Playboy Penakluk Hati

Playboy Penakluk Hati
eps06( Menggoda )


__ADS_3

Setelah kehilangan sang ayah, Calya sangat terpukul. Sering kali ia menangis mengingat-ingat masa-masa kecilnya yang begitu banyak kebahagian bersama Ayah tercinta.


" Ayah, apakah Ayah bahagia disana? Bagaimana Ayah bisa meninggalkan aku dan ibu disini !?" Ucapnya dalam hati, sambil meneteskan airmata yang terus menerus berderai tanpa henti.


"Sudahlah Al, kamu ikhlaskan saja ayahmu, biarkan ayahmu bisa tenang disana"


Cindy pun tak henti-henti nya menyemangati Calya, ia sangat sedih dan kasihan melihat sahabatnya yabg selama ini selalu kuat dan ceria. Tetapi sekarang yang ia lihat sahabatnya terlihat sangat terpuruk.


ketika mendengar ucapan Cindy, Ia sadar akan hal itu.


"Kamu benar Cin, aku harus ikhlaskan ayah dan aku gak mau membuat ayah sedih disana" akhirnya Calya tersenyum kembali setelah Cindy menenangkannya.


"Nah gitu dongg, ini baru Calya yang aku kenal hehe" ujar Cindy sambil mengusapkan air mata sahabatnya itu.


"Iya, terimakasih banyak ya Cin... kamu memang sahabat aku yg paliinnngg baik"


"Dan juga paling cantik" lanjut Cindy dengan kekehannya itu.


"Percaya diri sekali kamu" Calya yg begitu gemas dengan tingkah sahabatnya itu, langsung mencubit pipinya.


"aawww Al sakit tau" Cindy mengusap-usapkan pipinya yang sudah merah akibat ulah Calya.


"gemes sih liat kamuu haha"


Seketika kesedihan Calya pun hilang. Dia sangat bersyukur mempunyai sahabat seperti Cindy, yg selalu men-support nya ketika ia terpuruk serperti ini.


"yasudah Al aku pulang dulu yah, udah malam nih" ucap Cindy sambil beranjak dari duduknya.


"Iya Cin, makasih banyak yah" Calya pun ikut berdiri ketika cindy berpamitan.


"Yaelah Al... gak usah terima kasih kali, ini udah kewajiban gue sebagai sahabat lo"


Calya terharu dengan ucapan Cindy, lalu ia pun langsung memeluknya sambil menangis terharu.


"lo emang sahabat gue yg setia Cin "


"iya-iya udah yah Al, pokoknya lo harus semangat terus ok" ujar Cindy yg melepaskan pelukannya itu.


"Hhmm ok"


"bye Al, kita ketemu lagi besok disekolah yah"


"iya Cin bye"


Akhirnya Cindy pun meninggalkan rumah Calya dan pulang kerumahnya.


#keeseokan harinya


Setelah selesai dengan ritual paginya, Calya pun langsung berpamitan pada ibunya.


"Bu al pamit sekolah dulu yah" kata Calya sambil menyalami ibunya.


"iya nak hati-hati"


"Eh iya bu, Al lupa mau kasih tau ibu kalau nanti Al bakal pulang terlambat karna pulang sekolah nanti Al akan ke perpustakaan kota dulu bu. Bolehkan?"


"Yasudah tidak apa-apa, asalkan kamu pulang jangan terlalu sore"


"iya bu"


.


.

__ADS_1


.


Sesampainya disekolah, Calya pun segera kekelasnya dan langsung duduk ke meja nya. disitu sudah ada Cindy yang sedang duduk dengan tenangnya.


"Selamat pagi Cindy" ucap Calya sambil mendudukan diri nya.


" Pagi juga Al" Balas sapa Cindy.


"Cin kita jadi kan ke perpustakaan kota yang baru dibuka itu?" tanya nya.


"jadi dong Al, malah gue gak sabar pengen cepet-cepet kesana apalagi banyak buku-buku yg baru diterbitkan langsung mereka produksi Al" jawab Cindy dengan penuh semangat.


"Wah benarkah? jadi tidak sabar aku"


Tak selang beberapa lama, bel masuk pun berbunyi pertanda semua murid masuk.


"Selamat pagi anak-anak" ujar Bu Jessica


"pagi Bu" kata semua murid dengan serempak


"Jadi hari ini kita akan belajar.... bla bla bla"


.


.


.


.


Setelah pelajaran selesai mereka pergi ke kantin, dan langsung mencari tempat kosong yg hendak mereka duduki. Setelah selesai memesan makanan, Cindy pun bertanya sesuatu kepada Calya.


"Al gue mau tanya"


"Hemm apa Cin?"


"Uhukk uhukk... " mendengar kata itu sontak saja membuat Calya terkejut.


"Minum dulu Al nih" Cindy mengulurkan minuman kepada Calya.


"udah lah Cin, gausah bahas dia! kuping gue panas dengernya" gumam Calya dengan nada kesal.


"Kenapa? apa jangan-jangan pas semalem lo sama kak Rey... " Cindy pun menggantungkan kata-katanya dengan sengaja untuk menggoda Calya.


"Lo ngomong kayak gitu sekali lagi, gue sumpel mulut lo pake ni sambel" ujar Calya sambil menyodorkan sambal kedepan Cindy.


"Eh... Eh, ampun-ampun ok mulut gue bakal gue gembok deh" ucap Cindy sambil memeragakan mengunci mulutnya dengan tangan.


Disaat Cindy dan Calya sedang asik dengan obrolan mereka tiba-tiba.


"Calya lo ikut gue" katanya sambil menarik-narik lengan Calya denga kasar.


"Eh apa-apaan sih lo!! lepasin tangan gue" rintih Calya dengan menahan rasa sakitnya dipergelangan tangannya itu.


"Kak Reeyyy!!" Cindy sangat terkejut melihat sahabatnya itu di tarik dengan kasar oleh Rey.


Sontak saja semua orang melihat kearah mereka.


Cindy pun langsung mengejar Calya dan Rey tetapi saat dia melangkah tangannya langsung ditarik oleh seseorang.


"kak Bagass??


"sudahlah tidak usah ikut campur dengan urusan mereka" ujar Bagas sambil menarik tangan Cindy meninggalkan kantin.

__ADS_1


"Tapi kak, Calya... " ketika Cindy hendak berbicara lagi, bagas pun menyelanya.


"Udah lah, lo gak usah cerewet ikut gue"


Akhirnya Cindy pun pasrah dan mengikuti langkah Bagas.


.


.


.


.


Sementara itu, Calya tak henti-hentinya meronta agar Rey dapat melepaskan tangannya, tapi usahanya nihil. Tenaga Rey begitu kuat sehingga Calya tidak bisa melepaskan tangannya.


"Lepasin guee, lo mau bawa gue kemana sih! tangan gue sakit" ucap Calya dengan kesal yamg sedang menahan rasa sakitnya dipergelangan tangannya, yang masih ditarik oleh Rey.


Sesampainya mereka di belakang sekolah, Rey pun langsung mendorong tangan Calya dengan kasar sehingga Calya terjatuh.


"Aduh... Apa-apaan sih lo!!" ucap Calya yang langsung beranjak berdiri. Rey mendekatkan dirinya kepada Calya dan langsung mencengkram dagunya.


"Dengar ucapan gue, LO BERANI MEMPERMAINKAN GUE HAHH!!" bentak Rey.


sontak saja itu membuat calya merasa takut dan gemetar, tetapi dia tahan karna Calya tidak mau memperlihatkan rasa takutnya itu jadi dia pura-pura tetap biasa saja.


"Maksud lo apaan sih bentak-bentak gue kayak gitu, gue gak ngerti lo ngomong apaan" Calya pun langsung menepis tangan Rey.


"Minggir gue mau pergi" mendengar ucapan Calya, Rey pun menjadi marah dan langsung mencekal kembali tangan Calya dengan sangat kuat ketika Calya ingin beranjak pergi.


"Aduhh" rintih Calya menahan cekalan tangan Rey ditangannya yg sudah memerah.


" Kemana lo semalam?" Tanya Rey to the point.


"Hahh!?" sontak saja Calya terkejut dengan ucapan Rey.


"kemana lo bilang! hello... gue hampir setengah jam nungguin lo tau" lirih Calya dalam hati.


"Hah lo bilang?? heh Gue nunggu lo di cafe satu jam lebih dan lo!! Lo kemana hah berani sekali lo mempermainkan gue seenak jidat lo" ucap Rey panjang lebar dengan kesal sambil menunjuk-nunjuk tangannya ke wajah Calya.


"Itu bukan urusan lo!!" ucap Calya sambil beranjak pergi, Calya hanya berpura-pura tidak mengerti dengan ucapan Rey saja karena ia tak mau jika orang lain ikut campur dengan masalah pribadinya. Ketika beberapa langkah Calya melangkah tiba-tiba.


CUP


Mata Calya terbelalak dengan tindakan Rey yang tiba-tiba menciumnya secara mendadak.


"Hmmmpp ka...k Re... yy" Calya pun langsung memukul dada Rey dan langsung mendorongnya sekuat tenaga.


PLAKK


ketika itu Calya langsung menampar Rey.


"BA****N LO!!!" teriak Calya sambil mengusap-usapkan bibirnya dengan tangan.


"Itu hukuman buat Lo!!" ucap Rey dengan santai dan langsung pergi meninggalkan Calya.


"AAHHHH DASARR LO BR***K BA***N REEYY" teriak Calya sambil berlari meninggalkan tempat itu.


Mendengar kata umpatan dan teriakan Calya, Rey tidak menghiraukannya tetapi ada sesuatu hal yg aneh pada dirinya.


"kenapa jantung gue deg-degan gini yah ketika gue cium si Calya" ucap Rey sambil memegang dadanya.


"Ahh mungkin cuman gerogi kali yah... Ah bodo amat" lanjut sembari kembali melangkahkan kakinya.

__ADS_1


Beda dengan Calya dia sangat marah dan kesal dengan tindakan Rey yg menurutnya semena-mena.


"awas aja lo! gue gak akan maafin lo Rey si***n" lirih Calya dalam hati.


__ADS_2