
Mo Mo membawa Wei Yi ke resto fastfood yang kebetulan sedang ada beberapa anak yang merayakan ulang tahun. Tapi dibanding makanannya, Wei Yi malah lebih tertarik dengan hadiah mainan gasing-nya.
Dia mencoba memainkannya, tapi gasingnya cepat goyah yang jelas saja membuat Mo Mo geli. Dia berniat mau mengajari Wei Yi cara memainkan gasing dengan benar, tapi Wei Yi terlalu gengsi dan langsung merebut gasingnya lagi sambil beralasan kalau meja ini terlalu sempit.
Maka kemudian dia menyingkirkan nampan makan mereka agar dia bisa fokus memainkan gasingnya. Kali ini permainannya memang lebih bagus, tapi tiba-tiba anak-anak yang lagi ultah menghentikan gasingnya dan menantang Wei Yi untuk tanding gasing dengan mereka.
" Anak-anak, mainan ini susah dimainkan. Kalian akan menangis kalau kalah dariku."
"Kau tidak berani bertanding dengan kami, kan? Kau pasti pecundang." Nyinyir si anak yang langsung diikuti teman-temannya. Wei Yi merasa tertantang.
Jadilah keempat anak kecil dan satu anak besar itu tanding gasing dengan Mo Mo sebagai jurinya. Tapi saat gasing mereka hampir terjatuh sementara gasingnya Wei Yi masih berputar tegak, anak-anak itu tiba-tiba saja merebut gasingnya Wei Yi lalu kaburrrr.
Wei Yi sudah kesal saja, tapi Mo Mo dengan cepat mencegahnya biar dia tidak cari perkara dengan anak-anak itu. Sudahlah, Wei Yi yang menang kok.
Wei Yi malah nyercos tentang gasing dan hubungannya dengan hukum fisika yang jelas saja membuat Mo Mo cuma bisa kedip-kedip bingung. Sudahlah, Mo Mo lapar, dia mau makan saja.
Tiba-tiba ada anak lain yang muncul di samping Wei Yi sambil bawa gasing. Tapi ibunya malah menyeret anak itu pergi dan membuat gasingnya ketinggalan. Wei Yi jadi keasyikan lagi mainan gasing sendirian.
__ADS_1
Sementara kedua teman sekamarnya ribut main game, Fu Pei terus berusaha menelepon Mo Mo tapi tidak diangkat. Wei Yi baru pulang tak lama kemudian, Fu Pei heran kenapa dia baru pulang sekarang?
Kami makan dulu." sahut Wei Yi kepada Fu Pei teman sekamar nya itu.
Fu Pei jadi mengira kalau Wei Yi baik hatia banget mentraktir Mo Mo makan, lain kali dia akan traktir Wei Yi sebagai gantinya. Wei Yi mengoreksi, Mo Mo lah yang mentraktirnya.
"Kenapa kau malah membiarkannya mentraktirmu?".
"Kenapa tidak?"
Fu Pei penasaran bagaimana wawancaranya Mo Mo, tapi Wei Yi malah cuma bilang kalau Mo Mo tidur. Wei Yi lalu mengecek tirai otomatis mini yang dia buat sendiri, tapi mendapati barangnya itu sudah diotak-atik orang. Siapa yang menyentuh barangnya?!
Kedua temannya tak ada yang mengaku, malah Fu Pei yang dengan santainya mengaku kalau dia hanya membantu Wei Yi mengetes alat itu.
"Lain kali jangan menyentuh barang-barangku lagi."
Fu Pei penasaran. Bagaimana pendapat Wei Yi tentang Mo Mo, dia cantik, kan? Tangan Wei Yi yang hendak mengetik, seketika membeku mendengar pertanyaan itu... teringat kenangannya bersama Mo Mo dalam perjalanan pulang tadi.
__ADS_1
Mo Mo ketiduran dalam perjalanan bis hingga kepalanya oleng dan tersandar di bahu Wei Yi. Tapi Wei Yi tak suka dan langsung mendorongnya dan otomatis membuat Mo Mo terbangun.
Mo Mo berusaha tetap terjaga. Tapi kantuk benar-benar menguasainya hingga dia tertidur lagi dan lagi-lagi kepalanya oleh sampai tersandar ke bahu Wei Yi.
Wei Yi kontan mendorong kepalanya menjauh. Tapi kali ini sepertinya dia tidak marah, malah kemudian dia sengaja menaruh tisu di bahunya dan saat kepala Mo Mo jatuh lagi ke bahunya, dia membiarkannya saja.
Wei Yi sok cuek mengklaim kalau dia tidak terlalu memperhatikan Mo Mo. Tapi kemudian, dia membrowsing rekaman acara komedi kesukaan Mo Mo yang mereka dengarkan bersama di bis tadi siang.
Shan Shan penasaran bagaimana dengan interview-nya tadi? Mo Mo sinis, itu bahkan bukan perushaan profesional tapi si bosnya malah bilang kalau jurusannya tidak sesuai dengan pekerjaannya.
"Susah memang mendapat pekerjaan yang beda jurusan, tidak usah sedih. Apa kau sudah makan?" tanya shan shan kepada Mo Mo.
"Sudah." jawab Mo Mo dengan menundukkan kepalanya diatas buku miliknya.
" Sama siapa? Fu Pei?" . tanya shan shan kembali kepada Mo Mo.
" Tidak. Sama si cowok lucu yang aku bilang waktu itu."
__ADS_1