
"Tidak ada susu nya, apa kamu sudah menaruh nya tadi?"
Tika mengingat ingat apakah ia ada menaruh Asi yang sudah ia pompa tadi.
plak. Tika menepuk jidatnya. Ia lupa asi itu dia letakkan di atas sofa dan Tika lupa memasukkan kedalam tas itu. "Aku baru ingat, susunya tadi aku letakkan di meja dan aku lupa memasukkan kedalam Tas. Karena tak ada cara lain dia langsung meminta tolong lagi kepada Daniel.
" Tolong ambil kain panjang itu saja"
Daniel yang bingung kenapa Tika memintanya mengambil kain panjang itupun diam saja. Setelah dapat ia langsung menyerahkan pada Tika "Ini"
Tika mengambil kain tersebut dan langsung menutup Arsen dan langsung mengeluarkan sebelah *********** agar Arsen bisa meminum Asi.
Daniel yang melihat itu menatap melotot tak percaya apa yang di lihat di depannya saat ini. "Apa ka-"
Belum habis Daniel ngomong ucapannya langsung dipotong oleh Tika "aku menggantikan mamaku untuk menyusui Arsen, karena mamaku tidak bisa mengeluarkan asi lagi. Sedangkan Arsen tidak bisa meminum susu formula. Karena kasihan melihat Arsen yang tidak meminum susu jadi aku menggantikan mama" Ungkap Tika. Dia harus meluruskan agar Daniel tak berfikir yang aneh aneh tentangnya.
Daniel menggigit bibirnya, hampir saja dia berkata yang tidak tidak.
"o-oh maaf aku tidak bermaksud"
__ADS_1
Tika menghela nafas "Untung saja dia tidak salah paham"
Sheila yang sudah bosan segera pergi menemuu Tika dan Daniel.
"Miss itu kenapa Alsen nya ditutup. Nanti dia tidak bisa bernapas" Ucap Sheila sok bijak. Ia kini duduk di atas pangkuan papanya.
"Adik Arsen lagi nyusu. makanya ditutup supaya tidak dilihat orang orang. Dan adik Arsen tidak akan sulit bernapas karena masih bisa masuk udara" bukan Tuka yang menjawab melainkan Daniel. Ia berusaha menjelaskan kepada anaknya yang melewat kepo itu.
"Apa Sheila boleh nyusu juga miss?" Pertanyaan Sheila sontak membuat kedua manusia dewasa itu terkejut. Daniel menunduk menatap anaknya dengan tatapan sendu. Daniel teringat bagaimana dulu Sheila yang harus meminum susu formula, karena ibunya yang tak ingin menyusui dan memilih pergi dengan selingkuhan nya.
"Kenapa takdir begitu buruk. Dia masih kecil harus merasakan penderitaan yang begitu besar"
Huftt "Sayang, Sheila kan sudah besar jadi enggak boleh nyusu lagi" Daniel mencoba memberi pengertian kepada Sheila. Mungkin Sheila mengerti jika iya belum pernah merasakan bagaimana rasanya Asi.
Penjelasan Daniel tak diterima rupanya oleh sang anak. Mata Sheila sudah berkaca kaca petanda sebentar lagi sang anak akan menangis. Mengetahui sang anak akan menangis Daniel segera berdiri dan memeluk sang anak. Sheila memang begini jika tak mendapatkan apa yang ia mau, jadi Daniel harus menyimpan banyak stok kesabaran menghadapi sang anak.
"huaaaaa....hikss hiks hikss, papa jahat papa hikss hikss enggak bolehin Sheila nyusu. Padahal hikss..Sheila enggak pernah nyusu... huaaaaa" Kini Sheila meronta ronta dalam gendongan sang papa. Daniel dibuat kewalahan menghadapi sang anak.
"Sheila minum susu yang biasa mbak buat aja boleh" Daniel mencoba bernegosiasi siapa tau anaknya bakalan luluh. Tapi lagi lagi usaha nya sia sia. Bukannya diam Sheila kini malah makin berteriak.
__ADS_1
Karena kasihan Tika bangkit memberika Arsen pada babby sister Sheila, beruntungnya Arsen pun kini sedang tidur. Setelah Arsen berpindah ketangan mbak Tika segera mengambil alih Sheila dalam gendongan Daniel. Daniel yang sudah kewalahan pun langsung memberikan kepada Tika.
"cup.. cup.. cup sudah jangan mengangis lagi. Nantik matanya bengkak terus tenggorokannya sakit. Bisa-bisa Sheila enggak cantik lagi deh" Ucap Tika berusaha membujuk Sheila.
"Sheila bolehh kok nyusu, tapi ada syaratnya" Ujar Tika. Dia merasa kasihan pada Sheila. walaupun dia tak tau mamanya kemana tapi dari tatapan Daniel sudah menunjukan bahwa Sheila tak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ibu.
"Beneran" Ucap Sheila. kini matanya tampak berbinar kala mendengar ucapan Tika. "Syalatnya apa miss? " sambungnta
Tanpa mereka sadari Mata Daniel kini seakan ingin keluar saat mendengar perkataan Tika tadi. Dia terkejut, dengan mudahnya Tika setuju memberikan asu pada Sheila. Mereka saja baru beberapa hari mengenal.
kembali pada dua wanita yang sedang bernegosiasi ini.
"Syaratnya Sheila nggak boleh nangis lagi"Ucap Tika sambil menghapus air mata di pipi Sheila.
"Oke, huh kilain syalatnnya belat. Sheila setuju miss" ujar Sheila sambil membuang muka kesamping.
...----------------...
Semoga kalian suka 🥰
__ADS_1