
Pagi ini Tika tak merasakan mual-mual seperti kemarin. Sekarang ia sedang berada di kamar Sheila, memakaikan seragam sekolah pada sang putri. Ia juga masih izin tidak mengajar karena ingin menemui dokter kandungan bersama widia nanti siang.
"Sheila rambutnya mau di buat model apa" Tanya Sheila yang duduk membelakanginya di sofa.
"Kamu nanyaaaee, kamu bertanya tanya. Sini aku jawab ya. aku mau model rambut cepmek" Jawab Sheila, ikut trend yang sedang viral sekarang.
Tika cengo mendengar kata demi kata yang keluar dari mulut Sheila.
"Cepmek? Rambut model apa tuh?" Tika benar benar penasaran, seumur-umur belum pernah mendengar model rambut cepmek.
Sheila nyengir "Cepak mekar ma"
"Emang ada ya? "
"Ada coba aja mama sealch di google" Sheila kini sudah berbalik badan menghadap Tika. Tika langsung membuka layar kunci ponselnya dan mencari di google.
RAMBUT MODEL CEPMEK
Tika manggut-manggut "Oh ini yang viral itu, pantesan semua murid kalau ditanya selalu jawab kamu nayaaaeee"
"Model gini mah cocoknya untuk papa sayang. Sheila cantik kalau rambutnya di urai aja gimana? "
Sheila terkekeh "iya mama benar, nanti kalau papa sudah pulang Sheila mau nyuruh papa buat rambut model cepmek deh" Usulnya
"Iya boleh ma diurai aja" Sambung Sheila
Tika langsung menyisir rambut Sheila yang sedikit ikal bagian bawah.
__ADS_1
"Nah udah siap, ayok kita sarapan dulu grandpa sama granma udah nungguin"
"Mbak bawain tas Sheila ya"
Setelah mengatakan itu mereka berdua kini langsung turun kebawah.
"Cantiknya cucu grandma"
Cup
Cup
"Makasih glandma"
Kedua belah pipi widia di kecup oleh Sheila sebagai bentuk sapaan pagi mereka.
Cup
Cup
"Makasih glandpa"
Tika menuntun Sheila duduk di kursi sebelah widia sedangkan Ia duduk di sebelahnya.Ia mengambil nasi goreng yang sudah di tata di meja dan meletakkan di depan Sheila.
"Sheila mau di suapin atau mau makan sendiri?
"Makan sendili ma" Sheila langsung menyantap sarapannya
Syukurlah Sheila mau makan sendiri. Ia benar benar tak sanggup mencium bau bumbu dapur. "Yaudah mama kebelakang ya, mau siapin bekal Sheila"
__ADS_1
"Kamu makan dulu Tik, biar bibi aja yang siapin bekal"
Tika sebenarnya juga ingin menyuruh bibi, apalagi keadannya sekarang yang sedang berbadan dua dan sering mual-mual jika mencium bau bumbu. Tapi apalah daya, ia tak ingin ceroboh dan dikatain tak becus mengurus Sheila. Biarlah ia menahan rasa mualnya.
"Tika mual-mual kalau makan ma. Jadi nanti aja makannya biar Tika siapin bekal Sheila dulu"
"Di paksa Tik, kalau nggak makan buah yang banyak. Kasian dia kekurangan nutrisi di dalam sana"
"Iya ma"
Tika langsung menuju dapur, ia hanya ingin membuat sandwich saja untuk Sheila. Di dapur ada 2 orang maid, satu membersihkan area kompor dan satunya lagi sedang mencuci piring.
Mereka berdua menunduk ketika Tika memasuki daerah dapur. "Pagi nyonya. Apa anda membutuhkan sesuatu? "
"Tidak. Kalian lanjut saja pekerjaan kalian saya hanya ingin membuat bekal untuk Sheila"
Kini Tika membuka kulkas, mengambil roti yang masih baru. Walaupun masih baru Tika memperhatikan dengan teliti tanggalnya, apakah expired. Jangan sampai ia melakukan kesalahan lagi.
Tika berusaha menahan mual, ketika membuat sandwich. Setelah dengan susah payah, kini bekal Sheila sudah siap. Tika langsung memberikannya pada mbak.
"Ayok grandpa antar sekolahnya"
Sheila kegirangan, ia langsung mengalami tangan Sheila dan widia setelah itu langsung menuju mobil.
"Hati-hati cucu grandma. Yang rajin sekolahnya"
"Dada glandma"
Mobil kini pun sudah melaju melewati gerbang. Widia dan Tika pun langsung kembali ke dalam rumah. Sebelum jam 12 mereka akan beristirahat lebih dulu.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...