PUJAKU Mayang

PUJAKU Mayang
Iba Dari Arjuna


__ADS_3

Kami ber-tujuh langsung memasuki ruang bilas untuk membersihkan diri, di tempat ini kami sering berkumpul dan bercanda, melepaskan penat, yang terus mendera. Namu untuk kali ini akan sedikit berbeda rasanya, karena aku melihat seseorang yang sedang mengintip di selah-selah pintu, dan tiba-tiba pintu itu bergerak perlahan dengan sendirinya, membuat wajah seseorang yang sedang mengintip kami terlihat jelas. Betapa terkejutnya aku ternyata orang itu adalah


‘Arjuna. Kok dia bisa ada disini?’


Ternyata wajah yang sedari tadi kuperhatikan, wajah yang daritadi bersembunyi di balik pintu, adalah lelaki yang sedari tadi mengganggu hati dan pikiranku.


‘kenapa Arjuna ada disana? Darimana juga dia tau aku ada di sini, dan bagaimana caranya masuk kesini, bukankah di depan ada dua satpam yang menjaga tempat ini?’


Kemunculan Arjuna di balik pintu ruang bilas membuat pikiranku dipenuhi dengan pertanyaan.


“Hooy, ngapain kamu di situ,” Kak Melly berteriak, dan teriakannya itu membuat arjuna terkejut dan lari secepat mungkin dari tempat pemantauannya.


“Heey, jangan kabur kamu, dasar pengecut.” Kak Melly menyuruh Arjuna untuk tida melarikan diri. Aku bingung dengan teriakannya yang membuatku ambigu


‘Kenapa Kak Melly nyuruh pria itu jangan lari, dan apa maksudnya dia berteriak pengecut. Buaknnya bagus ya kalau Arjuna pergi, kan jadinya tidak ada yang mengintip kita lagi.’ (maafkanlah Mayang yang lemot ini ya)


Semuanya berlarian mengejar Arjuna, tapi kenapa aku ikut panik juga, dan aku malah ingin menolong Arjuna agar lolos dari kejaran mereka, tetapi karena aku membawa handuk kecil dan pakaianku juga basah karena disiram oleh kakak-kakak seniorku jadi aku tidak bisa lagi memakainya, dan aku harus menuju ke ruang ganti terlebih dahulu.


Aku melihat ada yang aneh dengan pintu ruang ganti yang sedikit terbuka tak seperti biasanya, perlahan aku menghampiri pintu itu, dengan pelan-pelan aku membukanya, lalu kepalaku terlebih dahulu mengintip kedalam selah pintu yang sudah terbuka. Ruangan di balik pintu memang terlihat aman dan masih rapih. Kemudian aku menyalakan lampu ruangan, dan semuanya masih terlihat aman.


‘huuhh, banyak kejadian menarik semenjak aku bertemu Arjuna, padahal ku baru melihat nya siang tadi. Dia membuatku makin penasaran saja. Andaikan dia tak beristri.’ Aku bergumam dalam hati sambil membuka lemari pakaian tempatku menaruh pakaian


‘Tentu saja namanya juga lemari pakaian bukan lemari baju, kalo lemari baju pasti buat menyimpan baju kan. Karna aku mau mengambil pakaian dan bukan mau mengambil baju jadi aku membuka lemari pakaian dan tidak membuka lemari baju.’


Dan betapa terkejutnya aku, ternyata Arjuna sedang bersembunyi di dalam lemari pakaian yang bukan lemari baju karna ini tempat menyimpan pakaian bukan tempat menyimpan baju. (thor kau mulai lagi). Oke maaf. Rupanya Arjuna yang sedang dikejar bidadari yang lain sedang bersembunyi di dalam lemari pakaian yang bukan lemari baju. (Astaga)

__ADS_1


*****


Untuk beberapa saat keheningan tercipta dalam ruangan ini. Hanya saja mata kami yang saling bertatapan sambil membincangkan perbincangan yang hanya dapat didengar oleh hati. Oleh hati yang disertakan cinta, dan mata yang penuh pancaran asmara. Untuk kesekian kalinya mata kami bertatapan, tetapi hatiku masih saja belum terbiasa dengan tatapan Arjuna yang penuh dengan karisma. Arjuna pun hanya diam, mungkin dia terkejut sampai tak bisa berkata apa-apa lagi.


Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, aku menutup pintu lemari pakian yang bukan.


‘bagaimana dia bisa ada di dalam lemari ini, dan kenapa sangat kebetulan sekali aku yang menemukannya, kan bisa bahaya juga kalau orang lain yang menemukan Arjuna.'


Kemudian aku mengunci pintu itu sementara dari luar, agar tidak ada yang membuka lemari pakaian yang bukan lemari baju ini, dan segera membuka lemari dan mengambil baju untuk dikenakan karena saat ini tubuhku masih hanya terlilit handuk, dan melihat situasi di luar ruangan, karena takut ada yang hendak masuk ke dalam ruang ganti ini. Setelah memastikan situasi di sekitar ruangan aman, aku kembali membuka lemari tempat arjuna bersembunyi.


“Aku ada di surga?” kata-kata yang pertama kali kudengar saat aku membuka pintu lemari, dan suara itu berasal dari arjuna. Dengan wajahnya yang terlihat panik itu membuatku ingin tertawa.


“Pfftt … Tenang, kali ini kamu masih selamat.” Untung saja aku masih bisa menahan tawaku, kalau tidak aku takut seseorang di balik ruangan ini pasti akan mendengarnya.


Aku mengulurkan tanganku kearah Arjuna, seraya meraih tangannya yang sedang memeluk lututnya. Dan tangannya pun menyambut uluran tanganku, sekarang jari-jemari kami menyatu saling menggenggam erat. ‘


Seakan tak puas hanya dengan saling menggenggam, aku menarik tangannya agar tubuhnya dekat dengan tubuhku dan agar tidak ada jarak antara aku dan dia.


Bagai orang yang serakah, tak hanya tangan dan tubuhnya, aku juga menginginkan nafas yang dia hirup, agar hidungku dan hidungnya menghirup udara yang sama.


Kemudian aku membawanya berlari bersamaku, menarik tangannya, memaksa agar langkah kakinya hanya menginjak tanah, yang ada bekas langkah kakiku.


Aku memeriksa keadaan di luar ruangan, memastikannya aman untuk aku dan juna lalui. Setelah benar-benar aman, aku dan arjuna perlahan-lahan keluar dari ruangan ini, dengan langkah yang sangat pelan agar tidak menimbulkan suara.


“Mayang, kamu sedan apa di situ?” terdengar ada suara orang yang menyebut namaku dan jaraknya sangat dekat. Saat aku menoleh ke arah suara itu. Rupanya itu adalah suara Kak Tiar yang memanggil namaku.

__ADS_1


“Aah … Anu Kak Tiar, aku sedang … Emmm … mencari jepit rambutku Kak, iya jepit rambutku ilang tadi Kak.” Kehadiran Kak Tiar benar-benar mengagetkanku hingga membuat aku gelagapan.


‘Astaga aku benar-benar terkejut, rasanya jantungku mau copot … untung saja Arjuna bersembunyi di balik dinding, kalau tidak semuanya bisa kacau.’


“Kamu hati-hati ya, cowok mesum tadi belum ke tangkap.”


“Iya Kak Tiar, tenang aja, Kakak tau kan aku wanita ganas disini.” Aku membanggakan sesuatu yang tidakku punya.


“Yasudah, kalo udah ketemu cepet istirahat ya!”


“Iya Kak Tiar, siap.”


‘Ayolah Kak Tiar cepet pergi, aku mau bawa arjuna pergi,’ kataku dalam hati sambil menutupi Arjuna yang sedang duduk di balik dinding dan aku menghalanginya dengan kakiku.


Akhirnya Kak Tiar pun menjauh dari keberadaan kami, dia berjalan dengan cepat.


‘sepertinya Kak tiar dan yang lainnya masih mencari Arjuna si pengintip ini.’


Aku membalikan badanku, untuk memberi tahukan bahwa keadaan sudah aman. Namun entah mengapa, Arjuna seakan sedang tenggelam dalam lamunan yang dalam. Dia menatapku penuh dengan kesedihan.


‘Dia kenapa? Apakah dia sedang menatapku dengan rasa kasihan atau rasa iba?’


Entah apa yang ada di dalam pikiran Arjuna sekarang, tetapi entah mengapa aku merasa direndahkan oleh tatapannya itu.


‘Aku tidak butuh di kasihani. meskipun kasihan berasal dari kata kasih, tapi matamu tak memberiku kasih apapun. Yang ada aku malah merasa direndahkan.’

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2