Put Your Head Shoulder

Put Your Head Shoulder
episode 1


__ADS_3

Di sebuah kamar asrama di sebuah universitas, seorang mahasiswi terbangun oleh bunyi teleponnya. Dia berniat mengangkatnya, tapi sepertinya dia masih ngantuk sampai dia malah tak sengaja menjatuhkan ponselnya ke kolong kasur, mana tuh ponsel jatuhnya dari tempat tidur susun lagi.


lalu dia pun beranjak turun dari tempat tidur tersusun itu. pada saat dia sedang ingin mengambil ponselnya itu.


dia tidak sengaja menemukan uang 10 RMB. disamping ponselnya tersebut ,


dia pun langsung menggambil uang 10 RMB. dengan menunjukkan wajah yang tersenyum itu.


tetapi seketika dia merasa sedih karena layar ponselnya retak.


Setelah itu dimeja dia melihat sebuah kertas yang berisi daftar rencana masa depannya tersebut dan dia langsung membuka kertas itu serta membacanya dengan wajah tersenyum.


Tak lama kemudian, gadis itu sudah berdandan cantik pakai gaun putih dan tas punggung hitam . Pria itu nge-chat tak lama kemudian dan memberitahu kalau dia sudah menunggu di bawah, gadis itu pun langsung keluar kamar dengan riang sambil memperkenalkan dirinya pada kita.


Pria itu sudah menunggu di depan dan Mo Mo tampak sangat bahagia bertemu dengannya.


Namaku Si Tu Mo (kita panggil dia Mo Mo). Aku mahasiswi senior jurusan akuntansi, tapi aku ingin bekerja di bidang periklanan. Makanya aku belum mendapat pekerjaan."


Dia Fu Pei, dia adalah... teman baikku."


Aku sudah mengenal dia ketika kami masih kecil. dia selalu membantu aku disaat aku sedang mengalami kesulitan apapun.

__ADS_1


"Aku selalu berpikir kalau kalau hubungan kami akan semakin dekat suatu hari nanti. Makanya aku menanti-nantikan saat itu tiba. " pikir Mo Mo di dalam pikirannya itu.


Tiba-tiba muncul sepeda lain dari arah yang berlawanan. Kejadiannya begitu mendadak hingga kedua sepeda itu saling bertabrakan dan ketiga pengendaranya terjatuh.


Fu Pei langsung mengenali si penabrak ganteng itu, Gu Mo Yi. Tapi Gu Mo Yi cuek dan lebih mengkhawatirkan Mo Mo, apa dia baik-baik saja?


Aku baik-baik saja, aku punya respon yang cekatan." jawab Fu Pei dengan pedenya.


"Aku tidak tanya padamu." Dingin Mo Yi.


Dan saat itulah Fu Pei baru ingat dengan Mo Mo yang sesaat dia lupakan padahal Mo Mo masih duduk di aspal. Dia berniat membantu Mo Mo bangkit, tapi ujung gaunnya Mo Mo tersangkut rantai sepeda dan ujung-ujungnya dia tidak melakukan apapun untuk membantunya.


Akhirnya Mo Yi yang lebih perhatian dengan menunduk di hadapan Mo Mo. Dia bisa menduga kalau Mo Mo sedang buru-buru, maka dengan santai dan cueknya dia menangani masalah itu dengan cara "BREEET! "Menarik paksa ujung gaun Mo Mo sampai robek. lalu Mo Mo pun berusaha untuk berdiri kembali.


Mereka tiba di tempat wawancara tak lama kemudian. Tapi alih-alih memberi Mo Mo semangat atau semacamnya, Fu Pei malah santai main game. Bahkan kemudian dia ditelepon teman-temannya yang memaksa menyuruhnya datang ke warnet.


setelah selesai menerima telepon temannya itu Fu Pei melihat ke arah Mo Mo yang sedang duduk dibelangkangnya tersebut.


Fu Pei berpikir sejenak bahwa dia tidak enak kalau harus meninggalkan Mo Mo, tapi orang di seberang terus memaksanya datang dan membantunya mengalahkan si gamer cewek itu. Dia bahkan menjanjikan akan memberikan semua equipment game-nya untuk Fu Pei.


Akhirnya Bujukannya sukses membuat Fu Pei menyerah. Tapi dia tidak berterus terang pada Mo Mo, malah menggunakan alasan mau membelikan gaun baru untuk Mo Mo biar dia bisa pergi.

__ADS_1


Lalu seketika Mo Mo merasa sedih dan kecewa .tapi sepertinya hal seperti ini sudah biasa terjadi hingga dia pura-pura mempercayai alasan Fu Pei dan membiarkan Fu Pei pergi meninggalkannya. Tak lama setelah dia pergi, Mo Mo pun dipanggil masuk.


Pada saat yang bersamaan, Mo Yi masuk ke sebuah ruang kelas untuk mengikuti ujian seleksi sebuah proyek yang diadakan Profesor Jiang. Saat teman sebelahnya minta pinjam pensil ke dia, Mo Yi santai saja mengeluarkan sesuatu ke atas meja yang dia kira tempat pensil, padahal itu pembalut wanita.


Terang saja kejadian itu langsung membuat satu kelas memandang Mo Yi dengan aneh. Pengawas ujian masuk tak lama kemudian, Mo Yi kontan panik menyembunyikan benda itu laci meja.


tidak lama kemudian pak Pak Pengawas lalu menyuruh para peserta untuk mengeluarkan kartu mahasiswa dan kartu ujian mereka. Tapi saat Mo Yi menggeledah tasnya, dia malah mendapati map berisi resumenya Mo Mo.


Saat itulah dia baru sadar kalau tadi dia salah ambil tas yang bentuk dan warnanya mirip karena kedua tas itu letaknya berdekatan.


Mo Mo duduk tegang menghadapi ketiga pewawancaranya yang sedang menilai penampilannya dan gaunnya yang sedikit robek. Tapi saat dia disuruh memperkenalkan dirinya, dia memperkenalkan dirinya dengan penuh percaya diri.


Mereka heran kenapa Mo Mo ingin bekerja di bidang periklanan padahal dia jurusan akuntansi? Mo Mo mengaku kalau dia sebenarnya menyukai advertising.


Dia masuk akuntansi hanya karena orang tuanya berpikir kalau jurusan akuntansi bisa cepat dapat pekerjaan. Tapi setelah dia kuliah, dia tetap lebih memilih advertising, makanya dia juga mempelajari advertising dan membaca banyak buku-buku kreatifitas.


Tapi saat para pewawancara membuka map itu, mereka malah mendapati isinya adalah laporan fisika tentang penelitian gaya kuantum.. Pfft! Iklan macam apa ini? tanya salah satu seorang pewawancara tersebut .


Mo Mo merasa bingung dan dia asal saja mengklaim kalau itu adalah iklan untuk sebuah game lalu buru-buru menggeledah tasnya


tapi malah tambah bingung mendapati isi tasnya cuma buku-buku dan kartu ujian atas nama Gu Mo Yi.

__ADS_1


Terang saja semua ini membuat para pewawancara jadi kesal mengira Mo Mo tidak serius dengan wawancara ini. Lebih baik dia tidak usah membuang-buang waktu mereka. dan wawancara Mo Mo pun gagal. Hal itu membuat Mo Mo merasa sedih .


lalu Mo Mo pun bergegas untuk pergi meninggalkan tempat wawancara tersebut dengan wajah cemberut itu.


__ADS_2