
Begitu pulang ke asrama, Mo Mo langsung bercerita tentang kisah perampokannya dengan gaya leby bin alay. Dan lucunya, teman-temannya suka sekali menyela hanya untuk mengomentari hal-hal tidak penting.
Dia cerita tentang perampoknya yang naik motor, yang mereka komentari malah asap motornya yang merusak lingkungan. Niu Niu malah lebih penasaran apakah penyelamatnya Mo Mo (yang dia gambarkan bak kesatria yang turun dari surga) itu ganteng?
Entahlah, pokoknya sang kesatrianya itu menolongnya dan membawanya ke rumah sakit. Selesai. Hah? Gitu doang? Niu Niu kecewa, dia mau tidur aja deh.
Tak lama kemudian, Fu Pei menelepon untuk memastikannya sudah makan atau belum, dia lupa ngirim makanan ke Mo Mo tadi saking keasyikannya main di warnet.
" Aku tidak menaruh harapan padamu." Sinis Mo Mo.
" Jangan marah. Ayo nanti kita makan malam bersama." ujar Fu Pei pada saat berbicara di teleponnya itu.
Mo Mo menolak dan langsung menutup teleponnya.
Wei Yi masuk ke lab dan lagi-lagi mendapati Prof Xu sudah menunggunya. Dia sudah bisa menduga tujuan kedatangan Prof Xu kemari, maka sebelum Prof Xu mengatakan apapun, Wei Yi menjelaskan kalau dia tidak akan menemui Prof Jiang, jadi sebaiknya Prof Xu jangan datang kemari lagi.
Prof Xu mengklaim kalau dia datang cuma karena ingin ngobrol dengan Wei Yi saja kok. Wei Yi jelas tak percaya. Dia mau melakukan eksperimen sekarang dan dia cuma punya satu goggle.
Baiklah, baiklah, Prof Xu pergi deh, tapi dia janji akan kembali lagi. Tapi begitu Prof Xu keluar, Wei Yi membuka laci yang ternyata di dalamnya ada banyak sekali goggle.
Fu Pei sedang main basket sama teman-temannya saat dia melihat Mo Mo lewat. Dia langsung berjalan ke arah Mo Mo yang kontan membuat Mo Mo terkesima dan teringat kembali kenangan masa SMA
mereka saat Fu Pei berjalan ke arahnya dari lapangan basket persis seperti sekarang.
Waktu itu, Fu Pei tiba-tiba menunduk padanya, menatap lekat matanya dan berkata. "Kurasa, kita lumayan cocok, mari kita bersama setelah kita lulus." (Err, aku nggak yakin yang dia maksud bersama itu hubungan mereka atau kuliah bersama?)
__ADS_1
Mo Mo seketika bahagia mendengarnya, tapi... hari ini kan April mop. Fu Pei berkata kalau Mo Mo setuju, maka dia serius. Tapi jika Mo Mo tidak setuju, yah anggap saja ini candaan April mop. Mo Mo akhirnya setuju dengan senyum lebar.
Mo Mo jadi melamun memikirkan kenangan itu sampai Fu Pei harus menyodok kepalanya untuk menyadarkannya, dia mikir apa sih?
Kau mau pergi ke mana? Kakimu kan cedera, jangan bertindak sembrono" tanya Fu Pei kepada Mo Mo.
"Sudah hampir sembuh kok, aku ada interview sore nanti." sahut Mo Mo kepada Fu Pei.
Iya."
"Kau berani sekali."
" Aku tidak akan punya pekerjaan kalau aku takut." ujar Mo Mo sambil menatap sinis ke arah Fu Pei.
Mo Mo kecewa, dia bisa pergi sendiri kok. Tapi Fu Pei malah memaksa tidak mau membiarkan Mo Mo pergi sendirian, Mo Mo tunggu saja dia di halte bis.
" Aku tidak akan menunggumu!"
"Kau pasti akan menungguku!"
Mo Mo memang menunggunya di halte bis. Tapi lagi-lagi, Fu Pei tidak datang. Malah Wei Yi yang kemudian muncul di sana dan mengaku kalau dia datang atas permintaan Fu Pei.
Dalam flashback, Fu Pei meneleponnya dan memintanya untuk menemani Mo Mo untuk pergi interview soalnya dia ada pertandingan basket sore ini. Awalnya Wei Yi menolak dan menyuruh Fu Pei untuk menyuruh orang lain saja, tapi Fu Pei malah mengancam akan mengunggah sebuah video milter-nya Wei Yi. Tapi kalau Wei Yi mau pergi, Fu Pei janji akan menghapus video itu.
Entah video militer apa yang dia maksud, tapi ancamannya sukses membuat Wei Yi ketakutan dan begitulah bagaimana ceritanya dia datang ke halte bis sekarang.
__ADS_1
Tapi sepertinya dia masih berusaha untuk menghindari tugas ini dan menyuruh Mo Mo untuk menelepon Fu Pei dan bilang padanya kalau Mo Mo tidak mau pergi bersama.
Tapi Mo Mo jelas tidak mau pergi sendirian apalagi setelah pengalaman buruknya waktu itu. Bis datang saat itu juga, Mo Mo berniat memberinya tempat duduk di sebelahnya, tapi Wei Yi malah memilih duduk di kursi lain.
Mo Mo masa bodo lalu memasang headsetnya untuk mendengarkan sebuah acara komedi. Tapi kemudian, Wei Yi melihat Prof Xu naik bis itu juga.
Wei Yi sontak pindah ke tempat duduknya Mo Mo lalu mengambil sebelah haedsetnya biar mereka kelihatan seperti sepasang kekasih yang sedang berbagi headset.
Wei Yi sontak pindah ke tempat duduknya Mo Mo lalu mengambil sebelah haedsetnya biar mereka kelihatan seperti sepasang kekasih yang sedang berbagi headset.
Bahkan saat Prof Xu mendatanginya dan menuntut jawabannya atas masalah Prof Jiang, Wei Yi malah berkata. "Prof, saya sedang pacaran sekarang. Jadi yang itu nanti saja." (Pfft!)
Jelas saja Mo Mo bingung. "Pacaran? Denganku?"
"Iya. Ada masalah?" Sengit Wei Yi. sambil mengedipkan matanya yang sebelah itu.
" Hahaha. Iya, kami sedang pacaran."
Itu memang berhasil membuat Prof Xu diam... tapi cuma sebentar. Malah sekarang dia ganti menarget Mo Mo. Dia setuju-setuju saja sih tentang masalah mereka pacaran.
Tapi masalahnya, dua hari sebelumnya ada ujian seleksi yang sangat penting dan Wei Yi tidak bisa mengikuti ujian itu karena tidak membawa kartu ujiannya.
Sebelumnya Prof Xu tidak mengerti kenapa Wei Yi bisa sampai membuat kesalahan seperti itu. Tapi sekarang setelah melihat Mo Mo, dia jadi mengerti. Seseorang memang bisa membuat kesalahan saat sedang jatuh cinta dan pacaran. Apa kartu ujiannya Wei Yi ada pada Mo Mo?
Prof, tolong jangan ganggu kami!" Kesal Wei Yi.
__ADS_1