Put Your Head Shoulder

Put Your Head Shoulder
episode 6


__ADS_3

Fu Pei mengerti kalau Mo Mo baik hati, tapi tidak usah merasa bersalah tentang masalah Wei Yi, itu kan tidak disengaja, jadi jangan diambil hati.


"Aku ada satu set lembar soal dari Prof Jiang. Kalau dia menyelesaikan lembar soal ini, dia mungkin punya kesempatan."


Fu Pei rasa itu tidak mungkin, Mo Mo tidak mengenalnya sih. Wei Yi pasti akan berceramah tentang keadilan dan lain sebagainya. Dia yakin tidak akan bisa membujuk Wei Yi.


"Bantu aku mencarinya. Aku akan meyakinkannya sendiri." ujar Mo Mo kepada Wei Yi.


"Kau tidak mempercayaiku? Kau akan tahu sendiri nanti. Aku tahu di mana dia. Ayo, cari dia." sahut Fu Pei kepada Mo Mo.


Tapi tunggu dulu. Fu Pei penasaran, apa menurut Mo Mo, Wei Yi itu ganteng? (Hah? Dia cemburu?) Mo Mo malah bingung sendiri mendengar pertanyaan dadakan itu. Ah sudahlah, tidak usah dipikirkan, ayo pergi saja.


Wei Yi sedang mengetes penemuannya saat mereka masuk... dan seketika itu pula Mo Mo terpesona melihat Wei Yi tampak begitu keren dan tampan pakai goggle hitam.


Fu Pei malah mengoloknya, Wei Yi jadi kayak cyclops dari X-Men kalau pakai goggle hitam kayak begitu. Mo Mo kontan kesal menaboknya dan keributan mereka itulah yang akhirnya menarik perhatian Wei Yi. Sedang apa mereka berdua di sini? tanya Mo Yi kepada Mo Mo dan Fu Pei.


Mo Mo menjelaskan kalau tadi dia bertemu Prof Jiang, terus Prof Jiang menyuruhnya untuk membawakan lembar soal ini ke Wei Yi.


Tapi sesuai dugaan Fu Pei, Wei Yi langsung kesal mengomeli Mo Mo dan menuduhnya tukang ikut campur. Jangan melakukan hal-hal yang tidak berguna, masalah ini tidak ada hubungannya dengan Mo Mo.

__ADS_1


"Prof Jiang bilang kalau dia tidak peduli dengan mahasiswa sepertimu. Beliau bilang, murid terbaik nomor satu di jurusan fisika sepertimu itu tidak berarti. Tidak banyak orang yang bisa mengikuti jalan penelitian ilmiah. Karena penelitian ilmiah membutuhkan otak cemerlang dan hati yang tenang. Dia pikir kau tidak berkualitas." (Wkwkwk! Kapan Prof Jiang ngomong begitu?)


Makanya kemudian Prof Jiang memberinya lembar soal ini. Ini adalah lembar soal untuk ujian kelulusan, level kesulitannya sangat tinggi, makanya Prof Jiang mau menguji levelnya Wei Yi.


Dia tadi sudah berusaha membela Wei Qing loh. Dia bilang kalau Wei Qing kan belum lulus, bagaimana bisa dia mengerjakan soal ujian kelulusan ini? Makanya Prof Jiang yakin banget kalau Wei Yi tidak akan bisa mengerjakan soal-soal ini.


Harga diri Wei Yi kontan terprovokasi dan akhirnya dia mau juga mengambil lembar soal itu lalu mulai mengerjakannya. Selama Wei Yi sibuk mengerjakan soal-soal itu, Mo Mo dan Fu Pei menghabiskan waktu dengan main-main.


Mo Mo bahkan memanfaatkan kesempatan untuk menggambar kartun kesayangannya - Doraemon - di papan tulis... dan buru-buru menghapusnya saat Wei Yi mendadak bangkit untuk menulis rumus-rumus di papan.


Fu Pei lama-lama bosan dan akhirnya ketiduran, tapi Mo Mo masih setia menemaninya dan membantunya menghapus papan setiap kali Wei Yi mau menulis rumus. Tapi ujung-ujungnya dia malah kebablasan menghapus rumus yang sebenarnya belum Wei Yi selesaikan.


Setelah beberapa lama, Wei Yi akhirnya selesai juga dan langsung menyerahkannya kembali ke Mo Mo sambil senyum. Wah, ini pertama kalinya dia melihat Wei Yi senyum.


Mo Mo langsung membangunkan Fu Pei lalu mengajak mengajak kedua pria itu makan bersama.


Tapi di restoran, Mo Mo malah melihat Fu Pei sibuk sendiri menelepon teman-teman gamer-nya. Mo Mo jadi sedih sampai tidak konsen mengelap sumpitnya dan Wei Yi memperhatikan hal itu.


Parahnya lagi, saat pelayan membawakan bir tak lama kemudian, si pelayan tanya ke Fu Pei, apa pacarnya ini juga minum bir. Tapi Fu Pei malah dengan santainya berkata kalau Mo Mo bukan pacarnya.

__ADS_1


Mo Mo jadi stres dan langsung menenggak minuman itu sampai wajahnya memerah dan membuat kedua pria jadi cemas. Wei Yi berniat mau mengambil daging, tapi Fu Pei malah langsung merebutnya dan mendadak jadi perhatian dengan memberikan potongan daging itu ke Mo Mo.


" Mo Mo, makanlah. Jangan minum terus." ujar Fu Pei kepada MO Mo.


" Apa kau tahu kenapa aku minum banyak?"


Fu Pei mendadak canggung. "Aku tahu, makanya aku tanya."


" Kau benar-benar pintar berakting." Sinis Mo Mo. "Fu Pei, cewek macam apa yang kau sukai?"


" Kenapa? Kau mau mencarikanku cewek? Ada banyak cewek di fakultasmu, jodohkan satu denganku."


" Oke. Akan kujodohkan satu gadis bodoh untukmu." jawab Mo Mo dengan sedikit emosi.


Lah kebetulan lagi, Prof Xu juga makan di sana dan langsung menghampiri mereka dan langsung menggodai mereka. Wei Yi lagi kencan sama Mo Mo, yah? tanya Prof Xu kepada dua orang tersebut.


Fu Pei kontan kaget (dan sepertinya cemburu) mendengar pertanyaan itu, dan Wei Yi santai saja mengiyakan pertanyaan Prof Xu itu.


Mo Mo sempoyongan saat mereka berjalan pulang ke asrama. Fu Pei sangat mencemaskannya, tapi Mo Mo memaksa menolak bantuannya.

__ADS_1


" Kau bahkan tidak bisa jalan dengan benar." ujar Fu Pei kepada Mo Mo .


Mo Mo mendadak berhenti di tengah jalan dan mengonfrontasinya. "Fu Pei... kau jelek banget. (Pfft!) Karena kau sangat jelek, jadi aku ingin berhenti menyukaimu."


__ADS_2