
Karena Mo Mo sudah lelap tidur, Wei Yi akhirnya menyelimutinya lalu membaringkan dirinya di samping Mo Mo sembari mengagumi wajah damai Mo Mo dalam tidurnya.
Tapi saat Wei Yi terbangun keesokan harinya, dia malah mendapati kepala Mo Mo entah bagaimana pindah posisi terbaring di kakinya. Wkwkwk! Wei Yi berusaha sepelan mungkin menarik kakinya, tapi malah membuat Mo Mo terbangun.
"Mo Mo!" Tiba-tiba terdengar suara Ibunya Mo Mo. OMG! Parahnya lagi, tiba-tiba saja terdengar pula suara Ibunya Wei Yi, lalu Ayahnya Mo Mo, dan terakhir suara Ayahnya Wei Yi. Gawat!
Wei Yi tanpa pikir panjang, melompati balkon lalu masuk ke kamar sebelah tanpa mempedulikan protesnya Mo Mo. Niatnya biar mereka seolah keluar dari kamar masing-masing gitu. Tapi saking paniknya tadi, Wei Yi tidak sadar kalau dia salah kamar.
Dan jelas saja Ibunya Mo Mo bingung melihat mereka keluar dari kamar yang salah. "Sejak kapan kalian tukar kamar?"
Semua orang akhirnya duduk bersama sambil saling berdiam diri dengan canggung. Setelah beberapa lama, Tuan Gu yang akhirnya buka suara duluan, meminta maaf pada orang tua Mo Mo karena tidak mendidik putranya dengan benar hingga terjadilah kejadian ini.
Nyonya Gu tak setuju dengan ucapan suaminya. Kedua anak muda ini kan cuma sedang jatuh cinta, itu kan bukan sesuatu yang buruk. Tujuan mereka datang kemari memang untuk membicarakan hubungan kedua anak mereka ini. Siapa sangka kalau ternyata mereka sudah sangat dekat.
Ujung-ujungnya, kedua ibu jadi semangat ngobrol sendiri tanpa mempedulikan yang lain. Sungguh tak disangka kalau kedua anak mereka ternyata berjodoh... jadi, lebih baik sekarang mereka mulai membicarakan pernikahan kedua anak mereka. Mereka kan sudah mau lulus. Dengan begitu, mereka akan jadi satu keluarga.
Mereka bahkan langsung memutuskan untuk mencari hari baik sekarang juga. Nanti setelah mereka menikah, biarkan saja mereka tinggal di rumah ini. Terus nanti belikan mobil buat mereka.
Tapi kemudian Mo Mo menyela dan saat itulah Nyonya Gu mulai sadar bahwa mereka seharusnya menanyakan pendapat anak-anak juga. Bagaimana pendapat Wei Yi?
Wei Yi menegaskan bahwa dia dan Mo Mo sama-sama sudah dewasa. Mereka bisa membuat keputusan sendiri. Dia tidak mau ada mobil, tanggal baik, dan segala macamnya.
Nyonya Si Tu jadi bingung. "Lalu kapan kalian akan menikah?"
"Saat ini kami tidak ada rencana untuk itu."
OMO! Mo Mo kecewa mendengarnya. Tuan Si Tu yang juga tampak jelas kecewa dengan jawabannya, memutuskan untuk mengakhiri masalah ini sampai di sini lalu mengajak istrinya pulang sekarang juga.
Mo Mo benar-benar gelisah dengan masalah ini. Saat mereka menunggu kedatangan bis di halte, dia langsung menanyakan masalah ini ke Wei Yi. Apa mereka akan menikah nanti?
"Kenapa tidak?"
"Aku cuma tanya. Kau bilang..."
"Kau berpikir berlebihan."
Ibu Mo Mo kecewa dengan sikap Ayah tadi. Mereka jauh-jauh datang kemari untuk membicarakan masalah ini, tapi Ayah malah pergi. Wei Yi itu sangat hebat, sayang sekali kalau dia sampai dilepaskan.
"Dia hebat? Putri kita juga hebat! Kenapa juga kita harus menyenangkannya?" (Ayah Mo Mo so sweet ^^)
"Apa kau tidak lihat kalau mereka sangat dekat? Lagipula putrimu itu suka sekali pakai baju kotor sampai seminggu tidak dicuci."
Ayah tidak terima putrinya dihina. "Itu namanya go-green." (Wkwkwk!)
"Seharusnya kau kirim otakmu ke tong sampah!"
"Apa kau tidak dengar apa yang Xiao Gu bilang? Dia tidak berencana untuk menikah. Itu artinya, dia tidak mau menikahi putri kita. Saat kaua membuat segala rencana untuk mereka, kau itu sedang berusaha menyenangkannya."
Ibu yakin kalau Wei Yi tidak bermaksud seperti itu. Ayah tidak mengerti pikiran seorang ilmuwan sih. Maksudnya Xiao Gu adalah dia belum ada rencana SAAT INI saja.
Wei Yi beda dari orang seperti Ayah yang tidak punya sense tentang waktu, Wei Yi selalu merencanakan segalanya dengan akurat.
Di rumah, Ibu Wei Yi mondar-mandir tak tenang memikirkan kejadian ini. Apalagi tadi Ayah Mo Mo kelihatan marah. Ini salah Ayah, dia terlalu memanjakan Wei Yi! Dia persis seperti Ayah!
Ayah jadi merasa bersalah juga. Dia memang terlalu keras kepala dan memandang segalanya dari permukaan saja. Tapi Ayah bisa melihat dengan jelas kalau putra mereka sangat menyukai Mo Mo. Caranya memandang Mo Mo sama seperti bagaimana dia memandang porselen yang bagus.
"Tuan Gu, kau benar-benar sesuatu. Kalau begitu, aku mau tanya. Kenapa Xiao Yi bilang bahwa pernikahan tidak ada dalam rencananya?"
"Kenapa tanya aku? Tanya saja pada putra kita."
Setibanya di lab, Wei Yi mendapati Zhou Lei ketiduran di sana setelah belajar semalaman. Wei Yi heran mendengarnya belajar di lab, memangnya dia ada ujian di fakultasnya?
Tapi ternyata yang Zhou Lei maksud adalah belajar untuk ujian pertukaran pelajar ke Jerman. Karena dia beda jurusan dengan mereka, jadi dia harus belajar lebih keras.
"Jadi karena itu kau minta catatanku?"
"Iya. Apa kau memberiku semua catatanmu? Apa ada bagian yang kau sembunyikan?"
Wei Yi santai saja berkata kalau dia akan memberinya catatan yang lebih detil lagi nanti. Bagus! Zhou Lei yakin kalau dia pasti bisa mengalahkan Wei Yi.
"Baiklah." Santai Wei Yi.
"Hei! Sikap macam apa itu? Tunggu dan lihat saja. Aku pasti mengalahkanmu!"
"Jangan membuat prediksi tanpa dasar ilmiah."
Fu Pei membangunkan si gendut lalu mengusirnya paksa dari asrama soalnya Shan Shan hari ini mau datang. Dia bahkan langsung semangat membersihan seluruh kamar untuk menyambut kedatangan Shan Shan.
__ADS_1
Tak lama kemudian, mereka sama-sama duduk berdiam diri dengan gugup lalu mulai membicarakan sesuatu yang terkesan err... menjurus? (Pfft!) Fu Pei galau, apa yang harus mereka lakukan sekarang? Shan Shan juga gugup dan ragu, bagaimana kalau ditunda lain kali kali saja?
"Tidak mau. Aku sudah menunggumu cukup lama."
"Aku tidak melakukannya dengan benar."
"Ayolah." (Ngomongin apaan sih?)
Mereka akhirnya memantapkan diri untuk melakukannya. Shan Shan tiba-tiba menutup matanya saking gugupnya... dan Fu Pei langsung mengecek hasil ujian Shan Shan. (Pfft! Ternyata itu toh)
Fu Pei kaget begitu melihat hasilnya. "Shan Shan... kau mendapat skor 31 poin lebih tinggi daripada nilai terbaik tahun kemarin."
Shan Shan jejeritan saking senangnya dan refleks memeluk Fu Pei. "Aku terlalu sibuk jatuh cinta padamu sebelum ujian, tapi ternyata aku tetap berhasil. Aku memang pintar!"
Tapi sedetik kemudian, dia baru menyadari perbuatannya dan bergegas menjauh. Tapi Fu Pei tiba-tiba mencegahnya lalu menarik Shan Shan ke dalam pelukannya.
Jian Shi memberitahu para juniornya bahwa Prof Jiang tidak bisa datang karena harus membaca kucing peliharaannya ke klinik. Jadi mereka hanya perlu menyelesaikan tugas mereka dan tidak perlu masuk siang nanti.
Sayang sekali, padahal Fu Pei mau tanya banyak hal sama Prof Jiang. Terus dia harus bagaimana sekarang? Eh, apa Jian Shi ada waktu luang hari ini.
"Tidak ada."
Maka Zhou Lei langsung berpaling ke Wei Yi, mencoba membujuk Wei Yi untuk menemaninya. Lagian kan Wei Yi mau ngasih catatannya padanya. Jadi sekalian Wei Yi bisa menjelaskan catatannya padanya.
"Aku tidak ada waktu." Tolak Wei Yi,
"Kau kan sudah tidak ada kuliah, lalu kenapa tidak ada waktu?"
"Aku harus menjemput Si Tu Mo."
Yu Yin kontan sedih mendengarnya. Zhou Lei masih saja belum menyerah dan sekarang beralih ke Yu Yin. Tapi Yu Yian juga menolaknya dengan alasan sibuk dengan thesis S2-nya.
Saat Shan Shan fokus nunggu loading hasil ujian CET4-nya Fu Pei, Fu Pei berusaha cari-cari kesempatan untuk merangkul Shan Shan... tapi gagal. Hehe. Shan Shan heran melihatnya santai banget, apa dia tidak cemas sama sekali?
"Pacarku kan pintar, kita pasti punya kesamaan lah."
Dia benar-benar tidak peduli sama sekali dengan hasil ujiannya saking fokusnya mengagumi sang pacar tercinta. Malah Shan Shan yang paling antusias saat akhirnya hasil ujiannya Fu Pei keluar dan ternyata dia lulus. Karena sekarang dia lulus, Fu Pei langsung menuntut Shan Shan untuk memberinya hadiah.
"Nanti kutraktir makan."
"Tapi aku tidak punya apapun sekarang..." Cup~~~ Fu Pei tiba-tiba mengejutkannya dengan pipinya. "Apa yang kau lakukan?"
"Mengambil hadiahku."
Jian Shi melihat Wei Yi lagi belajar di perpus, maka dia langsung saja duduk di mejanya Wei Yi dan memperhatikan Wei Yi membaca buku yang sama dengannya.
Dia mencoba menarik perhatian Wei Yi, tapi Wei Yi seperti biasanya, cuma menyapanya ramah dan singkat lalu cuek.
Jian Shi terang-terangan mengaku kalau dia berharap Wei Yi akan terpilih. Dia bahkan memberi bocoran bahwa pertanyaan dalam ujian nantiĀ ada banyak soal kalkulasi, dan dia merasa itu tidak adil bagi Wei Yi yang notabene jurusan fisika dibanding Zhou Lei yang dari jurusan matematika. Wei Yi santai saja menanggapinya lalu kembali fokus membaca bukunya.
Tiba-tiba Zhou Lei muncul dengan rambut basah habis mandi lalu menuntut janji Wei Yi yang katanya mau membantunya mengajarinya tentang catatan-catatannya.
"Kapan aku janji begitu?" Sangkal Wei Yi.
"Kau sudah janji sebelumnya. Masa lupa?"
Jian Shi tidak suka dengan hebohnya Zhou Lei dan langsung menegurnya. Saat itulah Zhou Lei baru menyadari kehadiran Jian Shi dan mendadak curiga, ngapain mereka berdua ada di sini?
Wei Yi dengan cepat menyangkal kecurigaan Zhou Lei, Jian Shi tidak memberinya tips apapun, mereka cuma kebetulan bertemu di sini.
"Baiklah. Aku percaya padamu. Lagian aku yakin kalau Senior Lu tidak akan melakukan hal semacam itu." (Pfft! Seandainya kamu tahu kalau kecurigaanmu kali ini benar, Zhou Lei)
Wei Yi akhirnya sibuk mengajari Zhou Lei dan Jian Shi yang merasa diacuhkan akhirnya memutuskan untuk pergi. Zhou Lei benar-benar kagum dengan kehebatan Wei Yi dan spontan memuji Wei Yi dengan suara keras sampai membuat semua orang di perpus berpaling menatapnya.
Tapi Wei Yi dengan cepat mengakhiri tutoring-nya soalnya sudah saatnya menjemput Mo Mo sekarang. Zhou Lei kontan protes, dia kan masih punya banyak pertanyaan. Nggak usah jemput Mo Mo lah, emangnya dia nggak punya kaki apa? Jelas saja pertanyaannya itu langsung mendapat pelototan tajam dari Wei Yi.
Tapi tepat saat itu juga, Mo Mo menelepon dan memberitahu kalau dia bakalan sibuk seharian, dia harus mengawasi jalannya pemotretan iklan jus jeruk, jadi Wei Yi tidak usah menjemputnya.
Wei Yi agak kecewa sebenarnya, tapi baiklah, hubungi dia kalau Mo Mo sudah selesai, biar dia jemput nanti. Zhou Lei senang, sekarang Wei Yi bisa mengajarinya lagi.
Saat Mo Mo hendak masuk studio, tiba-tiba saja dia dihadang seorang gadis penggemarnya Zhi Cun yang meminta bantuannya untuk merekam suara errangan Zhi Cun. Hah?! Gadis itu menjelaskan kalau dia mau rekaman suaranya Zhi Cun buat dijadikan ringtone.
Mo Mo jelas nggak mau dan berusaha menolak dengan sopan. Tapi gadis itu tidak mau tahu dan langsung saja menyelipkan alat perekamnya ke tangan Mo Mo lalu kabur.
Saat hendak masuk ruang gantinya Zhi Cun, tak sengaja dia bertabrakan dengan seorang artis bernama Zhao Xue Yu yang angkuh banget. Mo Mo padahal sudah minta maaf, tapi dia masih saja ngamuk-ngamuk.
Zhi Cun sendiri sedang asyik nge-game di dalam. Dia sengaja memanggil Mo Mo kemari soalnya cuma Mo Mo satu-satunya orang yang dia kenal di sini.
__ADS_1
Dia memperingatkan Mo Mo kalau Xue Yu benar-benar sombong dan suka main perintah. Zhi Cun kan sudah bilang kalau Xue Yu tidak menyukai Mo Mo dan Xue Yu bahkan sengaja mempermainkan Mo Mo selama setidaknya satu setengah jam mereka di sini. Mo Mo tahu itu, dia sedang berusaha keras untuk bersabar menghadapinya.
"Kenapa kau pakai hape model lama?" Tanya Zhi Cun saat melihat alat perekam yang dibawa Mo Mo.
"Penggemarmu yang memberikannya padaku. dia mau rekaman suarmu buat ringtone."
"Itu gampang. Sini kubantu kau."
"Kau mungkin juga akan menolaknya."
"Aku takut kau akan meninggalkan pekerjaanmu dan bersikap seperti bos."
"Aku tidak sepertimu."
Tiba-tiba Xue Yu kembali, terpaksa mereka berhenti ngobrol dan Zhi Cun berbaik hati mengambil alat perekam itu untuk membantu Mo Mo.
Usai pemotretan tahap pertama, Xue Yu dengan sengaja mempermainkan Mo Mo dengan menyuruhnya mengambilkannya minuman ini dan itu lalu menolak semuanya dengan berbagai alasan, entah terlalu panas atau terlalu dingin. Bahkan Zhi Cun pun tak senang melihat tingkahnya.
Mo Mo lama-lama tidak tahan lagi dan langsung meminta Xue Yu untuk menyerahkan tugas ini ke asistennya saja. Asistennya kan yang paling tahu tentang dia.
"Dia sibuk." (sibuk mainan hape)
"Sepertinya dia tidak sibuk."
"Jaga sopan santunmu, apa kau tahu siapa aku?"
"Tentu saja aku tahu, aku sudah mengecek di Baidu semalam."
"Eh, Si Tu. Apa kau mengecek aku juga?" Sela Zhi Cun.
"Tentu saja. Berita tentang dirimu lebih banyak 2 halaman daripada dia."
Pfft! Zhi Cun geli mendengarnya. Xue Yu hampir saja mau nyolot lagi, tapi Mo Mo dengan cepat beralasan mau membelikan minuman lain buat Xue Yu lalu pergi.
Xue Yu sinis, Mo Mo itu pasti ingin berhenti dari pekerjaannya ini. Tapi Zhi Cun mengingatkan Xue Yu bahwa bisa saja besok muncul berita yang mengatakan Xue Yu sombong dan membuli kru.
Tuh, di balik tembok sana ada kamera paparazzi. Sekarang ini Xue Yu sedang bekerja bersama dengan seorang pop star, jadi dia harus berhati-hati dikuntit oleh paparazzi 24 jam.
Xue Yu tak gentar dan balas mengancam akan membeberkan skandalnya Zhi Cun sendiri. Zhi Cun tak takut, memangnya dia punya foto-foto buat dijadikan bukti.
"Lihat saja nanti!" Kesal Xue Yu lalu pergi.
Mo Mo terburu-buru kembali tak lama kemudian dengan membawakan satu kantong plastik penuh minuman. Dia sudah panik saja takut dipecat, tapi Zhi Cun dengan cepat menghentikannya dan meyakinkan kalau dia sudah menangani masalah Xue Yu. Syukurlah, Mo Mo lega.
Shan Shan benar-benar mentraktir Fu Pei makan sebagai hadiah dia lulus tes CET4. Tapi tiba-tiba Fu Pei ditelepon ayahnya yang mengabarkan kalau dia mau mampir ke tempatnya Fu Pei karena Ayah ada bisnis di situ.
Dan lagi-lagi, Ayah masih saja bersikeras mau menjodohkan Fu Pei dengan seorang gadis pilihannya yang berasal dari keluarga berada. Fu Pei jelas menolak, dia sudah punya pacar. Ayah langsung nyinyir menghina pacarnya Fu Pei.
Kesal, Fu Pei tiba-tiba saja menyatakan akan menuruti keinginan Ayah untuk kencan buta dengan gadis itu. Tapi sebaiknya Ayah jangan menyesal nantinya.
Pemotretan iklan itu akhirnya selesai. tapi Xue Yu tiba-tiba mengumumkan kalau dia mau mentraktir makan semua orang... termasuk Mo Mo. Dia bahkan mengklaim kalau dia mengundang Mo Mo sebagai permintaan maafnya pada Mo Mo. (Hmm, kok kayaknya mencurigakan)
Mo Mo berusaha menolak karena pacarnya mau menjemput, tapi Xue Yu bersikeras memaksanya ikut sehingga Mo Mo tidak bisa menolaknya.
Dia akhirnya menelepon Wei Yi untuk memberitahukan masalah ini. Jadi begini saja, Wei Yi jemput dia di restoran setelah satu jam, nanti dia kirim alamatnya.
Di restoran, Xue Yu tampak bersikap ramah pada Mo Mo. Tapi jelas dia sebenarnya tidak sebaik itu. Dia malah sengaja mengajak Mo Mo minum terus menerus sampai Mo Mo mabuk.
Zhi Cun tampaknya tahu betul niatan Xue Yu, tapi dia tidak bisa berbuat apapun untuk menyelamatkan Mo Mo gara-gara ada kamera paparazzi yang sedang mengintainya.
Dan begitu Mo Mo sudah mabuk, Xue Yu dengan sengaja menyuruh Zhi Cun untuk mengantarkan Mo Mo pulang. Xue Yu tidak tahan lagi melihat Mo Mo seperti itu dan langsung saja beranjak bangkit untuk membantu Mo Mo tanpa mempedulikan kamera paparazzi ataupun managernya.
Tapi Wei Yi mendadak muncul saat itu dan langsung memperkenalkan dirinya adalah pacarnya Mo Mo lalu membopong Mo Mo. Zhi Cun tak percaya begitu saja dan menuntut Wei Yi untuk membuktikan dirinya.
"Si Tu Mo, siapa papanya Lingkaran?"
"Kau!"
"Siapa mamanya Lingkaran?"
"Aku!"
Puas membuktikan dirinya yang membuat semua orang speechless, Wei Yi akhirnya pergi membawa Mo Mo. Xue Yu kayaknya gondok banget, rencananya gagal. Semua orang langsung kasak-kusuk menggosipkan mereka, mengira mereka sudah punya anak bernama Lingkaran di usia semuda itu.
Di tengah jalan, Mo Mo tiba-tiba mual-mual sehingga Wei Yi terpaksa menurunkannya. Tapi kemudian dia nyerocos tidak bisa muntah dan minta dipanggilkan Lingkaran.
Wei Yi langsung menawarkan punggungnya untuk menggendong Mo Mo. Tapi saat Mo Mo naik ke punggungnya, tiba-tiba saja Mo Mo meniup-niup telinga Wei Yi yang kontan saja membuat Wei Yi goyah.
__ADS_1