
...Happy reading🥰...
...----------------...
"Ihhh kalian diem deh. Sheila lapal nih pengen makan bukan libut" Kesal Sheila
"Tio sama Xavier nakal" Celine memalingkan wajahnya serta dengan bibir yang sudah maju beberapa centi.
"Ayo, Celine bolehkan makan bekal Sheila" Ajak Sheila
Wajah celine berbinar "Benelan Sheila? " Tanyanya sangatlah antusias
"Ckkk dasar cewe" Decak 2 bocah laki-laki itu
"Silik aja" Delik celine
Dan mereka pun lanjut makan. Sedangkan di kantor Tika dari tadi menunggu Sheila. Tidak biasanya Sheila begini. Tak ingin memikirkan yang macam-macam Sheila langsung menelpon mbak.
"Halo nyonya"
"Mbak, Sheila dimana? " Tanya Tika khwatir
"Non Sheila sedang makan sama Teman-teman nya nyonya. Katanya non Sheila mau makan sama temannya nyonya"
"Oh gitu ya mbak. Yasudah, jagain sheila ya mbak"
Tutt
Tak terasa kini waktu sudah pukul 11 siang yang berarti kini sudah waktunya mereka pulang. Di dalam mobil kini Tika mau deeptalk dulu sama Sheila.
"Sheila, Sheila tau nggak? Mama sedih tau Sheila nggak mau bicara lagi sama mama" Tika mendalami peran dengan memasang muka sedih dan mata berkaca-kaca
__ADS_1
Sheila tetap diam memandang luar jendela.
Tika kehabisan cara membujuk Sheila. Tak ada pilihan lain ia pun berpura-pura nangis.
"Hiks hiks Sheila nggak sayang mama lagi hiks. Kakak Sheila juga nggak mau punya adik, pasti adiknya jadi sedih nih hiks" Lelehan air mata keluar membasahi pipi Tika.
Nah nah akhirnya si empunya juga menoleh menatap Tika. Sheila yang tak ingin melihat mamanya menangis segera menghambur kedalam pelukan mamanya.
"Cup cup cup, mama jangan sedih lagi. Sheila nggak malah lagi kok" Bujuknya sambil tangan mengusap-usap punggung Tika.
"Maafin Sheila ya ma"
Cupp
Satu ciuman mendarat di pipi Tika
Tika langsung menghapus sisa air mata di pipinya. Dan membalas pelukan Sheila.
"Sheila beneran nggak marah lagi sama mama? "
Tika mengambil tangan Sheila meletakkan di atas perutnya "Terus Sheila udah nerima adik nggak? Adik sedih loh, liat kakak nggak sayang sama adik"
"Telima ma, kakak sayang adik kok"
Senyum Tika merekah ketika mendengar penuturan Sheila.
Cup. Cup. Cup
Ciuman bertubi-tubi Tika layangkan pada Sheila.
"Makasih sayang. Adik juga sayang kakak"
__ADS_1
Akhirnya kakak Sheila udah nerima dedek bayi nihh🥰
Kini tibalah mereka dirumah yang tampak sperti tak adaa penghuninya. Tika dan Sheila langsung bersih bersih sebelum tidur siang.
"Sheila mau telpon ayah nggak? " Tanya Tika pada Sheila yang sedang nen dalam Pelukannya
"Mau mau ma" Ucap Sheila antusias
"Oke, ayo kita telpon papa" Tika langsung mengambil HP nya yang berada di atas nakas dan mendial nomor Daniel
"Hmmm halo, ada apa" Daniel menjawab telpon dengan mata masih tertutup.
"Papaaaaa" Pekikan Sheila membuat si empunya langsung membuka mata terkejut melihat ke layar HP yang menampilkan 2 wanita cantik dan yang bikin Daniel terkejut lagi adalah melihat sebelah dada Tika yang terbuka. Salahkan saja Sheila yang tetap mau nen saat bicara sama papanya.
"Eh Sheila sayang. Apakabar sayang? " Tanya Daniel. Mata Daniel dari tadi hanya memandang ke arah Tika, rasanya ia amat rindu dengan sang istri. Sedangkan Tika, ia hanya memandang Sheila.
"Bawik pa" Ucap Sheila tak jelas. Karna berbicara dengan masih menghisap nen.
Setelah berbincang lama dengan sang papa, Sheila tanpa sadar terlelap dengan HP masih tersambung. Tika bersyukur karena Sheila tak membahas perihal sang adik.
Tinggallah Daniel dan Tika dengan keadaan amat mencekam. Daniel sengaja diam, ia menunggu Tika untuk mengatakan sesuatu. Tapi sudah lama menunggu Tika juga tak kunjung membuka mulutnya. Hal itu membuat Daniel naik darah.
"Apa kau tak ingin mengatakan sesuatu padaku? " Tanya Daniel dengan wajah datar dan dinginnya
Tika mengerut kening bingung "Heumm? Katakan apa? "
"Sepertinya kamu memang berniat tak ingin memberitahuku. Bukankah begitu? "
"Apa ia sudah tau? Tapi tak mungkin" Batin Tika
"Apa maksudmu? " Ketus Tika
__ADS_1
"Kau hamil, right? " Ungkap Daniel tersenyum smirk
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...