Put Your Head Shoulder

Put Your Head Shoulder
***


__ADS_3

Tapi Mo Mo memaksa mau kerja di sini. Tiba-tiba dia kehilangan keseimbangan dan hampir saja menjatuhkan makannya. Untung saja ada Wei Yi yang baru datang dan dengan sigap dia menangkap nampannya Mo Mo lalu membantunya meletakkan nampan itu di meja terdekat lalu pergi untuk mengambil makannya sendiri.


Mo Mo jadi terpana keheranan menatap Wei Yi sampai tidak mendengarkan ibunya yang masih mengoceh panjang lebar menuntutnya untuk pulang. Ibunya sampai harus teriak-teriak saat tidak mendapat jawaban.


Mo Mo memaksa mau tetap di sini dan mencoba magang dulu. Ibu tanya di mana lokasi perusahaan itu? Jauh dari kampus?


tanya ibunya saat berada di dalam telepon tersebut.


"Di daerah Guomao, agak jauh dari sini. Aku akan mencari kontrakan nanti." jawab Mo Mo saat sedang menelpon ibunya itu.

__ADS_1


"Teman ibu ada yang punya rumah di daerah itu, bagaimana kalau..."


" Bu! Aku akan menanganinya sendiri."


Ibu jelas kesal mendengarnya. Mo Mo malas berdebat lebih lama dan buru-buru mengakhiri teleponnya lalu melanjutkan makannya sambil memandang Wei Yi yang duduk di meja depan.


Mo Mo memulai kerja magang keesokan harinya. Mo Mo memperkenalkan dirinya, tapi para seniornya pada cuek. Selama beberapa hari kemudian, Mo Mo benar-benar sibuk mengerjakan berbagai macam dokumen, bahkan sampai harus lembur di asrama.


Mendengar putrinya belum sampai asrama, Ibu jelas cemas dan sekali lagi memberitahu Mo Mo untuk tinggal saja di apartemen temannya Ibu, Bibi Xu. Lokasinya dekat kantornya Mo Mo dan apartemennya itu kosong, Mo Mo cuma perlu membersihkannya, kuncinya ada di kotak surat. Mo Mo akhirnya setuju.

__ADS_1


Wei Yi memulai tugasnya di lab-nya Prof Jiang. Seniornya yang bernama Xie Yu Yin ada di sana saat dia masuk (dia wanita yang mengantarkan Mo Mo ke kantornya Prof Xu di episode sebelumnya).


Yu Yin tampak antusias bertemu Wei Yi dan memperkenalkan dirinya, juga saat dia membantu Wei Yi membenarkan kalkulasi-nya. Tapi Wei Yi hanya membalas sikapnya dengan ramah dan datar.


Mo Mo akhirnya pindah ke apartemen itu. Rumahnya cukup besar tapi interiornya terkesan kaku. Bahkan satu-satunya benda yang terlihat paling pelangi adalah sebuah bola basket warna putih yang dihiasi dengan gambar peta dunia warna-warni dan tulisan huruf FP.


"FP? FP?... Fang Pi (kentut)?" (Pfft!)


Mo Mo mulai bekerja mendekorasi tempat itu dengan terlebih dulu menyingkirkan foto-foto para ilmuwan yang terpajang di dinding, menata berbagai macam bumbu di dapur, menghias ruang tamu dengan beberapa tanaman pot, bahkan menempel beberapa stiker doraemon di dinding dan kulkas... dan voila! rumah yang awalnya terlihat kaku dan membosankan itu, sekarang berubah jadi lebih ceria dan cantik.

__ADS_1


Keesokan harinya di kantor, Mo Mo mengira para seniornya sudah pergi makan siang semua, maka dia segera mengeluarkan bekal yang sudah dibawanya tanpa sadar kalau satu seniornya yang duduk di belakangnya masih belum pergi.


Si Tu Mo." Sapa wanita itu dan kontan membuat Mo Mo panik menyembunyikan bekalnya. Wanita itu memperkenalkan dirinya adalah Xiao Lin dan bisa menduga dengan tepat kalau bekal yang Mo Mo bawa itu adalah Luosifen (mie bekicot) soalnya bau banget.


__ADS_2