Posesif Duda

Posesif Duda
DuaPuluhlima


__ADS_3

...Happy reading🥰...


... ...


...----------------...


Di kediaman Wijaya, Tika sedang memasak nasi goreng untuk bekal Sheila dan dirinya. Karena ia tak merasa mual mual dan pening lagi ia bisa berangkat mengajar lagi.


"Masak apa tik? " Tanya seseorang yang baru saja datang


"Masak nasi goreng untuk bekal nanti ma" Ucap Tika tanpa menoleh kebelakang.


"Jangan cape cape tik. Kalau perlu  sesuatu suruh aja bibi"


"Nggak cape kok ma, lagian ini cuma masak sedikit"


"Yasudah, mama mau bangunin Sheila dulu ya"


Setelah beberapa menit berkutat di dapur, akhirnya selesai juga.


Nasi goreng untuk kakak Sheila cantik, dari adek❤. Tulis Tika di note kecil dan menempelkan pada tutup kotak bekalnya.


Setelah mengisi bekal ke dalam tas, Tika langsung menuju kamar bersiap untuk berangkat sekolah.


Tak butuh waktu lama Tika sudah siap dengan pakaian lengkapnya.


"Ayo sarapan dulu Tik" Ajak Adi yang melihat Tika menuruni undakan tangga


"Iya pa" Tika pun langsung berjalan dan memilih tempat duduk tepat di samping Sheila.  Wajah Sheila cukup tak bersahabat, sejak kejadian tadi malam.

__ADS_1


"Pagi princess" Tika mengecup pucuk kepala Sheila. Namun Sheila tal bergeming sedikitpun. Ia dengan santainya melanjutkan kembali sarapannya.


Tika yang tau Sheila masih ngambek hanya tersenyum memaklumi.


"Apakah ada mual-mual pagi ini Tik?" Tanya widia


"Tidak ma" Jawab Tika


"Perbanyak makan sayur Tik biar bayinya sehat. Tadi mama sudah siapkan buah yang sudah dipotong di tempat bekalmu. Nanti di makan ya sayang" Ucap widia penuh perhatian


"Makasih banyak ma"


Tak ada yang memperhatikan bahwa wajah Sheila kini makin masam mendengar obrolan itu.


Sarapan akhirnya selesai juga tepat pada jam 6:30 wib . Kini mereka semua akan berangkat dengan tujuan yang berbeda-beda. Adi akan ke kantor mengurus kantor yang di tinggalkan Daniel dan widia yang akan melakukan arisan dengan teman teman masa SMA nya dulu. Sedangkan Tika dan Sheila tentu saja akan menuju sekolah.


Karena bosan, Tika mencoba membuka ponselnya yang sejak kemarin ia diamkan. Tampak wajah terkejut di wajahnya. Bagaimana tidak, dilayar ponselnya menampilkan chat dan telpon dari Daniel.


10 panggilan tak terjawab


10 chat


Suamiku❤


Tika


Angkat telpon ku!!!


Mengapa kamu tidak mengangkatnya Tika!!!

__ADS_1


Tika!!!


Kemana saja kamu hah?!!


Apa kamu tak ingin mengatakan sesuatu padaku hmm?


Begitulah kita kira isi chat Daniel. Ia hanya membaca bagian akhir saja.


"Bagaimana ini, apakah aku harus menelpon nya balik? " Gumamnya


"Telpon nggak ya. Telpon aja kali ya. Akhhhhh tapi gengsi dong. Tapi kalau nggak telpon gimana kalau dia marah? " Tika asik berperang batin tanpa ia sadari bahwa ia sudah sampai di depan gerbang sekolah.


"Nyonya kita sudah sampai" Kata supir


Tika tersentak dari lamunannya, ia menoleh kesamping ternyata Sheila sudah duluan turun bersama mbak. Tika langsung masuk menuju kantor. Biarlah nanti saja ia menelpon kembali Daniel ketika sudah sampai dirumah.


Istirahat tiba, Sheila yang bisanya langsung menuju kantor mamanya kini ia menolak. Ia memilih bergabung dengan teman temannya.


Sheila membuka bekalnya, tak ada wajah berbinar ketika melihat nasi goreng yang tercetak rapi itu. Malahan teman temannya yang sangat antusias. Tapi satu yang membuatnya bahagia, yaitu ketika melihat note yang ditulis oleh Tika.


"Wahhhh Sheila, cantik banget nasi golengnya. Aku mau dongg" Minta celine sahabat Sheila dengan menampilkan wajah imutnya.


"Ihh celine nggak malu minta-minta punya Sheila. Bekal celine kan ada" Tunjuk Tio pada bekal celine yang berisi nasi putih dengan nugget, sosis dan sayur


"celine maruk" Sambung  Xavier dengan tampang dinginnya


"Ihhh kalian diem deh. Sheila lapal nih pengen makan bukan libut" Kesal Sheila


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2