Posesif Duda

Posesif Duda
Tiga puluh dua


__ADS_3

...Happy reading🄰...


...****************...


Tak terasa setelah 20 menit perjalanan kini mereka sampai di tempat reunian diadakan. Dari dalam mobil dapat mereka lihat sudah banyak yang berdatangan. Tika dan Bella pun langsung turun, karena janjinya mereka akan duduk sebentar dan langsung pulang.


"Rame banget Tik, gua pastiin ngumpul kali ini pastinya pada pamer kekayaan" Julid Bella


"Termasuk lu kan? " Ejek Tika


"Sekali-kali emang harus, soalnya kalau ga digituin malah makin songong tuh orang-orang"


"Tika, Bella sinii" Teriak seorang wanita yang duduk di meja bundar.


"Eh itu kayanya si Erika deh Tik, yuk kesana"


"Wihhh udah pada glowing glowing aja nih" Puji Erika saat keduanya sudah ikut bergabung


"Iya nih, beberapa tahun nggak ketemu udah makin cantik aja" Sambung teman lainnya


"Kalian juga makin cantik aja nih" Puji balik Tika


"Udah punya berapa anak kalian nih? " Tanya Bella


"Gua mah baru satu" Jawab Erika


"Gue dengar-dengar lo udah nikah Tik, beneran? " Sambungnya


"Euhmmm iya, maaf ya nggak undang kalian"


"Yehhhhh lo mah gitu"


"Haus gue nih, mana nih pelayannya" Tanya Bella


"Tuhhh" Tunjuk Erika


"Masss..... " Teriak Bella


"Ini air apaan mass? "

__ADS_1


"Coca-Cola mbak" Setelah mengetahui minuman itu baik untuk di minum. Bella dan Tika pun mengambilnya.


"Makasih" Ucap Tika dan langsung meminumnya.


"Gue ke toilet bentar ya" Pamit Tika buru-buru menuju toilet


Di sudut ruangan sana tampak seseorang tersenyum smirk melihat ke arah Tika yang sudah berlalu.


"Kok panas ya, ughhhh panas banget sih" Ringis Tika saat sudah di dalam toilet.


Tokk


Tokk


Karena mengira itu Bella, Tika langsung membukanya.


Deg


Perasan Tika mulai tak enak saat melihat orang yang berdiri di depannya. Bisa Tika tebak bahwa orang di depannya ini adalah laki-laki. Dengan perasaan was-was Tika sedikit sedikit mundur kebelakang hingga punggungnya sudah mentok di dinding. Lelaki itupun turut maju hingga tubuhnya hampir menempel dengan tubuh Tika.


Laki-laki itu memajukan wajahnya hingga kening keduanya bertabrakan. Tangan laki itu pun terangkat menyentuh pipi mulus Tika, mengusapnya pelan. Kini perlahan wajah laki itu turun ke arah leher Tika, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Tika. Tika memberontak saat merasakan sapuan lembut di lehernya.


"Eummmmm, shhhhh" Tika merasakan tubuhnya semakin panas. Seakan tersadar Tika cepat-cepat mendorong tubuh lelaki tersebut dan menendang aset berharga nya. Sesudah terlepas Tika cepat-cepat keluar dari toilet tersebut menuju pintu keluar belakang tanpa memperdulikan Bella yang masih di dalam sana.


Srekkk


Ada yang menarik tangan Tika dan memasukkan ke dalam mobilnya.


*****


Di kota s Daniel buru-buru memasukkan semua barangnya ke dalam koper. Ia sudah berniat meninggalkan kota ini, meskipun pekerjaannya belum selesai. Tapi tak apa ia akan meninggalkan Erick untuk menghandlennya.


"Erick ayo, aku sudah selesai" Ucap Daniel yang sudah melangkah di depannya dengan sebuah koper besar.


"Baik tuan"


Setelah berapa jam penerbangan akhirnya Daniel sampai juga di kota kelahirannya. Tak perlu menunggu lagi, karena supir pribadi nya sudah tiba.


Di tengah perjalanan Daniel hanya melamun menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya lewat celah jendela mobil yang terbuka.

__ADS_1


Asik dengan lamunannya tanpa sadar ia sudah sampai di depan gerbang kediaman Wijaya.


"Tuan, sudah sampai" Ucap pak supir


"Eh iya Pak, terimakasih" Ia segera turun dengan terburu-buru tak sabar ingin berjumpa dengan keluarga.


"Kemana semuanya" Tanya Daniel pada pelayan. Kediaman ini sangat sepi, padahal belum waktunya mereka tidur.


"Semuanya ada di kamar tuan, kalau nyonya Tika sedang keluar bersama sahabatnya"


"Pergi kemana dia? "


"Kalau itu saya kurang tau tuan"


"Mengapa dia tak menghubungiku? " Batin Daniel


Daniel naik ke atas menuju kamar kedua ortunya


Tokk


Tokk


Cklek


"Daniel kamu sudah pulang nak" Kata widia sambil memeluk sang anak


"Iya barusan aja ma. Tika kemana ma?"


Kening widia mengerut, apakah Daniel tak tau. "Tika pergi reunian, apa dia tidak mengatakan padamu?"


"Bisa-bisanya dia pergi tanpa mengabari ku dulu"


"Tidak. Acaranya dimana ma? "


"Di restoran xxxx"


"Baiklah ma. aku akan menyusulnya" Daniel langsung berlari menuju mobilnya. Membawa mobil dengan kecepatan tinggi tanpa memperdulikan bahaya.


Tak butuh waktu lama Daniel kini sudah sampai, ia segera turun dari mobil dengan tergesa-gesa. Tiba tiba Daniel menghentikan langkahnya, karena ada yang lebih menarik perhatiannya.

__ADS_1


Srekk


...****************...


__ADS_2