Playboy Penakluk Hati

Playboy Penakluk Hati
eps15 ( Menahan Emosi )


__ADS_3

Tak selang beberapa waktu, tak lama guru pun memasuki ruangan kelas mereka...


ketika guru itu masuk, tiba-tiba saja semua orang di dalam kelas itu seketika riuh... ternyata, guru itu tidak sendiri.


Guru itu membawa seorang laki-laki tampan yang membuat semua kaum hawa terpesona, bahkan terjerit-jerit karenanya...


Ya, seorang laki-laki yg di bawa oleh guru itu ialah Adit...


" Selamat pagi anak-anak " ucap guru itu


" Pagi buuu " serentak semua


" Ibu membawa teman baru kalian... silahkan perkenalkan dirimu "


" Hallo... perkenalkan saya Aditya Sanjaya, saya murid baru disini. mohon bantuannya supaya saya bisa beradaptasi di sekolah ini... dan apa ada yg ditanyakan " ucap Adit yg nemperkenalkan dirinya. Dan secara tidak sengaja, Adit melirik ke arah Calya yg sedari tadi hanya menidurkan kepalanya dimeja. ia hanya tersenyum melihatnya...


" Adit apa kamu sudah punya pacar? " tanya salah satu siswi


" Huuuuu " Sorak semua yg menyoraki pertanyaan siswi itu.


" Saya tidak mempunyai pacar, tapi mungkin sebentar lagi " jawab Adit santai sambil melirik Calya dengan senyumnya... tetapi yg diliriknya itu tidak menyadarinya, bahkan Calya masih tidak tahu bahwa anak baru itu Adit. Ia tidak terlalu memperdulikan itu, ia hanya menidurkan kepalanya. karena Calya terlalu lelah dan mengantuk akibat semalaman ia tak bisa tidur.


mendengar perkataan Adit, semua menjadi lesu. karena mereka mengira bahwa Adit sudah mempunyai calon pacar.


" yasudah duduk lah Adit, kamu duduk di belakang Calya dan Cindy " perintah sang guru pada Adit.


Mendengar guru menyebut namanya, sepontan saja Calya langsung terbangun dan menegakkan badannya... saat Calya melihat ke arah Adit, ia sangat terkejut.


" A.. aditt!? "


" Kenapa? lo kenal Al? ganteng banget sih dia Al, OMG... tapi sayangnya gue udh punya Tio "


" Dasar..."


Adit pun melangkahkan kakinya ke tempat duduk yg berada dibelakang Calya. Ia tak henti-henti nya melihat Calya sembari menunjukan senyuman nya itu.


Melihat Adit selalu memandanginya, Calya salah tingkah dibuatnya... ia hanya membalas dengan senyuman canggungnya.


" Wahh... Al liat dehh, dia kayaknya naksir lo... soalnya dia ngeliatin lo terus " sumringah Cindy


"Apaan sih lo... "


Disaat Adit tepat disebelah Calya, ia meyapanya.


" Hai Calya " sapa Adit


Mendengar sapaan Adit pada Calya, sontak semua orang terkejut sekaligus iri dengan Calya...


" ehh liat deh si Calya... kenapa sih, dia selalu aja dapet perhatian dari cowok-cowok ganteng..." ucap salah satu siswi


" iya bener, belum lagi kak Rey... sekarang Adit... huh so' kecantikan banget sih " balas temannya


" Huss jangan kayak gitu... ini udah nasib kita, yg cuman punya wajah pas-pas an " ucap salah satu temannya yg melarainya.


Mendengar umpatan-umpatan mereka, Calya hanya acuh... seakan-akan ia tak memperdulikan semua itu.

__ADS_1


" Ha..i " gugup Calya menjawab sapaan Adit.


Adit pun tersenyum, lalu ia duduk di belakang Calya...


" Perhatian anak-anak... ibu ingin memberitahukan kalian bahwa tiga hari lagi, sekolah kita ini akan mengikuti perkemahan. kegiatan ini untuk memperkenalkan kita bagaimana membudidayakan Alam sekitar. dan ini di wajibkan oleh semua murid kelas XI... jika kalian tidak mengikuti perkemahan ini, kalian tidak akan lulus praktik... karena praktik Alam ini, menentukan kalian naik kelas apa tidak nya. Kegiatan ini berlangsung tiga hari... jadi, kalian persiapkan kebutuhan kalian " terang guru


" Apa!! tiga hari? jika aku mengikuti nya, bagaimana dengan ibu!? ibukan lagi sakit " lirihnya dalam hati.


melihat raut sedih Calya, Cindy pun langsung menanyakan nya...


" Kenapa lo Al? "


" nanti gue ceritain..."


Selang beberapa menit, bel pun berbunyi... pertanda istirahat.


" Al yuk ke kantin " aja Cindy


" iya "


" eh tunggu Al... boleh gak, gue ikut kalian? " tanya Adit yg mencegah mereka


Calya dan Cindy pun saling memandangi satu sama lain.


" boleh ko' ayo " jawab Cindy


Mereka bertiga pun pergi ke kantin. mereka menjadi pusat perhatian, saat melewati orang-orang dan sampai ke meja kantin yg mereka pilih. mereka menjadi pusat perhatian, karena semua orang melihat Adit bersama dengan mereka.


" Eh, gue jadi nyesel deh udah ngajak lo ke kantin sama kita " ucap Cindy pada Adit.


mendengar ucapan Adit, Calya sedikit tertawa dibuatnya... sehingga Adit teralihkan dengan tawanya dan terpesona. Melihat Adit memperhatikan nya, Calya pun langsung menetralkan kembali dirinya.


" Ekhem... Cin udah sono pesen makanannya " ucap Calya pada cindy


" oke... tapi lo inget kan sama janji lo kalo mau teraktir gue? "


" iya... udh sono, gue pesen seperti biasa aja"


" oke... lo mau pesen apa dit, biar gue pesenin juga "


" gue samain aja seperti pesanan Calya " jawab Adit


" oke, tunggu gue yh" Cindy pun melakukan langkahnya untuk memesankan makanan.


" Lo cantik Al... ketika lo tersenyum " ucap Adit.


" bisa aja lo becanda nya "


" gue gak becanda, gue serius "


" hah... iya-iya gue emang cantik, dari lahir malah" canda Calya. mendengar itu, Adit pun tertawa. mereka saling mengobrol satu sama lain, dan Terkadang di sela oleh candaan mereka.


Melihat itu, semua orang menjadi iri dengan Calya. tak terkecuali seorang pria disebrang sana, yg melihat mereka dengan menahan emosinya.


ya, seorang pria itu tak lain dan tak bukan Rey.

__ADS_1


Rey yg sedari tadi duduk di meja sebrang mereka, ia memperhatikan mereka sedari tadi dan berusaha menahan emosinya... ketika ia melihat Calya sedang mengobrol dengan seorang laki-laki lain dan bahkan tertawa olehnya.


" Calya... kenapa lo tertawa lepas seperti itu dengan laki-laki lain!? sedangkan saat bersama gue, lo gak pernah tertawa... tersenyum pun gk pernah " lirih kesal Rey dalam hati.


" gue gak akan lepasin lo begitu aja... kita liat aja nanti heh " lirihnya lagi


Lalu, Rey pun pergi meninggalkan kantin.


" eh Rey, lo mau kemana? " tanya bagas yg mencegah langkah Rey.


" Panas gue disini... gue mau cari udara segar" jawab Rey dan lalu melanjutkan langkahnya kembali...


" tunggu gue..." ucap bagas yg langsung menyusul langkah Rey


tak lama kemudian, Cindy pun kembali dengan nampan ditangannya.


" nih pesenan kalian... "


" makasih cindy " ucap Calya


" oh nama lo cindy " tanya Adit


" kemana aja lo dari tadi... " jawab Cindy sambil memakan - makanannya.


" hehehe... gue lupa kenalan sama lo. "


" Lah... ko' lo udah kenal gitu aja sama Calya... tapi sama gue!? "


" kita gak sengaja ketemu, saat di perpustakaan kota waktu itu... dan saat motor gue mogok waktu lalu, kita ketemu lagi... dan Adit ini yg bantuin gue buat numpang pulang" jelas Calya yg menyela obrolan mereka.


" wahh benarkah? Apa kalian jodoh?" canda Cindy.


" Uhukk...Uhuk..." mendengar perkataan Cindy... sepontan saja, Calya tersedak oleh makanannya.


PLAKK...


Calya memukul tangan Cindy...


" Sembarang lo kalo ngomong " jawab Clara dengan kesal


" Aduhh...Al gue kan becanda " lirih Cindy


" Becanda lo berlebihan "


melihat tingkah Calya dan Cindy, Adit hanya menggeleng kan kepalanya sambil tersenyum...


" Gue berharap, apa yg dikatakan Cindy menjadi kenyataan Al, semoga aja kita beneran berjodoh " gumam Adit dalam hati...


.


.


.


# Mohon dukungannya🙏 budayakan like, coment, vote dan rate😊...

__ADS_1


__ADS_2