
Mo Mo mendadak blak-blakan mengonfrontasi perasaan Wei Yi padanya yang jelas saja begitu mengejutkan bagi Wei Yi sampai dia speechless... dan langsung terbatuk-batuk. Hehe.
Mo Mo jadi malu mengira dia salah dan buru-buru beralasan kalau maksudnya adalah apakah Wei Yi membaca catatannya?
"Iya." Jawab Wei Yi. Mo Mo jadi makin canggung mengira yang Wei Yi maksud adalah pertanyaan terakhirnya.
Tapi Wei Yi dengan cepat menegaskan maksudnya. "Iya, aku menyukaimu."
Mo Mo malah speechless tak tahu harus menanggapinya bagaimana. Wei Yi juga bingung melihatnya cuma diam menundukkan kepala.
"Jadi?"
"Jadi apanya?"
"Jadi apa kau juga menyukaiku?"
"Hmm," jawab Mo Mo malu-malu yang kontan saja membuat senyum Wei Yi merekah.
Tak lama kemudian, Mo Mo masuk kamarnya sambil diam-diam bersorak kegirangan. Dengan hati penuh kebahagiaan, dia mengeluarkan semua bajunya untuk memilih baju yang paling terbaik lalu dandan secantik mungkin sebelum menghadapi Wei Yi.
Di dapur, Wei Yi sendiri sedang melamun bahagia sampai dia tidak sadar kalau dia sudah menciprati cleananya sampai basah kuyup, tapi tidak masalah, yang penting Wei Yi bahagia.
Saat Mo Mo keluar kamar tak lama kemudian, dia melihat Wei Yi sedang menatap keluar jendela. Dia lalu pamit kerja, tapi Wei Yi-nya malah cuek lalu membelakanginya lagi. Pfft!
Mo Mo jelas kecewa. Tapi tepat saat dia baru ganti sebelah sepatunya, Wei Yi mendadak memanggilnya. Mo Mo langsung menoleh dengan antusias menantikan apa yang mau Wei Yi katakan padanya.
"Kau akan terlambat." Ujar Wei Yi. Pfft! Itu doang? Mo Mo jadi makin kesal dan bergegas pergi.
Saat Mo Mo sampai di kantor, dia langsung mengecek ponselnya, menghadap ada chat dari Wei Yi, tapi ternyata tidak ada satupun. Mo Mo makin emosi jadinya, seharusnya chat dong, tanya dia sudah sampai kantor apa belum gitu!
Tapi pikirannya dengan cepat teralih saat Jie Er memberitahunya bahwa iklan jus jeruk mereka akan segera syuting dengan menggunakan ide iklannya Li Na.
Jie Er tidak tahu kapan jadwal syutingnya, tapi dia pengen banget ikut, biar bisa ketemu Lin Zhi Cun yang ganteng.
Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Mo Mo sontak antusias membukanya tapi malah mendapati itu cuma chat pemberitahuan subscribe. Mo Mo kecewa. Jie Er heran melihat wajahnya. Kenapa Mo Mo segalau ini? Chat-nya siapa yang Mo Mo tunggu?
"Jie Er, jika seorang pria berubah dingin setelah dia bilang suka padamu, apa itu artinya dia playboy?"
"Katakan siapa cowoknya dulu."
Prof Jiang memanggil Wei Yi dan Zhou Lei ke kantornya lalu cerita tentang si kucing yang ternyata rakus banget. Dia lalu penasaran tentang perkembangan hubungan Wei Yi dan Mo Mo. Apa dia sudah berhasil menyatakan cintanya di taman hiburan?
Tidak. Tapi dia berhasil melakukannya pagi ini. Prof Jiang senang mendengarnya, akhirnya ada seseorang di lab yang jatuh cinta. Wah, Zhou Lei tidak terima, dia juga pernah jatuh cinta!
"Kau kan cuma membantu mengerjakan PR, itu bukan cinta."
"Kenapa begitu?"
"Apa kau pernah memegang tangannya? Pernah memeluknya? Pernah menc~~mnya? Kau itu tahu apa tentang cinta?"
Wei Yi kontan geli mendengarnya. Zhou Lei nyinyir, memangnya Wei Yi sendiri tahu apa?! Prof Jiang langsung menyuruh Wei Yi untuk menceritakan bagaimana setelah dia menyatakan cintanya.
Flashback.
Saat Mo Mo masih dandan di kamar waktu itu, Wei Yi sebenarnya gugup banget. Bahkan saat Mo Mo keluar, dia sebenarnya sangat terpesona melihat Mo Mo yang tampak sangat cantik pagi itu.Dia menyadari kalau Mo Mo pakai make-up kali ini.
Tapi pada akhirnya dia menanggapi pamitnya Mo Mo dengan kalimat singkat saja saking gugupnya tak tahu harus bersikap bagaimana. Bahkan setelah Mo Mo pergi, sebenarnya berharap Mo Mo pulang cepat nanti.
Flashback end.
Zhou Lei bingung melihat Wei Yi malah melamun. Apa yang sebenarnya terjadi setelah Wei Yi menyatakan cinta tadi? Apa Wei Yi memeluknya? menci~mnya?
"Tidak."
"Tuh kan. Aku sudah tahu dia tidak akan melakukan apapun."
"Aku menc~~mnya."
"Aku tahu, waktu kau mabuk, kan?" Timpal Prof Jiang.
Ujung-ujungnya ia malah menceramahi Zhou Lei agar dia mencontoh Wei Yi yang bukan cuma pintar dalam penelitian tapi juga dalam urusan cinta. Zhou Lei kesal, apa sebenarnya tujuan Prof Jiang memanggil mereka kemari?
Oh ya, Prof Jiang akhirnya beralih topik membahas penelitian mereka yang sebelumnya berhasil membuat salah satu muridnya Prof Jiang melanjutkan studi ke Jerman.
Waktu itu, mereka tidak bisa mengirim semua anggota tim ke Jerman dikarenakan masalah budget dan juga karena penelitian mereka masih belum matang.
Dan sekarang, Universitas Heidelberg di Jerman memberikan undangan pada mereka. Akan tetapi, mereka hanya memberikan 2 kursi saja. Yang pertama sudah dipesan untuk Yu Yin, sedangkan yang satunya lagi akan diberikan pada salah satu dari mereka berdua.
Terang saja kedua pria itu sama-sama antusias. Zhou Lei usul agar mereka menentukannya lewat ujian. Siapa yang nilainya paling tinggi, dialah pemenangnya.
"Santai saja. Aku akan memikirkan caranya bagaimana. Kalaupun aku tidak bisa memikirkan cara, aku akan memutuskannya melalui penilaian kemprehensif."
Fu Pei menemani Shan Shan belajar di taman sambil mengusili Shan Shan. Shan Shan tiba-tiba usul, bagaimana kalau mereka kencan? Fu Pei bingung, bukannya mereka emang lagi kencan sekarang?
Tapi Shan Shan merasa kalau Fu Pei cuma memaksakan diri untuk belajar bersamanya. Maka Fu Pei langsung sok imut dengan membaringkan dirinya di pangkuan Shan Shan. Shan Shan mau kencan kan? Ini kencan namanya.
__ADS_1
Dia lalu mengambil bukunya Shan Shan lalu menggunakannya untuk menutupi mukanya, dia mau tidur, Shan Shan baca bukunya aja. Tapi Shan Shan diam-diam berusaha mengambil kertas yang terselip di dalam buku itu yang kontan membuat Fu Pei melihatnya, sebuah kartu peserta ujian.
Ternyata Shan Shan mendaftar untuk ujian S2. Fu Pei kontan antusias minta kartu ujiannya juga, mengira Shan Shan juga sudah mendaftarkan dirinya.
Tapi Shan Shan mengaku bahwa waktu pendaftaran ujiannya sudah tutup. Apa Fu Pei sungguh-sungguh ingin ikut ujian S2?
"Tentu saja."
"Tapi kau bahkan tidak mengecek jadwal pendaftarannya. Fu Pei, apa yang sebenarnya yang kau sukai? Kau ingin jadi apa di masa depan? Kalau kau tahu jawabannya, kuharap kau menjalaninya dengan senang hati. Jangan mengikat dirimu dengan masa depanku."
Sejak mereka bersama, Fu Pei jadi jarang menyentuh bola basketnya lagi. Dia bahkan jarang bergaul dengan teman-temannya. Yang selalu Fu Pei lakukan hanyalah menemaninya belajar.
Biarpun Fu Pei bilang kalau dia suka melakukannya, tapi Shan Shan tahu kalau dia sebenarnya cuma memaksakan dirinya sendiri karena Fu Pei takut kalau dia akan merasa tidak tenang.
Tapi Shan Shan tidak mau Fu Pei begitu. Karena suatu hari nanti, Fu Pei pasti akan bosan dengan hubungan mereka. Shan Shan lah yang pertama kali menyatakan cinta ke Fu Pei. Biarpun Fu Pei bilang kalau Fu Pei amenyukainya, tapi entah sampai kapan perasaannya itu akan bertahan.
Fu Pei sakit hati. Jadi Shan Shan tidak memercayai perasaannya pada Shan Shan. Baiklah kalau begitu, tidak usah bicara lagi. Fu Pei langsung beranjak pergi meninggalkannya.
Sha Sha mengumpulkan timnya untuk membahas syuting iklan jus jeruk mereka yang akan diadakan besok. Li Na ingin membawa Mo Mo dan Jie Er ke lokasi syuting biar mereka bisa belajar tentang syuting iklan.
Mo Mo dan Jie Er tentu saja senang. Tapi Sha Sha malah berkata bahwa mereka tidak perlu banyak orang dan menugaskan Mo Mo saja yang ikut.
Jie Er tidak perlu ikut soalnya mereka ada temu janji dengan seorang direktur yang merupakan teman lama ayahnya Jie Er. Makanya Jie Er harus ikut agar mereka bisa mendiskusikan proyek iklan untuk musim berikutnya. Jie Er mengiyakannya saja biarpun sebenarnya dia kecewa.
Saat mereka bertemu di dapur, Jie Er langsung meminta Mo Mo untuk membantunya mendapatkan tanda tangannya Lin Zhi Cun soalnya nanti mau dia cetak.
Mo Mo menolak. "Itu bisa merusak keprofesionalitasku."
"Bodo amat. Bagaimana kalau suatu hari nanti, dia jadi terkenal?"
"Aku tidak akan membantumu untuk melakukan itu."
"Aku tidak peduli, dadah!"
Mo Mo masih berharap Wei Yi nge-chat, tapi tetap saja tidak ada apapun. Mo Mo jadi kesal, awas saja kalau Wei Yi nge-chat!
Yang tidak dia ketahuai, Wei Yi sebenarnya lagi galau. Dia ingin nge-chat Mo Mo tapi bingung harus ngomong apa.
Melihat Wei Yi sibuk mainan ponsel, sontak saja Zhou Lei ngaduh ke Prof Jiang sambil nyinyir. Dia saja tidak pernah mainan ponsel di lab. Seorang ilmuwan seharusnya bersikap seperti dirinya ini, terutama ilmuwan yang akan pergi ke Jerman.
"Aku pernah melihatmu mainan ponsel sebelumnya," sindir Yu Yin.
"Kapan?!"
"Sudah, sudah. Aku kan sudah bilang, selama jam istirahat, kalian boleh melakukan apapun."
"Xiao Gu kan sedang jatuh cinta, sedangkan kau tidak."
Jelas saja ucapan Prof Jiang itu langsung menarik perhatian Yu Yin. Siapa yang jatuh cinta?
"Dia! Dia lagi sibuk jatuh cinta dan tidak melakukan apapun." NyinYir Zhou Lei.
Yu Yin kontan gelisah mendengarnya. "Siapa pacarmu?"
"Si Tu Mo."
"Tidak usah tanya, kau tidak mengenalnya." Ujar Zhou Lei.
Tapi yang tidak disangkanya, baik Yu Yin maupun Prof Jiang sama-sama mengaku kalau mereka mengenal Mo Mo. Terang saja Zhou Lei tidak terima, kenapa mereka bisa tahu dan cuma dia seorang yang tidak. Dia juga ingin tahu pacarnya Wei Yi.
"Jangan mimpi." Wei Yi langsung pergi tanpa menyadari Yu Yin yang patah hati.
Pulang kerja, Mo Mo langsung celingukan mencari-cari keberadaan Wei Yi. Tapi dia tidak tampak di mana-mana. Mo Mo kecewa.
Tapi setibanya di halte bis, dia malah melihat Wei Yi sedang duduk menunggunya. Mo Mo kontan sumringah, sedang apa Wei Yi di sini?
"Menjemputmu."
Mo Mo senang. Bisnya akhirnya datang tak lama kemudian. Orang-orang langsung rebutan untuk masuk hingga tak sengaja Mo Mo terdorong menubruk Wei Yi.
Wei Yi tiba-tiba dengan manisnya mengulurkan tangan ke Mo Mo. Mo Mo pun langsung mengulurkan tangan untuk meraihnya... saat tiba-tiba saja Wei Yi malah mengayunkan tangannya dan cuma menyuruhnya naik duluan. (Pfft!)
Mereka benar-benar masih canggung pada satu sama lain. Parahnya lagi, saat mereka mau duduk, tiba-tiba saja ada sepasang kekasih yang nyerobot duluan lalu duduk berpangkuan mesra yang jelas saja membuat Mo Mo dan Wei Yi jadi canggung.
Mo Mo buru-buru duduk dan Wei Yi berdiri. Tapi tepat di sampingnya, ada sepasang kekasih lain yang malah berpelukan mesra dan pastinya membuat mereka jadi tambah canggung.
Mo Mo buru-buru mengalihkan perhatian dengan membuka jendela dan itu kontan membuat Wei Yi semakin terpesona melihat Mo Mo tampak begitu cantik diterpa angin... saat tiba-tiba saja pak supir membentak Mo Mo untuk menutup pintunya.
Tapi Mo Mo kesulitan menutup kembali jendelanya. Maka Wei Yi pun mencondongkan dirinya untuk membantu Mo Mo menutupnya.
Setibanya di rumah, mereka saling lirik-lirikan malu-malu sambil mengganti sepatu mereka dengan sandal rumah. Tapi tiba-tiba Mo Mo menghadangnya sambil berusaha menahan senyum geli dan berkata. "Kau pakai sandal yang salah."
Pfft! Malunya. Parahnya lagi, Wei Yi kesulitan melepasnya karena sandalnya Mo Mo kekecilan. Mo Mo mau membantu melepaskannya, tapi Wei Yi menolak dan bergegas masuk kamar untuk melepaskan sandal itu.
Saat dia keluar tak lama kemudian, dia langsung berjongkok di hadapan Mo Mo dan membantu dan dengan manisnya menyodorkan sandalnya Mo Mo sambil minta maaf.
__ADS_1
Sekarang dia bingung harus bagaimana dan langsung menelepon Fu Pei untuk minta petunjuk. Dia dan Mo Mo sudah bersama sekarang, makanya dia mau tanya apa yang harus dilakukannya untuk makan malam bersama pertama mereka.
Fu Pei yang lagi sakit hati sama Shan Shan, langsung sinis mendengar pertanyaan Wei Yi. Jika Wei Yi tanya sebelum ini, dia mungkin akan menyarankan Wei Yi untuk mengadakan candle-light dinner, potong steak, dan saling menyuapi satu sama lain.
Tapi sekarang, Fu Pei sudah tahu seperti apa cewek yang sebenarnya. Semakin kita peduli padanya, semakin dia akan meragukan cinta kita. Tapi Wei Yi sudah puas mendapat jawaban yang diinginkannya dan langsung menutup teleponnya begitu saja dan mengacuhkan curhatan Fu Pei.
Wei Yi pun langsung mengajak Mo Mo makan steak. Tapi Mo Mo malas, dia mau mandi, lagian besok dia harus bangun pagi-pagi karena ada syuting. Jadi mending mereka makan malam di rumah saja. Yah udah, akhirnya Wei Yi memutuskan pesan Gofood aja.
Saat Mo Mo keluar kamar tak lama kemudian, dia malah mendapati rumah gelap gulita. Loh, pemadaman listrik? Tapi kok lampu kamar mandi masih nyala? Mo Mo santai saja menekan saklar... dan baru saat itulah dia sadar kalau Wei Yi mau nyalain lilin. Wkwkwk! Gagal deh rencana Wei Yi.
"Oh, maaf. Lanjutkan! Lanjutkan!" Mo Mo kontan mematikan semua lampu lagi.
Mereka jadi canggung karenanya. Mo Mo berniat mau menyalakan lampu lagi saja. Tapi tepat saat itu juga, Wei Yi sudah mulai menyalakan lilin-lilinnya yang dibentuk heart. Mo Mo kontan bahagia melihat itu.
Mereka mendadak terdiam canggung lagi. Untung saja pesanan makanan mereka akhirnya datang saat itu juga. Sesuai rencana, Wei Yi pesan steak. Niatnya mau makan elegan ala-ala resto gitu. Tapi nyatanya, tidak ada satupun di antara mereka yang berhasil memotong dagingnya.
Mo Mo akhirnya nyerah deh. Sepertinya mereka kurang cocok dengan cara makan model begini. Dan jadilah mereka makan steak itu pakai sumpit.
Usai makan, mereka duduk di depan TV dengan jarak agak berjauhan sambil saling lirik-lirikan malu-malu. Tapi saat film sudah dimulai, Mo Mo langsung fokus nonton.
Wei Yi diam-diam mengulurkan tangannya, berniat mau menggenggam tangan Mo Mo. Dia hampir saja berhasil, tapi Mo Mo mendadak menarik tangannya gara-gara ketakutan melihat filmnya. Pfft! Wei Yi kecewa.
Dia mau mematikan lampu saja. Tapi Mo Mo tiba-tiba mencegahnya dengan cara menggenggam tangannya. Dan saat itulah, Wei Yi akhirnya punya kesempatan menggenggam erat tangan Mo Mo. (Hehe, mereka cute banget)
Mo Mo bahagia. Tapi tiba-tiba Wei Yi tanya apakah Mo Mo mau minum bir. Pertanyaan itu kontan membuat Mo Mo teringat kejadian malam itu. Mo Mo jadi curiga, Wei Yi mau ngapain?
Wei Yi tersenyum geli menyadari apa yang Mo Mo maksud. "Ada sesuatu yang bisa kita lakukan tanpa bir."
Wei Yi langsung mendekat untuk menciumnya... tepat saat ponselnya Mo Mo mendadak bunyi dan Wei Yi sontak mundur. Pfft!
Shan Shan yang menelepon dan langsung curhat tentang pertengkarannya dengan Fu Pei. Mo Mo langsung keluar ke balkon. Tapi alih-alih bersimpati, Mo Mo malah senang. Baguslah Shan Shan tidak mendaftarkan Fu Pei, Fu Pei memang pantas mendapatkannya.
Tapi Shan Shan merasa kalau dia sepertinya tidak menghormati Fu Pei. Fu Pei merasa kalau dia tidak memercayai Fu Pei sejak awal. Mo Mo meyakinkan kalau Fu Pei memang tidak perlu dihormati dan tidak pantas dipercayai.
Shan Shan tidak terima. "Apa kau menjelekkan pacarku?"
"Lalu... apa kau mau menjelekkan pacarku?"
"Sejak kapan kalian bersama?" Shan Shan kaget.
"Kemarin."
"Astaga. Berarti selain Niu Niu, kita semua punya pacar sekarang. Ah, tidak. Aku mungkin akan jadi single ;agi sebentar lagi."
"Jangan berpikir berlebihan. Fu Pei pasti akan datang padamu setelah beberapa hari."
Sementara kedua gadis itu ngobrol ngalor-ngidul, Wei Yi sibuk sendiri membrowsing tentang 'apa yang harus kulakukan saat pacarku sibuk teleponan?' (Wkwkwk! Antara lucu tapi manis juga dia membrowsing gituan)
Melihat Mo Mo kedinginan, Wei Yi akhirnya menyuruh Mo Mo masuk, sementara dia sendiri masuk kamar biar tidak mengganggu mereka.
Keesokan harinya saat Wei Yi bangun tidur, Mo Mo sudah pergi kerja. Dia ingin nge-chat tapi bingung harus ngomong apa... dan akhirnya dia cuma tanya: Apa yang sedang kau lakukan?
Mo Mo sendiri sedang berusaha menahan dinginnya udara sambil menunggu kedatangan si artis saat ponselnya berbunyi. Sayangnya, dia bahkan tidak sempat melihatnya karena tepat saat itu juga, Lin Zhi Cun akhirnya datang.
Mo Mo langsung memperkenalkan dirinya dengan ramah, tapi managernya Zhi Cun malah dengan sombongnya menolak perkenalan diri Mo Mo, sedangkan Zhi Chun diam-diam memperhatikan Mo Mo dari atas ke bawah dari balik kacamata hitamnya.
Kesal, tapi Mo Mo tetap bersikap ramah pada mereka. Mo Mo awalnya tidak menyadarinya karena Zhio Cun tampaknya fokus memandang ke depan. Tapi saat dia berdiri di samping Zhi Cun, saat itulah dia menyadari keanehan tatapan Zhi Cun pada dirinya dari balik kacamata hitamnya.
Si manager berusaha beramah tamah pada si sutradara, tapi Zhi Cun malah menyapanya dengan gaya angkuh. Si manager sampai harus mengomelinya gara-gara sikapnya itu.
Mo Mo lalu mengantarkan Zhi Cun ke ruang ganti... lalu mendadak melamun menatap kaca seolah dia sedang memperhatikan Zhi Cun padahal pikirannya sedang melamunkan Wei Yi, dia kangen Wei Yi.
Sementara itu di rumah, Wei Yi sedang gundah menatap chat-nya yang tak kunjung dibalas. Tepat saat itu juga, si Lingkaran mendadak lewat. Entah apa yang dia pikirkan, tapi Wei Yi mendadak mendapat ide bagus lalu mulai mengoperasi si Lingkaran.
Zhi Cun langsung kepedean mengira Mo Mo sedang memperhatikannya. "Aku tampan yah?"
Mo Mo kontan tersadar begitu mendengar pertanyaan itu. Zhi Cun bilang apa? Zhi Cun tanya sekali lagi dengan kepedean tingkat dewa, apakah Mo Mo belum pernah melihat cowok seganteng dirinya?
"Aku mendapatkan seseorang yang jauh lebih tampan darimu." Gumam Mo Mo.
Zhi Cun langsung bisa menduga kalau Mo Mo pasti pegawai magang yah? Soalnya dia bahkan tidak tahu cara menjilat.
"Maaf sudah merepotkanmu." Sinis Mo Mo sambil tersenyum manis.
Tiba-tiba si manager datang dan langsung mengusir semua orang kecuali Zhi Cun. Mo Mo tetap berada di dekat mereka dan mendengar si manager ngomel-ngomel memarahi Zhi Cun yang bersikap angkuh pada sutradara padahal dia belum jadi seorang super star.
Parahnya lagi, si manager mendadak berubah menjelek-jelekkan Mo Mo secara tak langsung. Dia mengingatkan Zhi Cun bahwa perusahaan iklan mengirimkan pegawai magang kemari karena Zhi Cun bukan seorang super star. Mo Mo jelas kesal mendengarnya.
Mungkin saking gabut-nya nungguin balasan chat dari Mo Mo yang tak kunjung datang, Wei Yi mengubah Lingkaran agar bisa diperintah melalui suara. Dia bahkan bisa menjawab pertanyaan Wei Yi sekarang.
"Gu Wei Yi itu siapa?" Tanya Wei Yi.
"Tuan."
"Si Tu Mo siapa?"
__ADS_1
"Nyonya." Jawab Lingkaran. Wei Yi puas mendengar jawabannya.