
"Tujuan? Seperti apa? Sebelumnya kamu berkata bahwa kamu hanya sebatas teman di tugas kelompok, kan?" Tanya Rani, sepertinya khawatir dengan hubungan misterius antara Alina dan Guntur.
Ina yang sudah pernah diberitahu sebelumnya tentang tujuan Alina dan Guntur, hanya diam dan melanjutkan mengupas beberapa buah-buahan.
Obrolan terus berlanjut antara mereka bertiga, tak lama setelah itu saat malam mulai tiba Claude datang lagi untuk bergantian menjaga Alina. Ina segera pulang ke kediaman Agra, Rano dan Rani tak lama setelah itu juga segera berpamitan untuk pulang.
"Kenapa kau datang lagi? Bukankah katamu, kau ingin menangani perusahaanmu?" Tanya Alina pada Claude.
"Ayahmu lagi-lagi membantu perusahaanku, sedikit membuatku tenang. Aku bisa menggantikan Ina untuk menjagamu di malam hari." Jelas Claude, lalu segera duduk di sebuah kursi yang ada di sebelah ranjang Alina.
Malam itu Alina dan Claude hanya sedikit bicara, Alina cukup mengantuk setelah beberapa obrolan dengan Claude, ia pun segera berpamitan untuk tidur.
Keesokannya, saat Alina baru bangun, ia melihat Claude sedang tertidur pulang di kursinya.
"Sepertinya dia cukup kelelahan, sampe-sampe tidur duduk di kursi, dan masih memakai kacamata haha." Pikir Alina terkekeh kecil.
Beberapa menit kemudian, Claude bangun, saat itu Alina sedang melihat berita di tv yang ada di kamar inap itu.
"Udah bangun ya?" Tanya Alina pada Claude yang perlahan membuka matanya.
"Jam berapa ini?" Tanya Claude yang masih setengah sadar kepada Alina.
"Jam delapan lebih sedikit, ada apa?"
"Jam sebelas aku harus rapat dengan para karyawan kantorku…" jawab Claude lalu berdiri dan meregangkan tubuhnya, "Jam sepuluh nanti Ina akan datang, aku akan pulang sekarang." Sambung Claude.
"Kau akan meninggalkanku sendirian di sini?" Tanya Alina.
"Sepertinya ada yang berharap untuk aku segera pergi dari ruangan ini." Jawab Claude sambil tersenyum tipis dan menunjuk seseorang yang berdiri di pintu kamar inapnya Alina.
"Guntur? Ngapain kau kesini lagi?" Tanya Alina pada orang yang ditunjuk oleh Claude, yang ternyata adalah Guntur.
Claude pun langsung meninggalkan Alina, dan saat berjalan keluar dari kamar inap, ia menepuk bahu Guntur dan tersenyum padanya.
Guntur lalu duduk di tempat yang dipakai Claude untuk tidur sebelumnya.
__ADS_1
"Kau gak ke sekolah apa gimana?" Tanya Alina lagi pada Guntur yang tiba-tiba duduk di samping ranjangnya.
"Enggak, aku emang gak berniat sekolah hari ini."
"Terus? Ngapain ke sini lagi?"
"Kemarin aku kesini, kan? Di sini suasananya enak, gak serame di sekolahan, buat tenangin pikiran enakan di sini." Jawab Guntur, seperti biasa dengan muka tanpa ekspresinya.
"Kau pasti datang hanya berharap bertemu dengan kakakmu, kan?"
"Enggak. Dan juga, kau liat berita pagi ini?"
"Guntur-Guntur, kenapa tiba-tiba ganti topik sih. Iya aku liat, kenapa?"
Guntur lalu menunjukkan sebuah foto dari HP-nya pada Alina, Alina cukup kaget dengan foto itu. Di foto itu, Guntur sedang selfie dengan seseorang yang tergeletak penuh darah di belakangnya, dan Alina langsung sadar kalau yang tergeletak di belakang Guntur itu adalah seseorang yang menembaknya.
"Hah? Apa-apaan ini?!" Tanya Alina dengan tegas dan cukup terkejut.
"Aku pernah dibuat berutang budi olehmu, kau menyelamatkan ku di kelas waktu itu, kau bilang kalo hanya boleh kau yang membunuhku, kan? Maka aku akan bilang, hanya boleh aku yang membunuhmu." Jawab dan jelas Guntur.
"Yah, apapun itu, yang jelas pekerjaanku emanglah membunuh, hal ini termasuk hal yang wajar bagiku."
"Ayahku aja gak mau membalas dendam apapun itu, aku pun sama. Aku lebih baik gak balas dendam pada orang yang jahat padaku." Alina kali ini menunjukkan wajah penuh kecemasan.
Guntur lalu menghela nafas panjang, "Haaah~ Biar aku bercerita sedikit aja. Aku itu bekerja sebagai pembunuh yang profesional, pembunuh yang dibayar untuk pembunuhan. Dan yang pastinya, aku akan menutupi identitasku dari siapapun, tak terkecuali kau juga." Ucap Guntur.
"Lalu? Apa hubungannya dengan membunuh orang yang mencelakai ku?" Tanya Alina.
"Gak ada, itu adalah murni keinginanku sendiri untuk membunuh orang itu, aku gak dibayar siapapun. Udah kubilang kan? Aku membalas budimu." Jawab Guntur.
Dan benar saja, tak lama setelah mereka mengobrol, muncul berita kematian seseorang di TV. Dan karena kematiannya cukup tragis, berita ini cukup ramai dibahas oleh orang-orang di Kota M.
"Oh ya, dan satu lagi. AC disini cukup dingin ya? Enak banget kalo tidur di sini." Ucap Guntur.
"Dingin darimananya? Ini panas lho, lebih dingin suasana rumahku." Balas Alina.
__ADS_1
"Apa iya? Aku sih gak peduli, ini aja udah cukup dinginnya." Jawab Guntur lalu ia menyenderkan dirinya pada kursi, persis seperti saat Claude tidur.
Tak lama setelah itu Guntur benar-benar tertidur, dan tenang. Alina hanya melihatnya tertidur, sambil terus melihat TV.
"Nih anak, bener-bener misterius. Baru kemarin dia berpamitan pulang, tau-tau udah membunuh orang. Sepertinya ia sangat profesional, itu membuatku penasaran, apa yang membuatnya membunuh orang tuanya." Piki Alina.
"Pemirsa, dicurigai pembunuh yang membunuh Pemimpin Perusahaan DM masih duduk di bangku SMA, saat ini tim polisi akan mulai mengecek dan menginvestigasi para siswa-siswi dari berbagai SMA yang ada di Kota M." Ucap reporter berita yang Alina tonton.
"Lah? Oh jadi, ini alasan si brengsek ini lari kesini? Pinter juga ngelesnya." Pikir Alina sambil memandang jijik pada Guntur yang tertidur di bangku sebelahnya.
Alina lalu menghubungi Rani lewat media sosial.
"Halo Rani~"
"Haloo Alinaaaa~ Ada apa?"
"Aku barusan ngeliat berita katanya bakal ada pengecekan oleh polisi di berbagai SMA, di SMAN 1 udah ada polisi?"
"Udah Alina, ini sedang diinterogasi oleh beberapa polisi. Eh tau gak, Guntur izin sakit lho… Maksudku apa kamu gak khawatirin dia? Haha…"
"Kau gak tau sih Rani ia ada di sebelahku," pikir Alina sambil tersenyum pada Guntur.
"Oh ya? Wah gak tau aku Rani, ternyata si brengsek itu bisa sakit juga ya? Haha.." Jawab Alina pada Rani.
"Yaudah deh Alina, kamu cepat sembuh ya, dadah~ Oh ya, salamin dong sama mas-mas yang kemarin datang waktu aku dan Rano pamitan pulang." Ucap Rani, merujuk pada Claude.
"Wah sayang banget, kamu lahirnya telat Rani. Claude udah beristri haha…" Jawab Alina ngakak sendiri.
"Yah, pupus harapanku haha… Yaudah deh, dadah~" Ucap Rani, dan lalu memutus panggilannya.
"Heh ada-ada aja si Rani." Ucap Alina, dan tiba-tiba seseorang datang ke kamar Rani.
"Nonaaa~" Ucap orang itu dengan semangat, dan lalu terhenti semangatnya saat melihat Guntur tertidur di samping Alina.
"Eh?" Lanjutnya, yang ternyata itu adalah Rudi, membawa sekantong jajanan supermarket, yang juga tiba-tiba ia jatuhkannya saat melihat Guntur tertidur di samping Alina.
__ADS_1
-