Put Your Head Shoulder

Put Your Head Shoulder
episode 7


__ADS_3

Shan Shan hendak berangkat saat dia melihat ponselnya Mo Mo berdering dari Fu Pei. Dia langsung membangunkan Mo Mo, karena Fu Pei ternyata sudah menelepon sedari tadi pagi.


Tapi ada telepon lain yang masuk saat itu, dari sebuah firma akuntansi Pu Hua yang meminta Mo Mo untuk datang dan melakukan interview di perusahaan mereka sekarang. (Ya, akhirnya dapatnya sesuai jurusan juga)


Kepalanya pusing gara-gara semalam. Entah apakah dia ingat kejadian semalam atau tidak, tapi melihat misscall-nya Fu Pei membuatnya tampak resah.


Fu Pei sedang mondar-mandir di luar asrama perempuan saat Shan Shan keluar. Fu Pei langsung menghentikannya untuk meminta bantuannya memanggil Mo Mo di kamar 208.


Oh, Shan Shan bisa menduga kalau dia pasti Fu Pei. Mo Mo baru bangun barusan. Fu Pei menelepon sejak pagi dan membuat yang lain jadi terbangun gara-gara teleponnya. Dia tunggu saja, Mo Mo pasti akan turun sebentar lagi.


Mo Mo akhirnya turun tak lama kemudian, Fu Pei ngapain kemari? Dia buru-buru ada interview kerja soalnya. Fu Pei hendak membahas kejadian semalam, tapi Mo Mo secepat kilat menghindarinya dan mengklaim kalau dia tidak ingat apa-apa, apa dia melakukan hal yang memalukan? (Hmm, kayaknya dia bohong deh)

__ADS_1


Mendengar itu, Fu Pei malah berbohong kalau Mo Mo semalam mabuk lalu melakukan hal-hal yang tidak senonoh padanya. Mo Mo memeluknya erat-erat, lalu pegang mukanya dan mau mnec*umnya. Mo Mo kontan kesal mengepalkan kedua tangannya erat-erat, tapi dia diam saja membiarkan Fu Pei mengoceh semaunya.


Wei Yi menemui Prof Jiang di lab-nya. Beliau sudah menilai hasil ujian Wei Yi dan karena itulah, sekarang ia memutuskan untuk merekrut Wei Yi ke dalam proyeknya. Prof Jiang rasa, Wei Yi akan sangat cocok.


Tapi Wei Yi malah keberatan karena ini tidak sesuai aturan, sudah ada orang lain yang mendapat nilai tertinggi di ujian seleksi waktu itu. Seharusnya orang itu yang direkrut ke dalam proyek itu.


"Kau kan tidak mengikuti ujian seleksi. Aku sudah mengecek levelmu. Seandainya kau mengikuti ujian seleksi, kau mungkin akan mendapat nilai tertinggi".


Prof Jiang lalu memperlihatkan laporan lainnya yang ternyata, ia bukan hanya mrekrut Wei Yi, dia juga merekrut seorang mahasiswa terbaik lain. Prof Jiang berharap mereka bisa bekerja sama.


"Kalau penelitiannya butuh lebih banyak orang, maka aku bisa merekrut lebih banyak orang. Lagian kan aku tidak perlu membayar kalian. Kenapa? Tidak senang? Pikirkanlah, ini tim terbaik di kampus. Kau sungguh tidak mau bergabung dengan kami."

__ADS_1


Saat Wei Yi masih saja ragu. Prof Jiang langsung menyalakan peralatan listriknya. Kalau sampai ada orang yang menggosipkan Wei Yi di belakangnya, Prof Jiang janji akan menyerang mereka pakai alat ini.


Saat Wei Yi masih saja ragu. Prof Jiang langsung menyalakan peralatan listriknya. Kalau sampai ada orang yang menggosipkan Wei Yi di belakangnya, Prof Jiang janji akan menyerang mereka pakai alat ini.


"Terima kasih, Prof."


"Jadi kau setuju untuk bergabung? Prof Xu bilang kau sangat rewel. Aku harus menyiapkan banyak alasan untuk membujukmu."


" Tidak perlu. Saya setuju untuk bergabung dengan tim terbaik."


Mo Mo diterima magang di firma akuntansi itu. Supervisor-nya memberitahu bahwa ada 10 pemagang yang mereka rekrut, tapi di departemen ini, pemagangnya hanya Mo Mo seorang. Jadi ia berharap Mo Mo akan berusaha yang terbaik agar dia bisa menjadi pegawai tetap.

__ADS_1


Usai interview, Mo Mo makan siang di kantin kampus. Dia membawa nampan makannya sambil bicara di telepon dengan ibunya tentang pekerjaan magang barunya, jadi dia tidak akan pulang kampung.


Tapi Ibu malah ngoamel-ngomel tak setuju karena ia dan Ayah sebenarnya ingin Mo Mo pulang kampung dan kerja di sini saja. Lagian kerja di kampung halaman kan lebih enak, dia tidak perlu bayar uang sewa atau makan di luar.


__ADS_2