Posesif Duda

Posesif Duda
Duapuluhdua


__ADS_3

...Happy reading🥰...


...****************...


Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, Tika sudah siap dengan pakaiannya.



Outfit Tika


Tika menuruni tangga menghampiri widia yang sudah menunggunya di sofa ruang keluarga.


"Ayo ma" Ajak Tika


Widia yang sedang membaca majalah menoleh kebelakang ketika mendengar suara sang menantu.


"Woahhh udah siap aja nih bumil" Widia langsung menutup majalah dan meletakkan kembali ke meja.


Mereka berdua berjalan beriringan menuju mobil Alphard yang sudah stay di depan rumah. Mereka hanya pergi berdua, sedangkan Sheila sudah pergi bersama grandpanya. Sampai saat ini ia belum tau bahwa sebentar lagi ia mempunyai adik dan itu juga permintaan Tika.


Mobil melaju dengan pelan, Tika sepanjang perjalanan hanya menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya.


"Tika, apa kamu sudah mengatakannya pada Daniel"


Deg


Alasan apa lagi yang harus ia katakan. Jika ia masih terus berbohong bukankah akan ketahuan juga nanti.


"B-belum ma, aku pikir lebih baik memastikan dulu ke dokter kandungan biar lebih jelas"

__ADS_1


Huft Tika bernafas lega, untung saja otaknya ia bisa cepat mencari alasan.


"Mama nggak sabar mau lihat ekspresinya ketika tau kamu hamil" Ujar widia. Wajahnya berbinar dan senyum dengan lebar.


Tika terkekeh "Mana mungkin ia senang disaat keadaan kami yang tidak baik-baik saja"


Baru juga 2 bulan menikah tapi sudah ditinggalin berdua dengan sang anak. Dan kini ia malah hamil tanpa sosok suami di samping. Bahkan ia sendiri pun tak tau kapan sang suami pulang. Seminggu? Dua minggu? Satu bulan? Atau bahkan satu tahun? Entahlah. Suaminya pun tak pernah menelponnya lagi terakhir mereka melakukan vid call saat Daniel baru tiba di hotel. Apakah Daniel sangat senang di sana? Sampai-sampai mengabaikan istri dan anak? Bukan maksud Tika ingin egois. Ia paham bahwa sang suami bekerja tapi apakah tak bisa mengabarinya di saat waktu renggang?. Tika setiap malam menangis mengingatnya, dia rindu pelukan hangat sang suami tapi apakah Daniel merindukannya? Ia rasa tidak.


"Tikaaa" Panggil widia sedikit berteriak.


Tika tersentak dari lamunannya "Aaa-apa ma? "


Widia mengusap rambut Tika "Jangan kebanyakan ngelamun. Mama tau kamu pasti sedih saat hamil begini jauh dari suami. Kamu sabar ya sayang"


Tak terasa 25 menit melakukan perjalanan akhirnya mereka sampai juga di rumah sakit D'lux.


Widia dan Tika langsung melangkah masuk keruangan dokter. Widia sudah membuat janji dengan dokter tersebut agar tak lelah mengantri.


Tokk


Masukk


Setelah mendapat instruksi dari balik pintu widia langsung membuka pintu dan melangkah masuk.


"Silahkan duduk Nyonya Wijaya" Dokter bername tag Della mempersilahkan keduanya duduk di kursi depannya.


"Jadi apa keluhan Anda nyonya? "


"Saya ingin cek apakah saya benar benar hamil. Kemarin saya sudah cek lewat testpack dan testpacknya menyatakan positif. Jadi biar lebih akurat saya ingin mengeceknya langsung. Dan juga kemarin saya muntah-muntah tapi yang keluar cuma cairan bening"

__ADS_1


"Jika begitu mari saya periksa"


"Maaf, baju nya saya angkat sedikit"


Dokter Della meratakan gel di atas perut Tika


"Bisa nyonya lihat di layar, bulatan kecil itu adalah janin. Nyonya Tika hamil sudah 2 minggu"


Air mata Tika jatuh sudah ketika melihat janin yang sebentar lagi akan menjadi bayi.


"Apa boleh di ambil gambarnya dok? "


"Boleh. Sus tolong di print ya"


...****************...


"Bagaimana? Apakah kamu mengikutinya? " Tanya seseorang dengan nada tegas


"Iya tuan. sekarang mereka berada di rumah sakit"


"SIAPA YANG SAKIT!? "


"E-eumm saya lihat nyonya keruangan dokter kandungan tuan"


"Hah? Kamu cari tau sekarang siapa yang hamil setelah itu kabari saya lagi'


Tutt


Panggilan diputuskan sepihak

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hayooo kita main tebak-tebakan kira kira siapa yang sedang melakukan panggilan telpon?


__ADS_2