Posesif Duda

Posesif Duda
Enambelas


__ADS_3

...Happy reading 🥰...


...----------------...


Dirumah yang kecil tampak 2 orang sedang duduk. Rumah itu berada ti tengah tengah hutan yang sepi.


"Bagaimana apa ada kabar dari dia? " Tanya seorang lelaki yang duduk di sofa dengan kaki kiri menopang kaki kanannya dan di tangan kanannya terdapat sebatang rokok.


"Belum" Jawab  jawab perempuan itu singkat.


Drtt... Drtt...


Bunyi telpon berasal dari tas perempuan itu.


"Bicaralah" Ucap perempuan itu


"Buk aku lihat sepertinya mereka sedang bertengkar. Bahkan sekarang istrinya sudah pulang ke rumah ibunya"


"Hahaahahha bagus!! Lanjutkan kerjaanmu pantau mereka jangan sampai ketauan"


Tutt


Hahahahahhaahhaha


Suara tawa menggema di ruangan itu. Lelaki yang menghembuskan asap rokok ke udara mengernyitkan kening bingung.


"Kenapa kamu tertawa seperti orang gila? "


"Jika kamu mendengarnya, maka kamu akan tertawa juga hahahah"


"Jadi katakan padaku sekarang, apa hal yang membuatmu tertawa! "

__ADS_1


"Sepasang suami istri yang baru menikah sedang bertengkar dan sekarang istrinya kabur ke rumah ibunya" Ucap wanita itu dengan suara mendayu dayu


Hahahhaha


Kini giliran si lelaki yang tertawa keras


"Tidak sia-sia kita bekerja sama memisahkan mereka. Sekarang misi kita sedikit lagi akan berhasil"


***


Di ruangan Sheila tampak riuh karena kedatangan tamu.


"Sheila tante kangen banget dehh"  Tari (sepupu Daniel) memeluk Sheila erat yang tiduran di atas brankar.


"Tante jangan kuat-kuat peluknya Sheila nggak bisa napas huh" Tari melonggarkan pelukannya


Tika yang duduk di sofa merasa tak nyaman karena dari tadi sepasang mata menatapnya dengan tajam.


"Padahal saya sudah peringatkan pada Daniel jangan menikahi kamu, tapi Daniel saja yang ngeyel ingin menikah dengan mu. Lihat sekarang baru dua bulan kalian menikah Sheila sudah berada di rumah sakit" Sambungnya


"Maaf tante bisakah tante bicara baik baik pada saya! Ini rumah tangga saya tante tidak berhak ikut campur, apakah tante sudah merasa menjadi ibu yang baik untuk anak tante? Aku rasa tidak, tante hanya bisa mengurusi hidup orang. Urus dulu keluarga tante, bahkan suami tante pergi bersama wanita lain bukan? " Ucap tika dengan menggebu-gebu dia tak mau di rendahkan.


"Kurang ajar kamu" Tante Daniel menaikkan sebelah tangannya ingin menampar Tika. Ketika hampir mengenai pipi Tika tangannya ada yang menahan


Daniel menghempaskan tangan tantenya "Jangan pernah menampar istriku! Aku tak rela jika siapapun yang menamparnya bahkan aku sendiri tak pernah sekalipun menaikkan tangan ke istriku. Dan tante dengan berani mau menampar istriku? " Daniel mengepalkan tangannya


Tante Daniel menatap Tika dengan marah.


"Istrimu kurang ajar Daniel. Ia mengata-ngataiku dan kamu masih membelanya? " Tnate Daniel berkata seolah olah dia yang paling tersakiti


"Ayo Tari kita pulang, percuma kita datang ke sini"

__ADS_1


Tante Daniel dan anaknya sudah pulang kini Daniel menatap Tika dengan pandangan kecewa. Ia melangkah mendekati putrinya "Sheila mama sama papa keluar dulu sebentar ya, Sheila sama mbak disini"


"Mau kemana pa? " Tanyanya penasaran. Sheila dari tadi hanya menatap bingung orang dewasa di depannya. Untungnya ada Tari yang menjelaskan bahwa mereka sedang menghadapi tikus yang nakal.


"Mau beli makan, kasihan mama kan belum makan" Rayu Daniel


"Eummm oke, tapi jangan lama-lama ya"


"Ayo aku ingin bicara" Setelah mengatakan itu pada Tika Daniel langsung keluar menuju taman. Tika hanya menurut pada Daniel.


"Aku kecewa dengan perkataan mu tadi Tika. Tak seharusnya tadi kamu berkata seperti itu pada tante ku" Daniel membuka suara, mereka duduk bersebelahan di bangku besi taman.


"Jadi aku diam saya ketika aku di caci maki oleh tantemu? aku pun kecewa bahkan sangat sangat kecewa tante mu mengata-ngatai ku bahkan yang lebih membuatku kecewa adalah suamiku sendiri yang tak percaya sedikitpun dengan ku" Tika menatap Daniel sendu bahkan air matanya kini sudah keluar


"Seharusnya kamu menegurnya bukan ikut mengatainya. Dan aku bukan tak mempercayaimu aku hanya ingin kamu tak ceroboh dengan membiarkan Sheila memakan makanan yang tak layak bahkan membuatnya berada di rumah sakit.


" Hahaha ya aku membiarkan Sheila makan makanan tak layak sedangkan aku makan makanan yang layak. Bukan begitu maksud kamu Daniel? " Ucap Tika purau


"Bicara yang sopan Tika! "


"Huft sudahlah intinya kamu masih ragu padaku" Tika langsung pergi


"salah lagi huft" batin Daniel


Bonus visual Sheila yang lagi sekolah🥰



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa like, kome dan vote nya ya🥰

__ADS_1


__ADS_2