
Setelah mengantarkan Mo Mo sampai depan asrama, Fu Pei tak sengaja bertemu Shan Shan yang baru kembali dengan membawa belanjaan. Dia langsung membantu membawakan belanjaan Shan Shan.
Shan Shan bingung, ngapain Fu Pei masih berkeliaran di sini, Mo Mo kan sudah pindah dari asrama. What? Itu jelas informasi yang sama sekali tidak Fu Pei ketahui, tapi dia pura-pura mengetahuinya.
Salah satu muridnya Prof Jiang yang bernama Zhou Lei mendadak muncul di kantornya Prof Jiang sambil mengadu tentang Yu Yin yang seenaknya menyalahkan semua hitungan yang dia tulis di dalam laporannya.
__ADS_1
Dia tidak terima! Eh, Yu Yin malah bilang kalau Wei Yi saja mau menerima arahannya dengan rendah hati. Cih! Dia tidak terima dibanding-bandingin sama Wei Yi. Dia berhasil bergabung dalam proyek ini berkat kemampuannya sendiri, sedangkan Wei Yi kan lewat jalan belakang! Dia lebih pintar daripada Wei Yi!
Yu Yin mendadak muncul dan menegakan kalau Zhou Lei salah. Sebagai seniornya, Yu Yin hanya berusaha membantu tapi Zhou Lei malah menolaknya. Makanya dia membanding-bandingkan Zhou Lei dengan Wei Yi yang mau menerima arahannya. Ginian aja lebay.
Ia lalu memperlihatkan laporan itu ke Profesor Wang, tapi Prof Wang malah berkata kalau segala hal yang ada laporan ini salah. Hah? Prof Jiang, perasaan dia tidak melihat salahnya ada di mana.
__ADS_1
Zhou Lei hampir saja senang. Tapi Prof Wang malah berkata kalau ini salah... gara-gara tulisannya Yu Yin yang acak kadut. Pfft! Cuma karena itu?
Wei Yi muncul tak lama kemudian dengan membawakan laporan penelitiannya. Dia juga sudah mengecek laporannya Zhou Lei, hitungannya dia salah semua, dia sudah membenarkannya pakai pensil. Tapi kalau Zhou Lei merasa dia salah hitung, maka Zhou Lei hitung saja sendiri.
Dia lalu pergi setelah itu dan semua orang langsung berkumpul untuk melihat laporannya Wei Yi. Prof Jiang kagum, bahkan tulisannya Wei Yi pun bagus.
__ADS_1