Posesif Duda

Posesif Duda
Kedua


__ADS_3

Di Malam hari ketika tika sedang membaca Novel dia terkejut ketika melihat bajunya yang sudah basah di area dadanya. karena panik dia berteriak memanggil mamanya.


"Maa... mamaa.. " Teriak Tika dari dalam kamar


Brakkk


Pintu dibuka cukup kuat oleh mamanya


"kenapa" tanya mama panik, raut wajah mamanya khawatir terjadi sesuatu pada sang anak. Mama Tika melihat sang anak yang duduk di tempat tidur dengan baju yang sudah basah dibagian depan.


"Ini ma baju Tika basah. Asinya udah keluar dari tadi banyak banget" Tika juga sama panik seperti mamanya tadi tapi bedanya dia panik karna nggak tau gimana cara agar asinya idak keluar terus terusan.


Puspita menghela napas kasar, dikira kenapa sang putri berteriak dengan keras, rupanya hanya masalah sepele.


"Untung anak, kalau nggak udah tak ketok kepalanya pakai panci"


"hufff.... mama kira kenapa, kamu buat mama panik saja Tika. Untung adikmu tidak bangun" ucap mamanya dengan nada tegas.


"Tunggu sebentar mama ambil pompa, biar asinya berkurang"


Sesudah drama tentang asi sekarang Tika tidur dengan nyenyak di tempat tidur.


...----------------...


...Pagi hari Tika bangun membantu mamanya memasak di dapur. Tapi tak lama dari itu terdengar suara sang adik yang nangis di gendongan sang papa....


"Tika stok asi sudah habis, sekarang coba kamu susui adikmu dulu" Ucap sang mama yang melanjutkan memasaknya


"Iya bu" segera Tika bawa adiknya ke kamar untuk dia susui, *********** pun sudah penuh sejak tadi.


Tika membuka 3 kancing bajunya,mengeluarkan payudara sebelah kanan dan langsung diberikan pada mulut sang adik.


"Shhhh... pelan pelan Arsen" ringgis Tika. Sang adik sungguh sangat kuat menghisap ***********.


Setelah beberapa menit akhirnya Arsen tertidur dan Tika pun meletakkan Arsen diatas tempat tidurnya, biarlah nantik mamanya yang ambil. Tika memompa *********** untuk stok adiknya nanti ketika mengajar.

__ADS_1


Tika sekarang sudah tampil cantik dengan rambut yang diurai sepinggang, baju kemeja putih serta rok dibawah lutut berwarna moccha. Tanpa sarapan Tika segera menuju


Sesampainya disekolah Tika segera memasuki kelas.


"Good morning" Sapa Tika kepada muridnya dengan senyuman yang penuh dengan keceriaan.


"Morning miss" Balas muridnya secara bersamaan.


"How are you today? " tanya Tika


"I'm fine" jawab semuanya serentak, tapi fokus Tika tertuju pada gadis kecil yang rambutnya di kuncir dua itu tak menjawab pertanyaan tadi. Gadis itu duduk termenung menatap tak minat kedepan. Tika berjalan mendekati gadis itu.


"Sheila" panggil Tika dengan lembut, ya gadis itu Sheila. Sheila tak menjawab dia hanya mendongak menatap Tika dengan sedih.


"Sheila kenapa? " tanya Tika lembut. Dengan ragu ragu Sheila menjawab.


"T-tidak papa miss" cicit Sheila. Ia kembali menunduk tak berani menatap Tika. Tika berfikir pasti ada sesuatu dengan Sheila. Tika mengajak Sheila Keluar kelas untuk mengetahui kenapa Sheila, apakah ada temannya ada yang usil. Sehingga membuat Sheila sedih.


Kini Tika dan Sheila berada di taman, Tika berjongkok berhadapan dengan Sheila yang duduk di taman. Tika sengaja membawa Sheila ke taman karena keadaan sekitar yang sepi dan suasana asri bisa membuat Sheila tenang.


Mata Sheila berkaca kaca menatap kearah Tika. Dengan ragu ragu ia menjawab "hiks.. hikss... p-papa miss hikss... p-papa jahat hikss" pecah sudah tangis Sheila yang sudah di pendam dari tadi.


Karena Sheila menangis segera Tika rengkuh tubuh mungil itu ke dalam dekapannya. "Papa Sheila memang kenapa? "


"papa hikss... papa kemarin hiks...janji we'end pelgi Timezone. Tapi kemalin papa malah berangkat pelgi kelja, mbak bilang papa pulang besok. Padahal besok we'end nya hiksssss" Jelas Sheila dengan masih Sesenggukan.


"Miss, apa Sheila boleh minta sesuatu? " Tanya Sheila menatap Tika penuh harap.


"Boleh, minta apa sayang" Ucap Tika mengernyit bingung yang sedang merapikan rambut Sheila yang terkena mata.


"E-ehmmmm tapi miss jangan marah ya"


"Miss enggak bakalan marah kok"


"Miss boleh enggak temenin Sheila main Timezone, soalnya Sheila udah nggak sabar. kalau miss enggak bisa juga tidak papa" ucap Sheila pelan dengan ketakutan.

__ADS_1


Tika diam berfikir memangnya mama Sheila kemana? kenapa Sheila meminta dirinya untuk menemani nya.


Apakah mama Sheila sudah meninggal?.


karena tak mau menduga duga Tika langsung bertanya pada Sheila.


"Mama Sheila kemana" tanya Tika hati hati


Sheila yang awalnya memang sedih kini bertambah sedih lagi. "Sheila nggak tau mama dimana miss, waktu Sheila tanya papa papa selalu diam" jawab Sheila. Kini mata Sheila tampak berkaca-kaca kembali.


"Pantas saha ibu Sheila tak pernah kelihatan, kasihan sekali Sheila. Anak sekecil ini harus menerima cobaan yang sangat besar" batin Tika seakan menjerit ketika menatap gadis di pelukan dia ini.


"Maaf kalau miss buat Sheila sedih"


Setelah dia pikir tidak ada salahnya menemani Sheila bermain besok agar ia tak sedih lagi. Lagi pula besok dia tidak ada agenda apapun.


"tapi miss bisa nya sore. Apakah mau? "


"Seriusss misss" Pekik Sheila senang. sekarang dia memeluk erat tubuh Tika saking senangnya. Tapi tak bertahan lama Tika mati kutu dibuat oleh Sheila karena pertanyaan nya itu.


"Miss, kok dada miss basah? " tanya Sheila yang menatap polos pada Tika. Tika terkejut mendengar pertanyaan Sheila yang membuat dia ingin menenggelamkan kepala kedalam laut.


"Waduhhh, kok bisa basah segala sih. Bagaimana ini apa yang harus aku jawab"


"A-aaanu i-ini keringat miss ya ya keringat miss. Baju miss jadi basah deh heheheh" kekeh Tika. padahal dia sekarang gelagapan menjawab pertanyaan Sheila tadi.


"Benar miss?" tanya Sheila yang masih tampak tak percaya, karena melihat baju Tika basah hanya bagian dada saja.


"Benar, sekarang Sheila masuk kelas ya. Miss mau ke toilet sebentar"


Setelah memastikan Sheila ke kelas, Tika buru buru berjalan menuju parkiran. Jika dia keruang guru pastinya banyak pertanyaan yang harus dia jawab nanti. Kebetulan dia membawa pompa dan baju ganti di mobil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Thank you, yang udah baca🥰.

__ADS_1


__ADS_2