
...Happy reading🥰...
...----------------...
Sesudah dari rumah sakit, mereka langsung kembali ke rumah. Senyuman mereka tak pernah luntur sejak keluar dari RS. Apalagi dengan Tika yang tak henti-hentinya melihat hasil USG yang di cetak tadi.
"Fotoin Tik, kirim ke Daniel. Pasti tu anak senang banget mau punya buntut lagi" Suruh widia antusia
Tika tersenyum menanggapi tanpa "Iya ma"
"Mama nggak sabar sampai rumah tik. Mama pengen tau reaksi Sheila ketika tau dia bakalan punya adik"
"Apa mereka sudah pulang ma? "
"Udah, tadi papa WA mama. Sheila juga nanyain kamu dari tadi"
Tak terasa kini mereka sudah tiba di kediaman wijaya. Waktu sudah menunjukkan jam 3 sore, mereka langsung memasuki rumah menuju ruang keluarga. Terdengar suara tawa Sheila yang sangat kencang.
"Seruuu bangett sihh" Ujar widia.
"Mamaaa" Teriak Sheila berlari menemui Tika. Sheila merentangkan tangannya meminta gendong pada Tika. Dengan suka rela Tika menyambut sang anak Kegendongannya. Tapi tiba-tiba
"Eh-eh stopp!! Tika jangan menggendong Sheila dulu. Ingat!! Kamu sedang hamil muda" Cegah widia. Ia sungguh khawatir ketika Tika benar-benar akan menggendong Sheila.Apa ia tak ingat bahwa sekarang sedang hamil?
"M-maaf ma. aku sungguh tidak mengingatnya" Sesal Tika
Mata Sheila berkaca-kaca menatap kedua orang dewasa yang berdiri tepat di depannya.
__ADS_1
Adi yang mengetahui bahwa sebentar lagi akan turun hujan langsung menenangkan Sheila sebelum air hujan turun.
"Sheila, Sheila tau nggak Axel nanyain Sheila tadi lohh" Ujar Adi.
Mata yang berkaca-kaca kini bergantian dengan tatapan berbinar serta senyuman yang merekah.
"Benelan glandpa!!!? " Pekiknya
"Beneran dongg. Yukk kita telpon Axel lagi" Ajak Adi dan langsung membawa Sheila duduk di sofa. Sedangkan kedua wanita dewasa itu menghela nafas lega.
"Nanti malam saja kita katakan padanya Tik. Sekarang makan setelah itu istirahatlah. Mama juga mau ke kamar dulu" Ucap Widia dan langsung melenggang pergi menaiki lift menuju kamarnya di susul dengan Tika di belakang.
Tika meletakkan tas di atas nakas dan mendudukkan bokongnya di pinggir ranjang "Huft lelah sekali"
"Tak terasa sudah 3 hari sejak kepergian mu. Bahkan sampai sekarang kamu belum menghubungi ku lagi, apakah kamu tidak rindu denganku dan Sheila?. Bahkan sekarang di rahimku sudah tumbuh si kecil yang bahkan belum kamu ketahui. Apakah aku sanggup menjalani kehamilanku tanpa dirimu? Seandainya aku bisa meminta, aku tak ingin ia hadir di waktu yang tidak tepat"
Begitulah Tika, jika sedang sendiri ia selalu melamun memikirkan nasibnya. Karena merasa sangat gerah dan perut yang sudah lapar. Tika segera bangkit untuk mandi.
"Bagaimana? Apakah kamu mengikutinya? " Tanya seseorang dengan nada tegas
"Iya tuan. sekarang mereka berada di rumah sakit"
"SIAPA YANG SAKIT!? "
"E-eumm saya lihat nyonya keruangan dokter kandungan tuan"
"Hah? Kamu cari tau sekarang siapa yang hamil setelah itu kabari saya lagi'
Tutt
__ADS_1
Panggilan diputuskan sepihak
Daniel, pria itu adalah Daniel. Selama ini, ia memang mempunyai 2 bodyguard. Khusus untuk memata-matai Tika dari jauh. Bukankah kalian sudah tau bahwa pria satu ini sangatlah posesif? Dan jangan lupakan ketika Tika bertemu Bayu di restoran pada part sembilan waktu itu. Bukankah ada yang foto Tika dan Bayu? Yaa yang mengirimkan foto mereka pada Daniel adalah bodyguardnya. karena sekarang ia berjauhan dengan sang istri maka dari bodyguard itulah ia mengetahui kemana saja sang istri pergi. Jangan para readers kira Daniel tak peduli dengan sang istri yaa:)
Daniel duduk termenung memandang ke arah jendela kamar hotel yang di depannya juga menampilkan gedung-gedung tinggi.
"Apakah Tika hamil? " Tanyanya pada dirinya sendiri
Drtt... Drt...
Handphonenya kembali berbunyi. Dengan segera ia mengambil benda pipih itu.
"Katakan"
"Saya sudah menemukan infonya tuan. Nyonya, serta nyonya besar berada di ruangan dokter kandungan untuk mengecek kandungan nyonya tuan"
"Shitt! " Umpat Daniel. Bukan, umpatan Daniel itu bukan umpatan tak Terima jika Tika hamil. Ia lebih mengumpat karena Tika tak memberitahunya sedikitpun kabar bahagia ini
"Lalu mereka dimana sekarang? "
"Mereka langsung pulang tuan"
"Yasudah. Kau ikuti terus kemanapun istriku pergi. Berika info kemanapun istriku pergi jangan sampai kalian lalai dengan tugas kalian. Apa kalian mengerti?!!! "
"Mengerti tuan"
Tutt
Tidak salah lagi memang tebakannya bahwa sang istrinya hamil. Untuk memastikan lagi, ia mencari kontak sang istri. 1,2,3 hingga 10 kali menelpon, tak satupun panggilan darinya di angkat.
__ADS_1
Double shitt!!!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...