
Seluruh penduduk desa ireng yang gempar dengan ditemukannya mayat Baris dan Ayahnya membuat penjagaan didesa itu diperketat oleh pihak keamanan setempat. Desa ireng ditutup untuk sementara waktu selama satu minggu.
Untuk sementara waktu tidak dibolehkan penduduk ataupun pendatang keluar maupun masuk kedalam desa. Bagi pendatang atau pelancong yang ingin memasuki desa ditahan di luar gerbang oleh pihak keamanan.
Saat ini banyak pelancong dari penjuru kerajaan maupun luar kerajaan yang ingin melewati desa ireng yang berada di luar gerbang mendirikan kemah sampai investigasi kematian Baris selesai.
Penduduk yang ingin meninnggalkan desa ireng tidak bisa, bagi pemduduk yang kedapatan meninggalkan desa akan dianggap sebagai tersangka pembunuhan dan akan diselidiki.
" Sampai berapa lama kalian akan menutup gerbang ini " kata salah satu pendatang yang ingin melewati desa ini
" Sampai tersangka pembunuhan itu terungkap " kata penjaga
" Kalau begitu kita akan berkemah di sekitaran pintu masuk tidak masalahkan " kata pelancong itu kepada penjaga
" Tidak ada masalah kalian berkemah disini, setidaknya kami bisa menjaga dan memantau kalian semua " kata penjaga
Keesokkan harinya usut dengan usut yang telah di lakukan oleh para unit investigasi. Ketua Investigasi desa Ireng sudah memutuskan dan mengetahui dalang dari pembunuhan ini. Jadi orang-orang Unit pemerinkasaan menjelaskan kepada kepala desa dan keluarga Baris dengan secara rinci dengan barang bukti yang mereka temukan diarea sekitar mayat.
__ADS_1
Pembunuhan itu dilakukan didalam rumahnya Almeer tepat yang pastinya di ruangan kamar ibunya. Didalam kamar terdapat patahan dari meja dan kerusakkan dari dinding papan.
" Tidak menyangka ya orang yang selalu diam dan tidak melawan selama ini dan menyudut ke pinggir desa mampu membunuh orang kaya didesa kita " kata salah satu warga
" Iya betul, kita juga tidak menyangka ibunya Almeer di bunuh oleh mereka berdua "
" Kita juga mengetahui kalau Lilis itu selalu sakit-sakitan " ungkap warga desa yang berada di rumah kepala desa
Setelah kami selidiki bertanya juga dengan penduduk setempat, bahwasannya kejadian itu bermula Almeer yang dari dulu selalu dirundung sama Baris. Saat kami memeriksa rumah Almeer dan sekitar rumahnya, ternyata terdapat makam ibunya.
" Tidak mungkin manusia lemah yang tidak punya basis kultivasi membunuh suami dan anakku " ujar ibu Baris
" Hasil yang kami selidiki begitu kejadiannya" ujar penyelidik
Kepala desa dan Ketua penyelidik sudah menginvestigasi tempat itu lalu menjelaskan kekeluarga korban. Semua penduduk desa tidak menyangka bahwa Almeer yang biasa dirundung sama mereka membalaskan dendam rasa sakit yang dia alami
" Itulah akibat terlalu sombong dan menindas orang yang lemah " ucap tokoh pemuka desa tersebut
__ADS_1
Salah satu pihak keluarga mendatangi rumah kepala desa dan memberi tau kalau Seraz dan Anaknya sudah tidak berada di desa itu lagi dalam dua hari belakangan. Mereka kabur setelah mendengar kejadian ditemukannya mayat Baris. Mereka tau Seraz dan Anka adalah orang yang selalu dekat dan membantu keluarga Almeer dari kesusahan. Makanya mereka menyelidiki keluarga Pandai Besi desa ini supaya dapat info keberadaan Almeer.
" Dasar bajingan, Pandai Besi itu juga terlibat " ucap Kakek Baris kesal sambil mengutuk seraz
" Uuhuk-uhuk... sial aku tersedak saat minum " ucap Seraz kesal
" Mungkin ada yang mengutukmu Ayah hahaha " ucap Anka kepada ayahnya
Jauh kearah timur Seraz dan Anka memasuki kota Ame untuk beristirahat di salah satu rumah makan dan langsung menginap di tempat itu juga sudah disediakan kamar bagi pendatang untuk singgah.
" Aku tidak menyangkka Anak dan cucu ku meninggal di bunuh sama manusia lemah yang biasa disiksa oleh mereka dari dulu " ucap kakek Baris
" Kita harus mencari keberadaan bajingan itu Ayah mertua. kita akan meminta bantu sama Canan " ucap ibu Baris
Baris memiliki seorang kakak laki-laki bernama Canan berumur 18 Tahun, sekarang kakak laki-laki Baris berada di Akademi Ares. Canan ini seorang kultivator peringkat Pemula tahap puncak termasuk pemuda berbakat di desa Ireng seangkatannya. Dia salah satu seniornya Almeer di Akademi Ares yang lagi menjalankan misi di Gunung Merah. Keluarga Baris tidak mengetahui kalau Almeer juga sudah memasuki Akademi Ares tiga hari yang lalu.
Setelah pelaku pembunuhan di temukan, desa Ireng sudah mulai stabil dan kembali beraktivitas seperti biasanya. Para pendatang yang ingin masuk dan keluar dari desa Ireng tidak perlu di periksa lagi karena investigasi mereka telah selesai.
__ADS_1