Put Your Head Shoulder

Put Your Head Shoulder
***


__ADS_3

Tapi Prof Xu masih saja belum mau diam dan memberitahu Mo Mo bahwa mereka sebenarnya ingin memberi Wei Yi kesempatan terakhir tapi Wei Yi malah ngotot mengklaim kalau itu tidak adil bagi peserta lainnya, makanya dia menolak menemui Prof Jiang.


Wei Yi dengan cepat menyela dan menegaskan bahwa dialah yang membuat keputusan, jadi percuma memberitahukan semua itu pada Mo Mo.


Prof Jiang speechless deh, apalagi dia sudah sampai di tempat tujuannya saat itu. Tapi sebelum pergi, dia masih saja ngotot meminta Mo Mo untuk berusaha membujuk Wei Yi.


Mo Mo jadi merasa bersalah, apa hal itu terjadi karena dia mengambil tasnya Wei Yi waktu itu?.


"Aku duluan yang salah mengambil tasmu, jadi ini bukan salahmu."


Mereka akhirnya melanjutkan perjalanan dalam diam sambil mendengarkan rekaman acara komedi itu bersama-sama.


Setibanya di tempat tujuan, lagi-lagi Mo Mo melihat pesepeda motor yang melaju terlalu dekat dengannya. Dia kontan melompat ketakutan sampai tak sengaja menubruk Wei Yi.

__ADS_1


Mereka tiba di sebuah gedung tak lama kemudian. Mo Mo masuk sendiri dan Wei Yi menunggu di luar. Tapi err... tempat itu kok rada mencurigakan yah?


Gedungnya sepertinya sudah tua dan kotor. Kantor advertising itu kecil, dan yang lebih mencurigakan, para pegawainya malah cuma corat-coret selebaran.


Mo Mo bahkan tidak bisa langsung wwawancara karena bos tempat itu sedang marah-marah di telepon, sepertinya dia sedang menagih hutang seseorang.


Si bos akhirnya selesai juga dengan teleponnya. Tapi begitu melihat resumenya Mo Mo, si bos malah berkomentar. "Kau tidak cocok untuk anjing." (Pfft! Maksudnya?)


"Maksudku, jurusanmu tidak sesuai dengan advertising." ujar Si bos itu dengan menatap ke arah Mo Mo.


"Iya, tapi saya mengikuti kelas advertising di universitas." sahut Mo Mo kembali kepada si Bos nya tersebut.


"Sudahlah. Katakan saja, berapa gaji yang kau inginkan?" ujar si bos nya kembali sambil dengan nada yang sedikit agak santai itu.

__ADS_1


Baru saja Mo Mo berkata kalau dia tidak mempermasalahkan gaji yang penting pengalaman, tapi si bos malah mendadak teriak-teriak lagi sama seorang kurir dan mengacuhkan Mo Mo. Dan bahkan setelah itu, dia langsung mengusir Mo Mo.


Wei Yi sedang menulis rumus-rumus fisika saat Mo Mo keluar. Tapi sesampainya di halte bis, Wei Yi malah melihat Mo Mo menghela napas berat, wajahnya pun tampak sedih.


Mungkin ingin menghiburnya, Wei Yi berniat mengeluarkan sebungkus roti dari dalam tasnya. Tapi belum sempat melakukannya, Mo Mo tiba-tiba mengucap terima kasih karena Wei Yi sudah mau menemaninya datang kemari dan sebagai gantinya, dia akan traktir Wei Yi makan malam.


Wei Qing menolak, dia masih ada tugas yang harus diselesaikan soalnya. Mo Mo ngotot mengajaknya makan bersama. Dia serius loh. Saat sedang bad mood, lebih baik kalau dia makan.


Pernah ada seseorang yang ingin bunuh diri dengan membakar dirinya pakai bensin. Tapi kemudian dia melihat ada ubi di dekatnya. Lalu dia panggang ubi itu. Setelah memakan ubinya, orang itu menyingkirkan bensinnya lalu tidur.


"Tapi aku lagi good mood." Ujar Wei Yi dengan raut wajah yang tidak tersenyum itu.


Tapi akhirnya dia ngalah juga dan urung mengeluarkan rotinya.

__ADS_1


__ADS_2