menaikan nada bicaranya.


"Tapi pah ak... "


"Gak ada tapi-tapi an" ucap Hendra yang menyela pembicaraan Rey.


"Udah-udah kenapa sih kalian ribut terus heran deh mama, mending kita makan dulu lalu kita bicarakan ini nanti" relay Ranty


"Iya mah" suara serempak dari Hendra dan Rey.


Ayah dan anak ini sering sekali bertengkar, mereka sering mempermasalahkan hal-hal sepele tetapi Ranty lah yg selalu merelainya.


Setelah makan malam selesai, mereka pun berkumpul diruang keluarga.


"Rey duduklah disini"


ucap Hendra menyuruh anaknya duduk disampingnya bersama Ranty, lalu Rey pun duduk atas perintah papah nya.


"Rey?"


"Iya pah?"


"Kamu mau kan bantu papah buat jalanin semua perusahaan papah dan juga kita hanya mempunyai satu anak yaitu kamu, jadi mau bagaimana pun kamu harus jadi pewaris keluarga Mahendra"


Hendra sangat menyayangi Rey walaupun mereka sering sekali berselisih, tetapi kasih sayangnya lebih besar daripada egonya.

__ADS_1


"Ucapan papah kamu benar sayang... hanya kamu anak kami satu-satu nya, lagian kan kamu sudah bisa menangani urusan kantor" terus Ranty


"Hah baiklah Rey akan turutin semua kata mamah dan papah, yasudah lah Rey ke kamar dulu mau istirahat" ujar Rey dan langsung memasuki kamarnya


Ketika Rey sudah mendengar ucapan Ranty, ia langsung menurutinya karena jika Rey membantahnya ia akan selalu kalah telak dengan kata-kata Ranty.


Ranty akan selalu menang jika berdebat dengan Rey.


"Anak Ini" hela Ranty


Ranty tau bagaimana sifat anaknya 'sangat keras kepala' itulah sifatnya


Rey memasuki kamarnya, lalu ia langsung menghempaskan badannya ke kasur king size miliknya itu.


ketika ia sedang memikirkan kata-kata papah dan mamahnya tiba-tiba telpon Rey berdering.


Tringg... Tringg... Tringg...


"Halo Gas, ada apa"


"Gus... Gas... Gas... emang gue gas elpiji apa, panggil gue Bagas enak aje lo manggil gue Gas" kata Bagas sambil berteriak disebrang telpon


"gausah teriak-teriak lo, gue gak budeg yaudah ada apaan?"


"Ke-Bar nya si Rangga yok gue bosen nih di rumah terus kayak anak perawan, mending kita happy-happy disana yok" ajak Bagas


"Oke, gue tunggu bye" ucap Bagas sembari langsung mematikan telponnya


"Dasar Kuda nil... kebiasaan main langsung di matiin" gumam kesal Rey


Rey pun langsung bersiap-siap dan menuruni tangga. Disaat itu kedua orang tuanya masih berada di ruang keluarga.


"Mah, pah, Rey mau keluar dulu yah" Pamit Rey.


"Mau kemana kamu? keluyuran terus malam-malam" ucap Hendra.


"ada urusan pah sama Bagas" ucap Rey dengan malas.


"Yaudah jangan malam-malam ya Rey"


"iya mah"


setelah pamit Rey melajukan mobilnya ketempat yang dimaksud Bagas.


.


.


.

__ADS_1


Rey pun tiba di Bar milik Rangga. Rey langsung pergi ke ruangan VIP, banyak yg menyapanya saat ia memasuki Bar tersebut.


Ya, karena Rey sering sekali mengunjungi tempat itu jadi tak heran banyak yg mengenalnya.


"Woy Rey disini" kata Bagas sembari melambai-lambai kan tangannya.


Dengan sigap, Rey pun langsung menghampiri para sahabatnya itu.


Saat Rey dan teman-teman nya duduk, ada beberapa wanita yg berpakaian sexy masuk keruangan nya dan menghampiri mereka.


Bagas didatangi oleh dua wanita penghibur yg menghimpitnya. Tentu saja Bagas senang karena ia sudah terbiasa dengan hal itu.


Salah satu dari perempuan penghibur menghampiri Rey dan duduk disampingnya sambil mengelus-elus dada Rey.


Disaat perempuan penghibur menghampiri sambil menggoda Rey ia sangat menikmatinya. Tetapi lain halnya hari ini, ia merasa moodnya sangat buruk.


"Minggir" usir Rey pada wanita itu


" Kenapa Rey? tidak biasanya kamu seperti ini, biasanya kamu sangat menikmati jika aku bersama mu" ucap perempuan penghibur itu dengan nada suara sexy nya


"Mood gue lagi gak enak, udah lo sana jauh-jauh" bentak Rey


Seketika perempuan itu langsung pergi karena merasa ketakutan


"Lo kenapa Rey? tu muka kusut banget kayak gak pernah disetrika" ucap Rangga


Rangga merupakan salah satu teman Rey, ia yg mempunyai Bar tersebut. sebenarnya Bar nya itu milik kakeknya karena kakeknya sudah tiada, jadi ia mewariskannya kepada Rangga.


"Gak, gue ada masalah aja ama bokap-nyokap gue"


"kenapa lo ama orangtua lo"


"Gue habis lulus ini, gue disuruh ke australia sambil nerusin perusahaan bokap gue"


ujar Rey sambil memijat-mijat pangkal hidungnya.


"Ya kenapa diambil pusing! malah lo enak tau sekolah diluar negri abis itu udh dapet kerjaan di perusahaan orangtua lo sendiri lagi" ucap Rangga yang layaknya sedang menasehati anak nya.


"Ya gue gak mau aja gitu, secara kan gue pengen seneng-seneng dulu disini kalo gue kuliah disana gue udah gak bebas lagi gak bisa seneng-seneng dan juga gue belum jinakin kucing liar incaran gue" ucap Rey panjang lebar yang diakhir dengan senyum smriknya.


"Haish... Yah mau sampai kapan sih lo ngejar-ngejar si Calya, gue yakin lo gak bakal luluhin hatinya si Calya secara kan tu cewe juteknya minta ampun" ucap Bagas sembari meminum minumannya itu.


Bagas sangat tau bagaimana Rey selama ini, ia selalu mengejar-ngejar Calya tetapi tidak pernah direspon oleh Calya.


Bagas juga sempat heran kepada Calya kenapa dia selalu menolak Rey secara Rey sangat tampan, kaya dan juga sangat populer.


"Kita liat aja nanti heh" ucapnya sambil menampilkan senyum smriknya.


Rey sudah membayangkan bagaimana dia bisa membuat seorang Calya jatuh hati padanya. Rey tak pernah putus asa, rasanya disaat Calya selalu menolaknya disitulah ia merasa semakin menarik untuk mendapatkan hatinya.

__ADS_1


__ADS_2