
...Happy reading🥰...
...****************...
"Mama mana mbak? " Tanya Sheila yang sedang di pakaikan baju oleh mbak. Tumben sekali, karena biasanya Tika lah yang mengurusnya.
"Mbak kurang tau non, non tanya aja sama oma opa ya" Jelas mbak
Setelah bersiap Sheila langsung turun ke bawah untuk sarapan. Rupanya di bawah sudah pada kumpul, begitu juga dengan Bella serta suami dan anaknya
"Eh princess oma udah bangun, sini sayang"
"Oma, mama mana? " Tanya Sheila tak lupa juga dengan bibir yang sudah maju beberapa senti
"Mama lagi jemput papa, hari ini papa pulang loh" Jawab widia bohong, kan tidak mungkin dirinya mengatakan mama dan papanya di hotel. Untungnya tadi Daniel sudah mengabari bahwa mereka akan segera pulang.
"Benelan omaaa" Tanyanya lagi dengan sumringah
"Iya dong " Kali ini opa yang menjawab
"Yeyyyyy" Pekik Sheila membuat semua orang di meja makan itu tertawa
"Hari ini Sheila sama mbak dulu ya" Ucap oma
"Yahhh, Sheila tidak masuk aja hari ini ya oma" Ucap Sheila lesu
"Eitsss tidak bisa" Ucap opa
"Huft ya sudahlah"
"Jadi kalian beli rumah di perumahan ini? " Tanya Adi memulai obrolan di ruang keluarga. Sedangkan Sheila sudah berangkat sejak tadi
"Jadi om, ini Bella nggak mau jauh dari Tika" Jawab Dandi hingga menimbulkan tawa mereka. Dandi dan Bella sudah sepakat membeli rumah di perumahan ini, Rumahnya hanya berselang 2 rumah dari rumah Daniel.
__ADS_1
"Ihhh mana ada gituu" Ucap Bella yang sudah malu
"Ya biarin ajalah, supaya ada temannya juga" Nimbrung widia
"Si Abel kamu sekolahin di tempat Sheila aja Bell" Saran widia
"Iya tuh, kalau Mario masukkan ke sekolah SD yang di belakang TK Sheila aja" Sambung Adi
"Iya om rencana nya gitu, makanya hari ini kami mau pamit langsung pulang setelah Tika pulang nanti" Ujar Dandi
"Assalamu'alaikum" Akhirnya yang mereka tunggu datang juga
"Waalaikumsalam" Jawab mereka
Daniel dan Tika menyalami Adi dan Widia
"Uh pulang mendadak pergi mendadak ini nih" Kesal widia menepuk bahu Daniel
"Baik pa, papa apa kabar? "
"Alhamdulillah baik, udah selesai kerjaan disana? "
"Belum sih pa, tapi karna ada hal yang lebih penting disini makanya semalam aku langsung pulang" Ucap Daniel sambil melirik Tika yang duduk di depannya bersama Bella dan Dandi.
"Ohh apakah hal penting itu tentang istrimu yang sedang hamil? " Tanya Widia
"Salah satunya itu" Ucap Daniel singkat dan obrolan terus berlanjut
"Tika, gue pamit pulang hari ini ya. Tadi gue juga udah pamitan sama om dan tante" Pamit Bella
"Ihhh kok cepet banget sih" Ucap Tika seolah tak mau di tinggalkan oleh sang sahabat
"Ya gimana lagi, gue harus nyiapin berkas anak gue sekolah" Ucap Bella menggaruk kepalanya yang tak gatal
__ADS_1
"Besok aja pulangnya Bell" Bujuk Tika. Tika tak tau saja sang sahabat akan tinggal di dekat rumahnya haha.
"Aduh kalian ini seperti bakalan tinggal jauh saja" Ucap widia menengahi
"Tempat tinggal Bella memang lumayan jauh ma" Ucap Tika
"Loh kamu belum tau, Bella sama suaminya bakalan tinggal di perumahan ini juga? Bahkan selang dua rumah dari rumah ini" Kaget Adi
Sedangkan tersangka hanya cengengesan, sudah di pastikan Tika akan mengamuk
"Gue belum sempat bilang sama lo Tik, suerr hehe" Bella menjelaskan sebelum Tika angkat bicara.
"Ini, aku pergi bersama mawar ke mall untuk membelikan kamu tas, sebagai permintaan maafku karena sudah marah-marah padamu. Tapi belum sempat aku memberikan tas ini padamu rupanya sudah ada orang yang menyampaikan duluan" Daniel menjelaskan dan memberikan pada Tika tas yang di beli pada Tika. Mereka sudah berada di kamar setelah Bella dan Dandi Pulang.
Tika yang mendengar penjelasan Daniel hanya diam, ia bingung apakah benar seperti itu? Apakah ini hanya akal akalan Daniel saja.
Daniel yang menangkap keraguan di mata Tika pun kembali menjelaskan "Aku benar-benar tidak berbohong, aku mengajak mawar untuk memintanya memilih tas yang akan aku berikan padamu"
Kini Tika menatap mata Daniel mencari tau apakah Daniel berbohong. Setelah di lihat ternyata Daniel memang serius dengan ucapannya.
"Huft baiklah, aku percaya"
Daniel memegang kedua tangan Tika dan mengusapnya pelan. Keduanya saling menatap penuh kerinduan "Dan eummm maafkan aku yang sudah marah marah padamu karena masalah sepele itu, sungguh aku tak bermaksud ingin membentak-bentakmu"
"Iya, maafkan aku juga karena tak pamit padamu semalam" Kini keduanya sudah berpelukan. Daniel melepaskan pelukannya, menempelkan keningnya dengan kening Tika. Tanpa mereka sadari bi*** keduanya sudah bertemu ******* dengan penuh nafsu.
"Papaaaaa, mamaaaaa" Teriak Sheila dari luar membuat keduanya tersentak kaget.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Horeee satu masalah sudah selesai nih, tinggal memecahkan masalah lainnya. Apakah para readers sudah siap??
Semoga lancar ya ibadah puasanya❤
__ADS_1