
Di Mansion Wijaya sedang terjadi keributan karena anak dari Daniel tidak mau membukakan pintu kamarnya sejak tadi.
Tok
Tok
Tok
"Sayang, ini papa buka pintunya dulu" gedoran keras dari sang papa tidak membuat sang anak membukakan pintunya.
"Sayang, papa janji weekend ini kita pergi ke Timezone" rayu sang papa
"Hiks... hikss.... papa belbohong hiks kemalin papa bilang kemarin ke Timezone nya hiks" Ucap sang anak dengan suara yang masih cadel itu.
Pasalnya sang ayah kemarin sudah berjanji kepada sang anak pergi ke Timezone, tapi karena ada meeting mendadak yang mengharuskan dirinya hadir. Membuat dia harus mengingkari janjinya pada sang putri. Karena itulah pagi ini sang putri marah hingga mogok keluar kamar.
Karena sudah beberapa menit menunggu dan sang putri tak juga membuka kamarnya mengharuskan Daniel kembali ke kamar untuk mengambil kunci serep.
Tak lama dia kembali dengan segera membuka pintu kamar sang anak.
Ceklek
pintu terbuka menampilkan sang anak yang menangis sesenggukan di atas tempat tidurnya. Segera Daniel melangkah menuju sang anak.
"Girl, dengerin papa. Kemarin papa harus kerja untuk membeli Sheila mainan, apa Sheila mau tidak bisa membeli mainan lagi? " bujuknya pada sang anak.
"Hiks...hiks....hikss.. papa jahat!!" teriak Sheila sambil memukul sang papa yang duduk di depannya
Daniel merengkuh sang anak kedalam pelukannya
"Shitt... karena pekerjaan sialan itu anakku jadi menangis begini" ucap Daniel dalam hati
"Sudah sudah jangan menangis lagi sayang, nanti tenggorokannya sakit. Maafin papa ya, papa janji weekend ini kita ke Timezone. Tapi Sheila hari ini harus sekolah dulu ya"
Mata Daniel berkaca kaca dia sedih melihat putrinya yang kurang kasih sayang,disaat teman seusianya bahagia bersama keluarga tapi putrinya tidak. Dia hanya mendapat kasih sayang dari papa,oma dan opa nya saja. Sebenarnya Mama Daniel sudah mengatakan pada sang anak biar mama papanya saja yang urus. Tapi Daniel tak mau sang anak jauh tinggal ke negara tempat mama dan papanya tinggal.
__ADS_1
Sheila mengulurkan kelingking "Papa beljanji"
Daniel pun menautkan kelingking nya dengan sang anak "Janji" Daniel lega sang anak sudah tak marah lagi.
"Sekarang Sheila pakek baju sekolah ya"
"Iya"
...----------------...
Dirumah Tika, ia sekarang sedang sarapan bersama keluarga.
"Apa sudah keluar asinya sayang? " tanya mama Tika
"Belum ma, payudara Tika sakit ma"
"Mungkin itu tanda tanda asinya mau keluar" Sambung sang papa
"Stok asi dari rumah sakit pun tinggal sedikit lagi" ucap sang mama
"Hmmm.... Yasudah Tika berangkat dulu pa, ma" Pamit Tika segera beranjak menyalami papa dan mamanya.
......................
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan macet Tika sudah tiba di sekolah.
"Duhhh, payudara gue sakit lagi" Ringgis Tika
sebelum keluar dari mobil Tika mengambil tas serta HP di atas dashboard. Setelah dikira semua sudah diambil Tika segera keluar dari mobil menuju kelas. Ditengah jalan Tika terdengar seseorang memanggilnya.
"Misss" Teriakan terdengar di belakang Tika, dengan segera Tika menoleh kebelakang. Rupanya sang murid yang sedang berjalan menghampirinya bersama lelaki berwajah datar dan dingin serta dengan rahangnya yang tegas.
Tika segera berjongkok mensejajarkan dengan sang murid yang sudah berada didepannya.
"Ehh Sheila" Sapa Tika
__ADS_1
Yupss murid yang tadi menghampiri Tika ada Sheila
Sheila menatap miss dan berkata "Miss kenalin ini papa Sheila"
Sheila mendongak menatap sang papa sebelum berujar "Pa kenalin ini miss yang Sheila cerita pada papa"
"Oh ini Miss yang Sheila cerita setiap malam, Cantik" pujinya dalam hati
Daniel yang di tatap sang anak segera mengulurkan tangannya pada Tika. Tika pun segera berdiri membalas jabatan tangan Daniel.
"Daniel, papanya Sheila" Ucap Daniel dengan suara dingin.
"T-tika guru Sheila" Ucap Tika gugup dengan segera melepas jabatan tangan dari Daniel.
"Tangannya keras banget" batin Tika
Daniel berjongkok mensejajarkan dengan sang anak. "papa berangkat kerja dulu ya sayang, kamu belajar dengan rajin nanti pulang sekolah dijemput pak budi dan mbak ayu ya" pamit Daniel dan mencium pipi sang anak.
Sheila pun mencium pipi sang papa "Iya pa"
Setelah berpamitan Daniel segera berangkat ke kantor meninggalkan sang anak dengan guru tadi. Tika pun mengajak Sheila masuk karena pembelajaran akan segera dimulai.
•Daniel Pov•
Saat aku dan putri ku tiba disekolah kami segera berjalan menuju kelas, tapi ditengah kami berjalan tuba tiba putriku berteriak memanggil seseorang.
"Miss" teriak putriku dan menarik tanganku menuju orang yang dipanggil tadi.
"Ehhh Sheila" Sap miss itu
*aku memperhatikan sosok yang dipanggil putriku tadi, tiba tiba anakku mengenalkan miss itu padaku, Rupanya miss itu adalah miss yang kerap Sheila cerita padaku ketika sebelum tidur. segera aku mengulurkan tangan padanya, sedikit gugup tapi berusaha ku tutupi. Ketika dia menyambut tanganku bisa kurasakan tangannya yang sangat dingin.
Agar tak berada di suasana yang tak nyaman segera aku berpamitan pada Sheila*.
•Pov Off•
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Semoga suka yaaa🥰....