
Ketiga murid Prof Jiang sedang sibuk dengan penelitian mereka saat Wei Yi mendapat sms dari prof Xu bahwa hasil CET4 dan CET6 (ujian bahasa Inggris) sudah diumumkan.
Tapi saat Zhou Lei melihat Wei Yi pegang ponsel, dia langsung ngadu ke Prof Jiang dann menuduh Wei Yi mainan ponsel. Prof Jiang malah santai saja, dia kan tidak pernah melarang. Pfft! Speechless deh Zhou Lei.
Malah saat Wei Yi memberitahunya kalau hasil CET4 dan CET6 sudah diumumkan, Zhou Lei sendiri langsung semangat mengecek ponselnya lalu menyombongkan nilainya yang dapat 639, kalau Wei Yi dapat berapa?
Wei Yi dengan santainya menunjukkan hasilnya... 671. Pfft! Zhou Lei tidak terima kalah dan menuduh Wei Yi main curang.
Fu Pei masih duduk melamun di depan stadion saat teman sekamarnya menelepon dan mengajaknya main game. Dia juga memberitahu Fu Pei kalau cewe gebetannya itu ternyata teman sekamarnya Mo Mo. Makanya dia meminta Fu Pei untuk tanya ke Mo Mo tentang apa yang disukai gebetannya itu, soalnya dia mau ngasih hadiah.
"Mo Mo tidak akan mengangkat teleponku lagi."
Mo Mo dipindahkan ke sebuah kantor advertising, kantor impiannya yang kontan membuatnya sumringah, tapi pastinya dia tetap jadi akuntan di sana.
__ADS_1
Yang paling menarik perhatiannya adalah setumpuk lolipop yang dihiasi gambar kartun wajah-wajah para pekerja. Melihat itu, resepsionis langsung memberinya 2 buah sambil memberitahu bahwa para pegawai terbaik, wajahnya akan digambar di lolipop.
"Kenapa?"
"Karena kami ingin para pegawai lain menjilat wajah mereka."
Mo Mo lalu diantarkan ke mejanya lalu diberi intruksi apa-apa saja yang harus dikerjakannya. ibatiba dia melihat dua orang pegawai sedang ribut berdebat tentang gambar bo*ong kelinci padahal itu untuk logo untuk sebuah studio film. Mo Mo cuma bisa menatap mereka dengan iri.
Belum sempat memulai tugasnya, tiba-tiba dia ditelepon ibunya yang mengaku kalau Ibu sedang dalam perjalanan ke rumahnya Mo Mo, Ibu hampir sampai malah. What? Ngapain Ibu datang kemari? Mo Mo panik.
"Bu, kenapa Ibu tidak mau mendengarkanku?! Kasiah tahu aku dulu sebelum Ibu datang. Kenapa malah datang mendadak?! Kenapa tidak kasih tahu aku dulu? Ibu tidak menghormatiku sama sekali!"
Tapi tib-tiba dia ditegur atasannya, terpaksa Mo Mo harus menyudahi teleponnya, tapi di memperingatkan Ibu untuk tidak mengajak Wei Yi atau Mo Mo akan marah sama Ibu.
__ADS_1
Malam harinya, Mo Mo mengajak Ibu makan malam ke sebuah restoran. Nuansanya cukup tradisional, tapi pesan menunya saja sangat modern.
Mo Mo bahkan memesan banyak sekali makanan sampai Ibu protes, bagaimana bisa mereka menghabiskan semua ini? Mo Mo benar-benar pelit. Dia sudah cukup lama tinggal di rumahnya Wei Yi tapi malah tidak mau mengajak Wei Yi makan malam bersama mereka.
"Tidak masalah, lagian dia sibuk."
"Oh, kalian berdua sepertinya sangat dekat."
"Bu!"
Baiklah. Ibu sudah bicara dengan Bibi Xu, Ibu mau ikut pulang ke rumah mereka. Stres deh Mo Mo, dia kan sudah bilang kalau dia mau pindah dari rumah itu, jadi ngapain juga Ibu mau ke sana.
"Kau tidak boleh pindah, ibu tidak setuju. Lagian kan kau dipindahkan ke kantor lain. Kalau tempat kerjamu selalu pindah-pindah, terus kau mau pindah ke mana? Kau harus memikirkan keselamatanmu."
__ADS_1
"Apa Ibu tidak khawatir aku tinggal bersama seorang pria?"
"Makanya ibu datang untuk meninjaunya," santai Ibu.