Posesif Duda

Posesif Duda
Tujuhbelas


__ADS_3

...Happy reading🥰...


...----------------...


"Tika aku berangkat sekarang, jika mau kemana-mana kabari aku. Jaga diri kamu dan Sheila baik baik" Pamit Daniel yang sudah rapi dengan stelan jas kantornya dan satu buah koper. Seperti yang Daniel bilang jika Sheila sudah keluar dari RS baru Daniel berangkat dan kemarin Sheila sudah di perbolehkan pulang. Daniel pun harus segera berangkat agar masalah di perusahaan tidak tambah besar.


"Iya" Ucap Tika singkat. Tika langsung mengambil tangan Daniel menyalaminya. Ya sampai sekarang mereka masih belum baikan. Tika masih berharap Daniel meminta maaf padanya. Tapi apa, sampai sekarang kata maaf itu belum juga keluar dari mulut Daniel.


Setelah mengatakan itu Daniel langsung menuju mobil dengan diikuti Tika di belakang yang ingin mengantar Daniel.


Mobil Daniel sudah melaju melewati gerbang, Tika pun langsung masuk ke dalam rumah.


Di perjalanan Daniel membuka ponselnya yang menampilkan foto Tika.


"Maaf sayang, mas belum bisa menghilangkan kekecewaan mas padamu. Mas sangat rindu akan kebersamaan kita. Canda tawa keluarga kita. Mas ingin menenangkan diri mas dulu, tunggu mas pulang sayang"


****


Di ruang keluarga tampak ramai, bagaimana tidak mama dan papa Daniel langsung pulang ketika mendengar cucunya sakit. Padahal dari kemarin mereka ingin pulang tapi harus di undur karena pekerjaan papa Daniel.


Dan setelah semuanya di urus sekarang barulah mereka tiba menjenguk sang cucu.


"Kapan Daniel berangkat Tik? " Tanya widia (mama Daniel). Ia baru mengetahui Daniel berangkat keluar kota saat Tika mengatakan. Sejak sudah menikah komunikasi mereka sangat jarang.

__ADS_1


"Tadi pagi jam 10 ma" Tika duduk di sofa tepat samping widia. Sedangkan Adi (papa Daniel) dan Sheila bermain Lego di atas karpet.


"Kamu tidak di ajak Tik, itu anak udah ada istri kok malah di tinggalin. Mana kalian baru saja nikah" Widia mengomel kesal


Tika tersenyum mendengar widia mengomeli Daniel "Bukan begitu ma. Sheila kan harus masuk sekolah, Tika juga harus mengajar" Jelas Tika memberi pengertian


"Tapi tetap saja. Huh anak itu tunggu aja kalau dia pulang" Ancamnya


Widia menatap lekat Tika, seperti ada yang berubah "Ngomong-ngomong kamu udah ngisi ya. Mama perhatiin aura kamu seperti orang hamil " Tanya Widia


Tika meraba kedua pipinya lalu memerhatikan tubuhnya. "Apa aku gendutan ya"


" Kalau ngisi belum deh kayaknya ma" Jawab Tika ragu-ragu


Widia tersenyum tulus "Tidak papa, mungkin kamu di suruh jaga Sheila dulu sebelum kamu punya anak sendiri"


Tawa Adi pecah kala mendengar aduan cucunya "masa glandpa nakal siih"


"Pah jangan di ganggu dong cucunya" Peringat widia


Sheila bangun dari duduknya menghampiri Tika yang duduk di sofa.


Mata Sheila berkaca- kaca dengan bibir yang mengerucut "Mama mau nen hiks"

__ADS_1


Tika membawa sang anak ke gendongannya mengecup puncak kepala Sheila "Bentar lagi ya, kasian tu glandma sama glandpa mau main sama Sheila"


"Ngambek nih cucu glanpa?. Glanpa jadi sedih nih" Adi menunduk sedih


Sheila membuang muka enggan melihat tatapan sedih Adi "Glandpa nakal"


"Cup cup sini sama glandma" Widia segera mengambil alih Sheila.


"Glandma, Axel kok nggak pelnah kesini lagi" Sheila bertanya tentang sepupunya yang berumur 8 tahun yang tinggal di London. Ayah Axel adalah sepupu Daniel.


"Tahun baru nanti Axel bakalan kesini. Kalau sekarang uncle masih kerja" Ujar Widia


Sheila diam sejenak berfikir tahun baru kapan? Tak ingin menerka-nerka lebih baik bertanya langsung "Tahun balu kapan glandma? "


"1 bulan lagi" Tak ingin Sheila bertanya kembali 1 bulan itu kapan widia langsung mengajak Sheila bermain di taman bersama sang suami yang sudah sejak tadi pergi.


"Ikut grandpa ke taman yuk"


"Ayo glandma. Mama ikut? "


"Sheila aja ya. Mama ngantuk mau tidur"


Mereka berdua langsung ke taman sedangkan Tika menuju kamarnya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa like vote dan komennya ya readers ❤


__ADS_2