Posesif Duda

Posesif Duda
Sembilanbelas


__ADS_3

...Happy reading 🥰...


...----------------...


Uwekk


Uwekk


Suara muntah-muntah berasal dari kamar mandi, entah yang sudah keberapa kali ia bolak balik kamar mandi sejak tadi. Dapat ia lihat dirinya di pantulan cermin wastafel, bibir pucat dengan wajah yang sangat lesu. Bahkan untuk menopang badannya sendiri pun tak sanggup rasanya. Dengan terlatih-latih Tika kembali ke kasur mengistirahatkan badannya di samping Sheila yang masih tidur padahal jam sudah menunjukkan setengah 7.


Tika merapikan rambut Sheila yang menutupi mukanya "Princess bangun yuk, Sheila kan harus sekolah hari ini" Suara tika sangat pelan.


"Eungh.... Iya ma" Sheila menyipit matanya ketika cahaya matahari mengenai matanya.


"Sheila langsung ke kamar ya mandi sama mbak. Hari ini Sheila di antar supir dulu ya, soalnya mama pusing banget nggak masuk sekolah" Ucap Tika masih berusaha bicara


Sheila bangun dari tidurnya mendekat ke arah Tika, tangan nya menempel di kening Tika seolah memeriksa. Wajahnya khawatir ketika ia rasa tangannya panas ketika mengenai kening Tika


"Kening mama panas, halus panggil doktel"


"Mama nggak papa, nanti minum obat juga sembuh kok. Sheila langsung ke kamar ya nanti telat loh"

__ADS_1


"Mama cepat sembuh ya"


Cup


Sheila mengecup pipi kanan Tika dan langsung ke kamarnya.


"Eh non shei, ayo mandi siap-siap berangkat sekolah non" Mbak menuntun tangan Sheila membawa ke kamar mandi


20 menit waktu yang di gunakan Sheila untuk bersiap-siap. Kini ia sudah rapi dengan stelan baju sekolahnya. Mbak membawa tas Sheila di tangan sebelah kiri dan tangan kanannya memegang tangan Sheila menuntunnya menuruni satu persatu anak tangga.


"Eh cuci grandma udah cantik sekali, mama kemana princes? Puji widia. Widia yang ingin menaiki tangga untuk memanggil Tika dan Sheila urung dilakukan saat melihat Sheila yang sudah turun.


Sheila menunduk " Mama sakit glandma. Glandma jagain mama ya, panggil doktel juga glandma" Ujarnya sedih


"Sheila tenang aja, mamanya glandma jagain kok. Sekarang Sheila langsung ke meja makan ya grandpa udah nungguin tuh"


"Mbak bawa Sheila ke meja makan ya. Suruh sarapan aja mereka duluan, saya ingin ke kamar Tika dulu" Suruh widia dan langsung menaiki satu persatu anak tangga menuju kamar Tika.


Tokkk... Tokkk..


"Tika..."

__ADS_1


"Tik... "


Sudah berapa kali ketukan dan panggilan tapi tak ada respon sama sekali. Karena takut terjadi sesuatu widia mencoba membuka pintu tersebut dan untungnya pintunya tidak dikunci oleh sang pemilik kamar.


Widia melangkah mendekati kasur, ia duduk di pinggir ranjang samping Tika yang tiduran


"Tika"


"Iya ma" Ucap Tika lirih nyaris berbisik dengan mata masih terpejam. Tika sangat pusing jika membuka matanya.


Widia menggenggam tangan Tika dan mengusap nya pelan "Apa yang kamu rasakan Tik? "


"Pusing terus muntah muntah ma"


Widia yang mendengar itu tersenyum penuh arti. "Mama panggilkan dokter " Bukan pertanyaan yang diajukan widia itu seperti pernyataan.


"Nggak usah ma, ini pasti cuma masuk angin. Nanti kalau udah minum obat pasti baikan" Tolak Tika halus


"No, pokoknya kamu harus di periksa. Mama ingin tau apa tebakan mama benar atau salah"


"Kamu istirahat aja dulu, nanti mama suruh bibi bawa sarapan. Mama mau telpon dokternya dulu ya"

__ADS_1


Tika hanya mendengar tanpa niat menjawab, ia tak sanggup lagi berbicara. Widia pun langsung beranjak pergi keluar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2