Posesif Duda

Posesif Duda
Duapuluh


__ADS_3

...Happy reading🥰...


...****************...


Di kota S Daniel sekarang sedang menunggu klien yang akan bekerjasama membangun apartemen yang sudah siap 50%. klien lama yang bekerjasama dengannya memutuskan kerjasama sepihak. Karena itulah kekacauan ini terjadi yang mengharuskan Daniel mencari penanam saham.


"Erick, mengapa lama sekali tuan Herman? " Kesal Daniel. Bagaimana tak kesal dia sudah menunggu setengah jam lebih disini tapi sang klien belum juga sampai.


"Bentar lagi sampai tuan, tadi ada kecelakaan yang menyebabkan kemacetan" Jelas sang asisten


Dari belakang sosok pria berjalan tergesa-gesa menuju meja Daniel diikuti juga dengan seorang perempuan.


"Mohon maaf Tuan Daniel saya sudah membuat anda menunggu terlalu lama" Ucap lelaki itu yang sudah duduk di depan Daniel


Daniel terkekeh "Tidak papa tuan Herman, saya bisa memaklumi"


"Jika bukan orang penting sudah ku tinggali dari tadi"


"Baiklah langsung saja kita mulai" Ucap tuan Herman


Kini waktu sudah menunjukkan jam 12 siang, sudah terhitung 2 jam mereka melakukan meeting. Dilanjut dengan makan siang bersama untuk merayakan keberhasilan atas kerjasama mereka.


Daniel sedang makan steak sambil berbicara santai dengan tuan Herman. Tanpa ia sadari sedari tadi ada yang menatapnya dengan lekat.  Erick melihat wanita yang duduk di depannya, "Dasar tante-tante gatel" Batin Erick.

__ADS_1


Jika di deskripsikan wanita depannya ini masih berumur 25, yang berarti beda 3 tahun dengannya. Tapi lihat dandanannya rok di atas lutut, kemeja putih kancingnya terbuka tiga sehingga membuat belahan dadanya kelihatan. Bahkan makeup yang di poles di wajahnya pun sangat menor.


Acara makan-makan itupun sudah selesai, Daniel langsung pamit undur diri ingin kembali ke hotel.


"Euhmm baiklah tuan Herman, terimakasih telah mau bekerjasama dengan perusahan Wijaya. Jika begitu saya pamit undur diri dulu"


Daniel bangun dari duduknya, mengulurkan tangan pada tuan Herman.


"Sama-sama pak Daniel. Semoga semuanya lancar ya" Ucap tuan Herman membalas jabatan tangan Daniel


Ketika ingin melangkah tiba-tiba suara seorang wanita menghentikan langkahnya.


"Tuan Daniel apa saya bisa meminta nomor anda. Euhmm maksud saya jika ada kepentingan nanti saya bisa menghubungi anda" Ucap Sekretaris tuan Herman yang berdiri di belakang tuan Herman.


"Oh baiklah tuan Herman"


"Erick berikan nomer saya pada sekretaris? "


"Mawar tuan"


"Ah iya pada sekretaris mawar"


Sebenarnya Daniel enggan memberikan nomernya pada seorang wanita, apalagi jika diliat-liat wanita tersebut seperti ada maksud tertentu. Tapi tak apa, yang di beri oleh erick itu nomer yang biasa diberikan pada klien-kliennya.

__ADS_1


"Yasudah kalau begitu kami pergi dulu, tuan Herman dan sekretaris mawar" Pamit Erick dengan sedikit membungkukkan badannya


Daniel dan Erick pun langsung keluar dari restoran menuju parkiran mobil. Dan langsung  kembali ke hotel.


***


Di kamar Tika sangat ramai bahkan senyuman sedari tadi terus terpatri di wajah orang tuan Daniel. Tika tadi sudah di periksa oleh dokter dan dokter mengatakan


"Setelah saya periksa, tidak ada penyakit serius pada nyonya Tika. Mual-mual serta pening yang nyonya Tika rasakan itu bisa jadi nyonya hamil. Sebaiknya nyonya testpack dulu, jika benar nyonya hamil, silahkan ke dokter bagian OBGYN"


Tika langsung mencoba testpack dengan sedikit paksaan oleh widia. Setelah di testpack ternyata garis dua.


Widia kegirangan mendengar kabar tersebut. Lihatlah sekarang ia sedang menyuapi buah untuk Tika. Sedangkan Sheila bermain bersama grandpa nya, ia belum mendengar bahwa ia akan segera memilik adik.


"Ma jangan bilang dulu sama mas Daniel tentang kabar ini ya" Pinta Tika. Tika tak ingin Daniel mengetahui jika ia hamil, karena keadaan mereka yang masih belum membaik.


Kening widia mengerut "Loh kok gitu Tik" .


"Euhmm maksud Tika nanti biar Tika yang akan mengatakan pada mas Daniel. Suprise ma" Jelas Tika


"Ohh suprise ni ceritanya" Widia tersenyum menggoda sang menantu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2