Posesif Duda

Posesif Duda
Kelima


__ADS_3

...Tika sekarang berada di rumah Daniel. Tika tadi sudah berjanji akan menyusui Sheila. Daniel juga mengajukan perjanjian kepada Sheila bahwa Sheila boleh nyusu tetapi saat mereka tiba dirumah. Tika juga sudah mengabari mamanya jika dia akan pulang terlambat, beruntungnya mamanya juga belum pulang dan katanya akan kembali besok pagi....


"Yuk miss ke kamar Sheila" ajak Sheila yang terus menyeret tangan Tika menuju kamarnya diikuti mbak yang membawa Arsen. Daniel yang melihat putrinya yang begitu semangat, hanya bisa menghela nafas.


Tiba di kamar dikamar Sheila kini gadis itu sudah menagih janji pada Tika yang tiduran di atas kasurnya bersama Arsen. "Miss Sheila mau nyusu sekarang. Apa boleh? " tanya Sheila penuh harap


Tika merentangkan tangan "Kemari" dan langsung Sheila turutin. Posisi Tika berda ditengah dan kiri kanan nya ada Arsen dan Sheila. Setalah Sheila tiduran di samping nya, Tuka membuka 3 kancing bajunya dan mengeluarkan sebelah ***********. Sheila terdiam, dia memperhatikan bulatan merah yang mengacung di depan wajah nya itu. Tika yang melihat Sheila hanya diam pun angkat bicara "Ayok nyusu" ucap Tika seraya menyondorkan bulatan merah itu ke mulut Sheila dan langsung diterima oleh sang empu.


"Shhhh pelan pelan sayang" tinggi Tika. Sanggar kuat Sheila menyedot nya.


Setelah beberapa menit terdengar dengkuran halus dari Sheila, tetapi mulutnya tak berhenti menyedot ***********. Pelan pelan Tika menarik ****** itu dari mulut Sheila, Setelah telepas Tika langsung bangkit dan mengambil Arsen kedalam gendongannya.


Tika menuruni satu persatu tangga. ketika sampai di bawah ia menemukan Daniel di ruang keluarga yang sedang memperhatikan laptop di atas pangkuannnya dan jangan lupakan kacamata yang bertengger di hidung pria itu. "Tampan" gumam Tika


Karena takut makin malam Tika melangkah mendekati Daniel.


"Mass, Sheila sudah tidur. Saya pamit pulang dulu" Tika berucap sama sekali tidak melihat kearah Daniel


"Saya antar" Tanpa mendengar jawaban dari Tika Daniel langsung melangkah ke bagai mobil. Tika hanya bengong melihat tingkat Daniel yang seenak jidatnya. Karena tak ingin membuat Daniel menunggu Tika langsung melangkah ke teras menunggu Daniel.


Di mobil hanya keheningan tak ada satu percakapan pun dari dua manusia itu.


Daniel yang fokus menyetir melihat sekilas kesamping, ia melihat Tika yang hanya fokus melihat kejendela.


"Makasih" Ucapan itu membuat Tika menoleh ke Daniel, yang sekarang sudah kembali fokus melihat depan. "Makasih udah menuruti permintaan Sheila tadi" sambung Daniel. Daniel sangat bersyukur karena Tika bersedia menyusui anaknya, Daniel terharu karena semasa Tika bayi dia memang tak mendapatkan asi dari ibunya.


"iya sama sama" bals Tika dengan senyuman tipis


Tika tak menyangka Daniel bisa berterimakasih padanya. karena dari pertama mereka bertemu Daniel sangat lah dingin dan datar. Tapi yang ia lihat sekarang adalah Daniel dengan wajah sendu nya.


Tanpa sadar kini mereka sudah sampai di depan rumah Tika. Tika yang sadar pun langsung mengucapkan terimakasih pada Daniel.


...----------------...

__ADS_1


Sudah sebulan berlalu Tika dan Daniel makin lengket saja. Ini semua karena Sheila yang Tak lepas dari menyusunya. Seperti sekarang Tika sedang berada di rumah Daniel, hari ini Sheila tak berhenti merengek memanggil Tika. Untung saja sekolah sedang libur. Tika terbaring di kasur sedang menyusui Sheila. Daniel? pria itu sekarang berada di ruangan kerjanya.


Tika merasakan dada nya panas, Ia menempelkan tangannya di kening sheila untuk memastikan sesuatu.


"panas sekali pantas saja dia merengek dari tadi"


Gumam Sheila saat memegang


"Sheila" panggil Tika


Sheila melepaskan ****** Tika sebelum menjawab dan menonggk menatap Tika. Tika dapat melihat mata Sheila yang memerah.


"Iya miss" jawabnya lirih.


"Makan dulu. Sheila belum makan kan?. Terus minum obatnya" Cetus Tika


"nggak mau miss, obatnya pahit" Tolak Sheila menampilkan ekpresi seperti jijik.


"Tap-" Belum selesai Tika berbicara omongannya terputus saat Lelaki berekspresi dingin itu masuk kedalam kamar Sheila. Tapi itu tidak bertahan lama.


Daniel menelan ludahnya kasar, matanya kini menatap penuh minat dengan apa yang dilihatnya kini. Sesuatu kini berdiri berontak ingin keluar. Tika yang melihat Daniel fokus ke satu titik itu pun ikut melihat kemana pandangan Daniel. Seketika wajah Tika merah padam saat mengetahui kemana Daniel melihat, buru buru ia menurunkan baju agar *********** tak terlihat lagi.


Seakan sadar dengan tingkah nya Daniel mencoba untuk terlihat biasa saja. Tapi jangan lupa di balik resleting itu masih mengembung.


"Shitt... Mengapa bisa dia bangun di saat seperti ini. Sial! " Umpat Daniel dalam hati


"Papa ke sini" Ajak Sheila lemah


Daniel segera melangkah mendekati 2 perempuan tersebut. "kenapa hmm" tanya Daniel yang kini sudah duduk di pinggir ranjang dekat Tika. sedangkan Sheila berada pinggiran ranjang dempet dengan dinding. Mengetahu Daniel duduk di sampingnya, Tika langsung duduk supaya Daniel bisa mendekati anaknya.


Daniel yang kini dengan jelas melihat mata Sheila yang memerah. Segera Daniel angkat Sheila kepangkuan nya. kini posisinya Tika yang duduk di pinggir ranjang kemudian Daniel dan Sheila.


Daniel merasakan kening serta badan anaknya sangat panas. "Sayng minum obat dulu yuk" ajak Daniel

__ADS_1


"enggak mau, Sheila mau nya nyusu aja pa" rengek Sheila dengan wajah melas


Mendengar permintaan Sheila Daniel menatap pada Tika seperti menanyakan "Bagaimana ini". Tika yang mengerti tatapan Daniel pun menghela nafas pelan sebelum angkat bicara.


" Sheila, Sheila makan dan minum obat dulu. Nanti baru nyusu lagi ya" bujuk Tika


"enggak mau! Sheila maunya nyusuu miss" Teriak Sheila


Daniel yang melihat sang anak yang mulai berontak menatap Tika dengan tatapan memohonnya. Daniel khawatir jika tidak menuruti permintaan Sheila, takutnya nantik Sheila malah drop.


"huft.. Baiklah" ucap Tika yang setuju


Daniel yang mendengar ucapan Tika tadi berucap syukur dalam hati. Daniel pun menurunkan Sheila dari pangkuannya, menidurkan Sheila di samping Tika. Daniel yang sadar Tika menatapnya pun mengerti bahwa Tika tidak nyaman ada Daniel disana pun segeraa bangkit dari duduknya.


"Papa mau kemana? " tanya Sheila yang melihay papanya bangkit. Daniel yang sudah hampir sampai pintu keluar pun menghentikan langkah nya dan berbalik melihat Sheila.


"Papa keluar dulu, pekerjaan papa belum selesai" jawab Daniel dengan lembut.


"No!!! Papa enggak boleh keluar dulu. Papa harus temani Sheila" Ungkap Sheila


"Tidak bisa Sheila!! Tolong mengerti" Bentak Daniel. Daniel sungguh lelah akan tingkah Sheila yang banyak maunya. Pecah sudah tangis Sheila ketika mendengar bentakan sang papa. Tika yang melihat Sheila sesenggukan pun langsung merengkug tubuh kecil itu kedalam pelukannya sebelum angkat bicara


"Apakah tidak bisa kamu mengatakan baik baik padanya!. Haruskah kamu membentak. Sungguh kejam! Anakmu sedang sakit tapi bisa bisanya kamu masih mementingkan pekerjaan mu itu" Marah Tika meluap luap.


"Pergilah sana urus pekerjaan mu itu, biar aku saja menjaga anakmu" sambung Tika mengusir Daniel


Daniel yang mendengar penunturan Tika pun tertunduk penuh penyesalan. Andai ia tidak membentak Sheila tadi pasti anaknya sekarang tidak menangis sesenggukan. Daniel tidak peduli ucapan Tika yang mengusirnya tadi. Ia langsung melangkah kembali masuk ke kamar sang anak.


Tanpa memperdulikan kehadiran Daniel yang sudah melangkah kembali. Tika membujuk Sheila yang belum juga berhenti menangis. "Sudah jangan menangis lagi, tadi katanya mau nyusu" ucap tika lembut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Gimana sama Bab ini. Ada yang greget nggak sama tingkah Sheila? Dan tingkah Daniel yang membentak anaknya?

__ADS_1


Di pantau terus ya!


Thank you yang sudah baca🥰. Jangan lupa di like dan di vote yaa***:)


__ADS_2