Posesif Duda

Posesif Duda
Ketujuh


__ADS_3

Haiii


Bagaimana di part sebelumnya apa kalian suka? Semoga suka ya xixixi.


HAPPY READING🥰


...****************...


...Sheila tak henti hentinya tersenyum. Ia benar benar bahagia karena impian yang ia inginkan dari dulu sudah setengah terwujud. Tinggal menunggu kapan pak duda itu melamar buk guru. Tapi tak apa ini sudah termasuk setengah dari keinginannya, bermain bertiga. ...


Mereka bertiga duduk di kursi bawah pohon, menikmati semilir angin yang menerpa wajah mereka.


"Bu gulu... bu gulu, bu gulu mau nggak jadi mamanya Sheila?. Sheila tu pingin... bangettt punya mama sepelti temen temen di sekolah. Mereka tuh selalu di antel mama papanya membuat Sheila ili saja" Curhat Sheila yang duduk di tengah di apit oleh Daniel dan Tika.

__ADS_1


Dada Daniel sakit bagai tertusuk pisau mendengar curhat sang anak. Ia kira peran ayah sekaligus ibu yang di berikan kepada anaknya sudah cukup. Tapi siapa sangka anaknya tetap membutuhkan peran sosok ibu yang sesungguhnya. Tika terkejut sekaligus terenyuh mendengar pertanyaan dan curhatan dari Sheila. Dia tak bisa berkata kata lagi.


Daniel yang merasakan aura yang sangat mencekam buru buru mengalihkan pembicaraan Sheila.


"Sheila mau es krim nggak?" Beruntung di depan mereka ada yang jualan es krim jadi Daniel tak kesulitan mengelabui Sheila.


"Mau mau mau" Mata Sheila berbinar mendengar kata es krim. Sepertinya Sheila sudah melupakan pertanyaan nya tadi. Daniel langsung menurunkan Sheila dari kursi besi itu, mereka berdua langsung melangkah ke tempat jual es krim meninggalkan Tika sendirian. Daniel sebenarnya sengaja meninggalkan Tika sendiri, karena tau Tika sedikit tak nyaman mendengar pertanyaan putrinya tadi. Jadi ada baiknya Daniel meninggalkan Tika agar Tika bisa sedikit tenang.


...----------------...


Tika membayangkan kembali apa yang membuat ia prustasi sekarang.


"*Tika, bagaimana permintaan Sheila tadi apa kamu mau?. Aku juga menginginkan kamu menjadi istriku, dari pertama aku melihatmu aku sudah menyukaimu. aku tidak suka bertele tele, aku ingin to the point langsung. Umurku juga semakin bertambah, jika kamu mau aku akan segera membawa keluargaku untuk melamarmu" Ungkap Daniel serius menatap mata Tika mendalam. Mereka hanya duduk berdua di bangku besi, sedangkan Sheila sedang bermain prosotan bersama anak anak lainnya.

__ADS_1


Tika yang tadi sudah tenang, sekarang jantungnya malah berdisko kembali. Tika menatap mata tajam Daniel yang memandangnya sangat mendalam.


"Apa aku bisa memikirnya dulu sebelum menjawab? "


"aku beri waktu 3 hari, setelah 3 hari beritahu aku jawabanmu*"


Itulah percakapan yang membuat Tika uring uringan dari tadi. Sisa satu hari lagi dan dia akan mengatakan apa keputusannya pada duda anak satu itu. Orang tuanya juga sudah mengetahui niat Daniel yang ingin melamarnya, dan orang tuanya memberikan keputusan apapun pada Tika. Apapun jawaban Tika mereka akan menerima dengan lapang dada.


Tapi Tika takut akan satu hal bagaimana nantik orang tua Daniel apa akan menerimanya yang hanya guru Tk ini?. Tika hanya dari keluarga yang biasa biasa saja sedangkan Daniel orang kaya raya.


"Memikirkan itu membuat kepala sakit saja" Batin Tika


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Bagaimana di part ini seru nggak? Semoga makin seru ya. Jangan lupa vote, like dan komentar ya hehehe.


Makasih buat yang udah baca🥰


__ADS_2