
Wei Yi prihatin melihat Mo Mo yang tampak jelas berusaha keras untuk tidak menangis. Fu Pei bahkan berkomentar kalau rumah ini cukup bagus untuk mereka tinggali bersama. Wei Yi mulai kesal dengan tingkah Fu Pei dan langsung membentaknya.
Fu Pei tak peduli dan terus saja nyerocos meminta mereka untuk tidak merahasiakan masalah mereka tinggal bersama ini. Bagus malah buat Wei Yi, Mo Mo gadis yang baik kok. Tapi tidak seharusnya mereka melakukan ini padanya, tidak seharusnya mereka merahasiakan masalah ini darinya, mereka kan teman dekat.
"Memangnya apa hubungan kita? Memangnya apa yang seharusnya kita lakukan sebagai teman?" Tuntut Mo Mo.
Berusaha menutupi perasaannya, Fu Pei malah berkata. "Sebagai teman, aku ingin memberitahu kalian. Si Tu Mo... Gu Wei Yi sangat cocok denganmu. Kuharap kalian berdua bahagia. Baiklah, kalau begitu, aku tidak akan mengganggu kalian lagi. Aku hampir lupa kalau aku ada pertandingan sore ini, aku pergi dulu."
Dia bersikap seolah dia ikhlas dengan hubungan mereka, padahal dia terus melamun sedih sepanjang perjalanan pulang sampai dia tidak sadar kalau dia sudah sampai ke terminal. Pertandingan basketnya bahkan sudah selesai saat dia tiba, pak pelatih sampai kesal melihatnya baru datang.
Mo Mo masih terus membeku di tempat setelah Fu Pei pergi. Wei Yi cemas melihatnya, tapi sama seperti Fu Pei, Mo Mo juga bersikap seolah dia baik-baik saja dan menghindari masalah dengan ini mengomentari wadah buah yang kosong itu, dia mau pergi beli buah, Wei Yi mau buah apa?
"Semangka."
"Semangka? Aku juga suka semangka. Akan kucuci selimutnya lagi, jadi kotor lagi."
__ADS_1
"Si Tu Mo!"
Mo Mo langsung pergi ke kamar mandi dan memasukkan selimut itu ke mesin cuci. Tapi saking tidak fokusnya, jarinya malah terjepit pintu mesin cuci.
Wei Yi sontak masuk ke kamar mandi dengan cemas. "Sakit?"
"Sakit."
"Menangislah kalau kau mau, tidak apa-apa."
"Sakit, tapi aku tidak mau menangis."
Mo Mo sudah tenang kembali saat Wei Yi pulang tak lama kemudian dengan membawa semangka dan hansaplas gambar doraemon.
Mereka membagi semangka itu jadi dua. Wei Yi ingin membahas masalah tadi, tapi lagi-lagi dia tidak punya kesempatan ngomong karena Mo Mo tiba-tiba melahap semangkanya dalam suapan besar. Mo Mo lapar, Wei Yi bilang apa barusan?
__ADS_1
"Semangkamu sepertinya lebih manis."
Wei Yi memakan semangkanya sedikit dan Mo Mo langsung nyinyir, Wei Yi beneran suka semangka? Kayaknya nggak deh.
Untuk membuktikannya, Wei Yi langsung melahap semangkanya dalam suapan besar, dan jadilah kedua orang itu lomba makan semangka.
Tapi tiba-tiba Mo Mo ditelepon atasannya yang menyuruhnya datang ke perusahaan sekarang untuk menyerahkan laporannya. Mo Mo sontak melesat ke kamarnya dan Wei Yi memanfaatkan saat itu untuk mencuri sesuap semangkanya Mo Mo.
flashback *:
Setelah mengurus administrasinya Mo Mo waktu itu, Wei Yi melihat seorang gadis kecil yang sedang didandani sama ibunya. Ikat rambut anak itu kontan menarik perhatian Wei Yi.
Maka dia langsung mendatangi mereka dan meminta satu ikat rambutnya. Tapi anak itu langsung ngambek tidak mau berbagi ikat rambutnya.
Wei Yi punya cara jitu, "Akan kubayar 10 RMB."
__ADS_1
"20 RMB." Tawar bocah itu.
"Deal!" Dan begitulah bagaimana Wei Yi mendapatkan ikat rambut itu... yang sayangnya sudah dibuang.