Posesif Duda

Posesif Duda
Duapuluhempat


__ADS_3

...Happy reading🥰...


...----------------...


Di kediaman Daniel, mereka sekarang sedang berkumpul di ruang keluarga setelah makan malam. Malam ini mereka akan mengatakannya pada Sheila.


Widia memberi kode pada sang suami dengan lirikan mata yang duduk di sebelah kanannya sedangkan Sheila tiduran di pangkuan Tika di samping kiri widia.


"Euhmmm. Sheila, glandpa mau tanya boleh? "


"Kamu nanyaaaae" Canda Sheila


Widia terbahak mendengarnya. Sedangkan Adi Tercengang dengan mulut terbuka.


"Sheila bicara yang sopan sama yang lebih tua! " Peringat Tika dengan tegas


"Hehehe iya maaf mama"


Sheila bangun menghampiri widia dan Adi untuk meminta maaf"Glandpa, glandma Sheila minta maaf ya" Sheila Memeluk kedua paruh baya itu. Inilah yang disuka Tika, ketika ia mendengar Sheila dengan cepat meminta maaf tanpa ia perintah lagi.


Sheila kini memilih duduk atas pangkuan Adi "Glanpa mau nanya apa? " Sheila menatap Adi sok serius


"Kamu nanyaaaae" Balas Adi.


Buhahahahahaah widia dan Tika ketawa kencang. Lihatlah wajah Sheila sudah cemberut dengan bibirnya yang sudah dimajuin dan tangan yang terlipat di dada.


"Huh glanpa ikut-ikut aja"


"Peace" Adi menunjukkan jari telunjuk dan tengahnya.

__ADS_1


"Ini glanpa serius. Glandpa mau nanya, Sheila mau punya adik nggak? "


Degg


Degg


Degg


Ketiganya menantikan jawaban Sheila dengan gugup.


"Ngakkk!!!! " Teriak Sheila dan langsung turun dari pangkuan Adi. Ia memilih duduk lesehan depan sofa


"Princess. Princess kok enggak suka sih punya adik?" Tanya Tika


"Iya, padahal punya adik enak loh. Main bareng, belajar bareng, semuanya bareng-bareng " Bujuk Adi


"Kalau adiknya perempuan nanti Sheila ada temen main barbie. Kalau laki-laki adiknya nanti bisa jagain Sheila. Punya adik enak lohh" Bujuk widia kesekian kalinya


No big no ia tidak mau semua itu terjadi.


...----------------...


05:00 wib


Huekkkk


Huekkkkk


Huekkk

__ADS_1


Suara muntahan terdengar di kamar mandi hotel. Seorang pria dari tadi tampak bolak-balik kamar mandi. Entah kenapa pagi ini ia tiba-tiba mual dan pusing.


"Huftt karena kebanyakan minum pasti nihh"


Gumamnya sambil memijit keningnya.


Setelah rasa mualnya berkurang ia langsung kembali ke kasur.


"Kok pengen peluk Tika ya. Aaaaaaaaa pengen pulangggg!!.  Sayang kangennn" Teriaknya


"Apa aku telpon aja ya? "


"Tapi nggak mau ahhh. Kemarin aja dia nggak angkat telponku"


"Aaaaaaaaaaaa"


Daniel sungguh seperti orang gila. Meraung-raung seperti reog di atas kasur. Entah kemana wajah sanggarnya itu. Bahkan yang lebih parah sifatnya seperti anak kecil yang tidak dapat mainan saja.


Daniel mengambil HP nya yang berada diatas nakas dan menelfon nomor seseorang.


"Hallo tuan" Sapa orang itu dengan suara serak. Mungkin orang tersebut masih tidur.


"Kapan kita bisa pulang Rick? " Daniel sungguh terlalu. Pagi pagi buta sudah menelpon orang sesuka nya.


"Perkiraan saya masih seminggu lagi tuan. Kita harus mantau langsung perkembangan pembangunannya. "


"Ck apa tidak bisa dipercepat aja" Kesalnya dan langsung memutuskan panggilan.


Karena masih mengantuk lebih baik ia lanjut tidur.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2