
Setelah kelas usai, Mo Mo berniat mengajak Shan Shan makan, tapi Shan Shan sedang sibuk. Fu Pei tiba-tiaba meneleponnya dan mengajaknya makan. Mo Mo sinis, memangnya Fu Pei lagi ada waktu untuk menemaninya? Fu Pei makan sendiri saja,
dia lagi diet.
Tapi ternyata Fu Pei sudah menunggunya di balik tiang dan langsung menujukkan raut wajah sok imut itu dan mengajak Mo Mo makan siang bersamanya, lapar. Ayo, pergi!
Bahkan di restoran, dia bersikap baik sekali pada Mo Mo bahkan menyuruh Mo Mo untuk makan apapun yang dia inginkan, dia sanggup membayarnya kok.
Sudah beberapa minggu dia tidak mentraktir Mo Mo, setelah ini dia janji akan membelikan Mo Mo makan 3 kali sehari. Mo Mo sontak mendengus sinis tak mempercayainya.
" Aku serius, aku tidak menjagamu dengan baik saat kita SMA. Sekarang kita satu kampus, aku akan melindungimu di masa depan nanti." ujar Fu Pei kepada Mo Mo.
Ucapannya itu berhasil membuat Mo Mo luluh. Tapi kemudian, Mo Mo mendapat notifikasi wawancara kerja lain, besok, tapi dia tidak tahu alamat tempat ini. Sedangkan Fu Pei tahu area itu, letaknya cukup jauh, Fu Pei akan mengantarkannya besok.
" Lupakan saja. Aku tidak mau mendengar alasan konyolmu lagi." ujar Mo Mo sambil menatap sinis ke arah Fu Pei.
" Aku janji tidak akan melakukannya lagi. Sungguh, aku tahu alamat itu. Dekat sekolah lama kita." sahut Fu Pei dengan santai.
Lalu Mo Mo pun menghela nafas sebentar dan berkata ".
__ADS_1
"emmm..., "Baiklah. Selama aku interview, kau jalan-jalan saja ke sekolah lama." setelah itu Mo Mo pun pergi untuk mendatangi toko ponselnya tersebut, karena dia berniat untuk memperbaiki layar ponselnya yang retak itu.
Pada saat yang bersamaan, Mo Yi dan Mo Mo mendatangi toko ponsel dan sama-sama mau membeli screen baru. Mo Yi langsung memilih salah satu screen, tak peduli saat si pegawai toko memberitahunya kalau harga screen pilihannya itu harganya mahal. Tapi dia maunya memperbaiki sendiri dengan meminjam peralatan mereka.
Wah, dia juga bisa memperbaiki ponsel? Mo Yi mengaku kalau dia belum pernah melakukan itu, tapi dia ingin mencobanya. Maka kemudian, Mo Yi dengan cepat dan cekatan, mulai membongkar pasang layar ponselnya. Dan walaupun ini percobaan pertamanya, dia langsung sukses bak seorang teknisi profesional.
Bahkan Mo Mo yang sedari tadi memperhatikannya dalam diam, benar-benar dibuat terkagum-kagum dengan kehebatannya. Tapi tiba-tiba Mo Yi berpaling padanya dan minta ponselnya, biar dia pasangin screen-nya Mo Mo.lalu Mo Mo pun tidak mau, takut terjadi apa-apa sama ponselnya.
" Aku berhasil mengganti layar ponselku sendiri." ujar Mo Yi kepada Mo Mo.
" Selamat ". Sahut Mo Mo sambil mengucapkan selamat kepada Mo Yi.
"Akan kubayarin punyamu." ujar Mo Yi kepada Mo Mo.
" Aku ingin memperbaiki ponsel."
" Sudah kau lakukan barusan."
"Aku ingin mencobanya pada model ponsel lain."
__ADS_1
"Kau kerja saja pada mereka." sahut Mo Mo kembali kepada Mo Yi.
"Aku ingin memperbaiki ponsel sekarang." ujar Mo Yi terus memaksa Mo Mo agar dia Mau memberikan ponselnya itu untuk di perbaiki.
Seketika Si pegawai toko tiba-tiba menyela dengan menyodorkan ponselnya sendiri. Mo Yi bingung, memangnya ponselnya rusak? Enggak. Pfft! Mo Yi tetap saja memaksa mau memperbaiki model ponselnya Mo Mo.
"emmm... baiklah, kalau begitu kau memohon dulu kepada ku! ".
Lalu terpaksa Mo Yi pun Memohon kepada Mo Mo agar dia mau untuk Memberikan ponselnya itu kepada Mo Yi.
"Aku mohon ". Ujar Mo Yi Sambil Memohon kepada Mo Mo.
Akhirnya Mo Mo Terpaksalah dia akhirnya mau juga menyerahkan ponselnya dengan takut-takut. Mo Yi pun mulai bekerja dan sukses dalam waktu singkat. Hebat!
setelah Mo Yi selesai memperbaiki layar ponsel milik Mo Mo. Mo Yi lalu mengembalikan ponselnya tersebut dan Mo Mo pun langsung mengucapkan,
" Terima kasih ". Sahut Mo Mo sambil tersenyum kepada Mo Yi.
Usai membayar untuk kedua ponsel mereka, Mo Yi pun beranjak pergi. Tapi si pegawai toko tiba-tiba memanggilnya, memperkenalkan dirinya yang merupakan seorang mahasiswi teknik, lalu berusaha membujuk Mo Yi untuk memberikan nomor teleponnya biar mereka bisa... tapi Mo Yi mendadak menyela dan menegaskan...
__ADS_1
Aku tidak akan bekerja di sini!" (Pfft! Aduh Mo Yi, kayaknya dia minta nomor hape kamu bukan buat ngajak kamu kerja di situ deh)
Setelah itu Mo Yi dengan sambil menatap sinis kepada pegawai toko ponsel tersebut dan bergegas untuk pergi meninggalkan tempat tersebut.