
...Happy reading🥰...
...----------------...
"Kau hamil, right? " Ungkap Daniel tersenyum smirk
Deg
"Bagaimana dia bisa tau. Apa benar mama yang kasih tau dia"
Tika berusaha tenang agar Daniel tak curiga
"S-siapa yang mengatakannya? "
"Apakah aku benar? "
"T-tidak! Itu bohong" Jawabnya Cepat
"Sudah dulu ya. Sheila sudah tidur nih"
Tutt
Panggilan pun berakhir. Untung saja ia punya alasan untuk menghindari pertanyaan dari Daniel. Ia belum siap untuk mengatakan yang sejujurnya. Karena juga kelelahan Tika pun ikut tidur bersama Sheila.
***
Langit yang terang sekarang sudah berganti menjadi gelap. Yang berarti waktu malam hari telah tiba.
"Kapan Daniel pulang Tik? " Adi bertanya pada Tika yang sedang mengajari Sheila belajar.
"Eummm belum tau pa" Jawab Tika dengan senyum manisnya
__ADS_1
"Grandpa, tadi kami telpon papa loh" Celetuk Sheila girang
Widia yang sedang membaca majalah pun ikut nimbrung "Ngomong apa aja? " Tanya widia penasaran
"Minta mainan hehe" Jawab Sheila cengengesan
"Mainan lagi? " Adi tak percaya. Pasalnya kemarin saat mereka pergi bersama, mereka sudah membeli mainan cukup banyak dan sekarang mainan lagi. Uh sultan mah bebas ya kan.
"Daniel memang keterlaluan. Jarang ngabarin istri, orang tua, dan sekarang istri lagi hamil dia malah enggak pulang. Kalau dia pulang suruh tidur di luar saja Tik" Omel widia
"Oh ya, ngomong-ngomong kamu udah bilang belum sama Daniel kalau kamu udah ngisi?
" Kok? Berarti bukan mama yang ngasih tau. Jadi dia tau dari siapa. Apa papa ya? Nggak mungkin deh, orang papa biasa aja tuh"
"Tikaa" Panggil widia agak keras
Tika tersentak dari lamunannya "I-iya ma? "
"Kayanya kamu capek deh, istirahat sana Tik, lagian ini udah larut malam. Jangan lupa minum susu hamil ya Ti" Ujar widia
"Iya ma. Yasudah Tika ke kamar dulu ya kamar. Yuk sayang, besok kita belajar lagi" Keduanya pun langsung menuju kamar setelah dari dapur.
****
Pagi hari ini, Daniel sudah siap-siap untuk berangkat ke kantor. Ia akan meeting bersama Mr. Herman untuk membahas pembangunan proyek yang sudah hampir siap.
Setelah siap dengan pakaian formal yang menambah ketampanannya berkali-kali lipat. Daniel langsung turun ke bawah, dimana Erick sudah menunggu.
Mobil melaju dengan kecepatan di atas rata-rata.
"Bagaimana tuan, apakah tuan yakin dengan keputusan anda? Tanya Erick yang duduk di samping sopir sedangkan Daniel duduk di kursi penumpang.
__ADS_1
"Hmmm saya sudah yakin" Jawab Daniel singkat
Setelah menempuh 27 menit perjalanan. Kini sampai lah di kantor cabang. Tak ingin Mr. Herman menunggu lama Daniel segera melangkah menuju ruang meeting.
"Selamat pagi tuan, silahkan masuk Mr Herman beserta investor lainnya sudah menunggu anda di dalam" Sapa sekretarisnya dengan menunduk hormat.
Melihat Daniel masuk mereka langsung berdiri menyambut kedatangan Daniel.
"Selamat pagi semuanya Mohon maaf karena kalian harus menunggu saya" Sapa Daniel pada mereka
"Mohon maaf Mr. Herman karena anda harus menunggu saya" Sesal Daniel. Bagaimana tidak, Mr.Herman ini sangatlah berpengaruh untuk proyek kali ini.
"Tidak papa Mr. Daniel. Saya maklumi"
"Pagi Mr. Daniel" Sapa Mawar yang berdiri tepat di samping Mr. Herman
Daniel hanya mengangguk kepala tanpa menjawab sapaannya.
"Baiklah mari kita mulai rapatnya" Daniel mempersilahkan mereka duduk.
2 jam sudah mereka habiskan untuk rapat kali ini. Karena sudah masuk waktu siang, Daniel mengajak Mr. Herman untuk makan siang bersama di restoran depan kantor. Tentunya Daniel pergi bersama Erick begitu juga dengan Mr. Herman yang pergi bersama sekretaris mawar.
"Apakah anda sudah menikah lagi Mr. Daniel?" Mr. Herman bertanya setelah mereka menyelesaikan makan.
"Benar, saya sudah menikah lagi Mr. Herman" Jujur Daniel
"Owh berarti benar rumor yang beredar bahwa anda sudah menikah lagi. Saya kira itu hanya bualan mereka saja. Lalu dimana istri anda? "
"Istri saya ada di kota Y Mr. Herman, tepatnya di kediaman saya"
"Datanglah ke rumahku bersama istri dan anak anda. Sekalian berkenalan juga dengan istri dan anakku. Kebetulan anakku laki-laki, mana tau nanti kita berniat menjodohkan mereka" Mr. Herman terkekeh geli mendengar ucapannya sendiri.
__ADS_1
Daniel terkekeh mendengarnya dan menanggapi seadanya "of course"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...