
...Tika yang sudah berjanji kepada Sheila akan menemani nya main Timezone hari ini, membuat ia segera memompa asi untuk stok adiknya nanti. Dan jaga jaga jangan sampai bajunya basah dan membuat ia malu lagi di depan Sheila....
Tok
Tok
Tok
"Tika" suara mamanya terdengar dibalik pintu kayu itu.
"Masukk" Ucap tika
"Tika, mama mau kerumah bukde. Enggak mungkin mama bawa Arsen duduk dalam mobil berjam jam, jadi mama titip Arsen ya" Ucap sang mama yang berdiri di depannya sambil menggendong Arsen
Tika mendongak menatap mamanya "Tika hari ini mau ke mall ma" Ucap Tika. kan tidak mungkin dia membatalkan janji dengan Sheila yang ada Sheila tambah kecewa.
"Kan bisa bawa Arsen. Mama tidak mungkin membawa nya dengan perjalanan berjam jam".bujuk Puspita
"Apa tidak bisa mama batalkan saja" Tika berharap mamanya bisa membatalkan.
"Apa kamu mau bibi mengamuk? " mamanya kini melotot Kearahnya. Bisa bisanya Tika menyuruh nya membatalkan rencana yang sudah dia susun jauh jauh hari. " Kamu saja yang batalkan pergi ke mall nya"
Tika sekarang benar benar frustasi, dia pergi bersama Sheila dan harus menjaga nya juga. Apalagi Sheila masih berusia 5 tahun, walaupun ada baby sister tapi rasanya tak enak jika bukan dia sendiri yang ikut mengawasi Sheila.
"Aku tidak bisa membatalkannya begitu saja ma... " greget sheila
"Apalagi mama, apa kamu tidak lihat mama sudah siap siap begini" Puspita tidak peduli jika Tika bakalan marah. Ia langsung memberikan Arsen kepada Tika dan langsung disambut oleh Tika.
"Mama pergi dulu, mama belum tau kapan pulang. kamu hati hatilah di rumah" peringat Puspita dan lanjut berjalan keluar.
"Ini Arsen anak aku atau mama sih. Seperti anakku saja huft merepotkan saja. jika bukan adik sudah kutitipkan kepanti asuhan" Keluh Tika. Tika bingung ini Arsen sudah seperti anaknya pula.
__ADS_1
......................
Drtttt..... drtttt....drtttt
Mendengar HP nya berbunyi Tika langsung beranjak dari kursi rias. Ia mengambil HP yang adaa di atas tempat tidur dekat Arsen tidur.
Tika mengernyit bingung karena yang menelepon tidak ada namanya. Tapi karena takut penting Tika segera mengangkat.
"Haloo miss" pekikan keras terdengar dibalik telepon membuat Tika menjauhkan HP dari telinganya. Tika cukup mengenal pemilik suara tersebut.
"Iya halo Sheila" ucap Sheila yang sudah kembali menempelkan HP ditelinga menjepitkan dengan bahunya dan ia lanjut menyisir rambut.
"Miss rumah nya dimana? Bial Sheila jemput, miss tidak usah bawa mobil lagi" ujar Sheila dengan nada ceria nya
"Tidak usah, kita bertemu di mall saja ya"
"No... no... no miss. Karena yang ajak Sheila jadi Sheila yang harus menjemput miss. Ini Sheila lagi dijalan miss kirim alamat miss ke nomor ini ya miss "
Tika akhirnya pasrah "Yasudah baik lah, miss tutup telepon nya ya" Setelah Sheila menjawab iya Tika langsung mematikan teleponnya dan langsung mengirim alamat nya pada nomor tadi.
Tin
Tin
Tin
Bunyi klakson tiga kali Tika langsung mengangkat Arsen kedalam gendongan nya. Tika langsung membuka pintu mobil depan karena mengira di depan adalah supir, tapi ketika membuka pintu depan hampir saja copot jantung Tika kala melihat siapa yang duduk di balik kemudi itu.
"Ehh, Saya kira tadi supir makanya saya duduk depan. Saya duduk dibelakang sja. maaf Pak? Om? Mas?" Ungkap Tika dengan gugup. Tika tak tau harus memanggil siapa lelaki yang menjadi ayahnya Sheila itu
"Mas saja. Tak apa duduk di bangku depan saja, saya bukan supir" Ucap Daniel datar
__ADS_1
"Baiklah" Tika mengiyakan saja daripada dia disindir karena menganggap Daniel supir lebih baik dia iyakan. Tika langsung duduk dengan hati hati dan meletakkan Arsen di pangkuannya. Dilihat Tika sudah duduk dengan nyaman segera Daniel melajukan mobilnya.
Ditengah heningnya perjalanan Sheila yang duduk bersama mbak dibelakang beranjak dari duduknya dan berdiri di tengah tengah Tika dan Daniel Sepertinya gadis tersebut ingin berbicara.
"Miss, itu anak miss? " tanya Sheila ragu ragu
Daniel yang melihat anaknya terlalu kepo segera menegur. "Sheila, tidak sopan bertanya tanya gitu" tegur Daniel dengan nada tegas
Tika yang melihat Sheila menunduk langsung angkat bicara "Tidak papa, Sheila boleh bertanya kok. Ini adiknya miss. Namanya Arsen" Ucap Tika sambil mengusap rambut Sheila yang tergerai sebahu.
Setelah dijelaskan gadis itu tanpa mengangguk anggukan kepalanya sambil tersenyum manis. Karena tidak ada satupun yang berbicara gadis tersebut langsung menceritakan kepada Tika bagaimana papanya kini menepati janjinya. Ia mengatakan jika semalam dia marah sama papaanya sampai mogok makan. karena Sheila mogok makan papa nya langsung Pulang. papanya sampai kerumah ketika hampir pagi.
...setelah beberapa menit perjalanan kini mereka sampai di Timezone. Sheila bermain ditemani oleh baby sister. Dan kini Tika dan Daniel duduk melihat Sheila bermain....
"Terimakasih sudah mau menemani anak saya" ucap Daniel tulus pada gadis disampingnya ini.
Tika yang dari tadi memperhatikan Arsen yang tampak sedikit terganggu pun langsung menoleh menatap mata tajam Daniel. "Iya sama sama"
Tiba tiba Arsen menangis membuat Tika Kelimpungan. "Pasti Arsen haus ni" batin Tika
Melihat semua mata tertuju pada mereka Daniel berucap "Beri dia susu, pasti dia haus"
"Bisa tolong ambilkan susu dalam tas itu" suruh Tika sambil menunjuk pada tas di dekat kakinya.
Tanpa menjawab Daniel langsung mengambil susu yang katanya di dalam tas. Tapi sudah di cari cari susu itu tak kunjung ketemu.
"Tidak ada susu nya, apa kamu sudah menaruh nya tadi?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
**Bagaimana apa kalian suka ceritanya?
__ADS_1
Yuk di pantau terus jangan sampai ketinggalan😂
Thank you yang udah baca🥰**