Putra Penguasa

Putra Penguasa
Menyusup Kedalam Markas


__ADS_3

Persiapan kami sudah selesai saatnya mulai menyerang markas mereka. Untuk sampai ke markas mereka aku dan Rahmi harus berjalan kaki menelusuri padang pasir di malam hari. Di saat malam padang pasir suhunya turun membuat oksigen berkurang jadi untuk meracuni mereka salah satu hal yang menguntungkan. Soalnya di saat mereka teracuni susah bernafas jadi bisa membuat mereka pingsan.


Di sini aku membagi jarum racunnya kepada rahmi sebanyak 50 batang. Rahmi mencari tempat perempuan yang di tahan sama bandit, sedangkan aku mencari lokasi ketua nya.


Sebelum memasuki markas aku mendiskusikan sama rahmi jika bisa membawa korban tanpa ketahuan itu rencana pertama kita, akan tetapi jika kita tidak bisa membawa mereka dan harus berperang kita akan bertarung sampai mati. Jadi sebelum itu terjadi kita harus mengantisipasi bandit-bandit yang mengawal di luar, kita bunuh satu persatu dan menyamar jadi bandit.


" Rahmi, aku akan menghadapi ketua geng ini " kata Almeer kepada Rahmi


" Apa kamu gila, dia jauh lebih kuat dari kita berdua "


" Kamu mau ngantar nyawa mu dengan percuma " kata Rahmi sambil memukul kepala Almeer


" Aku tidak mau mati sebelum janji ku tercapai, hanya saja aku tidak suka melihat tindakan yang semacam ini. Aku akan berjuang semampuku dan aku tidak lama lagi akan menerobos ke tahap Permulaan " kata Almeer


" Eeh baru saja kamu menerobos dua kali hari ini kamu mau menerobos lagi. Kamu gila ya mau menghancurkan dantianmu " kata Rahmi


" Tidak Rahmi, dantianku berbeda dengan orang lain. Kamu akan melihatnya besok saat aku menghada[i ketua gengnya " kata Almeer kepada Rahmi yang sambil bergerak menuju padang pasir


Padang pasir malam ini dingin banyak binatang-binatang gurun yang berkeliaran, kami hanya melewatinya saja karena akan menguras tenaga jika menyerang mereka.


Setelah sampai di gerbang markas menghindari menara pantau supaya tidak ketahuan penjaga.


" Kita berpisah disini, kamu jangan mati " kata Rahmi


" Aku tidak akan mati jika rezeki ku masih ada, jika rezeki ku sudah habis baru aku akan mati " kata Almeer


" Semoga saja " kata Rahmi sambil memanjat pagar


Almeer menyerang penjaga-penjaga yang lagi berjaga-jaga di atas menara dengan jarum racunnya. Setelah setengah jam Almeer membersihkan 20 orang penjaga yang dia temui. Penjaga yang dia racuni langsung dibunuh dan mayatnya dia sembunyikan.


Mereka sudah mulai menyamar menjadi bandit setelah membunuh penjaga yang berjaga malam ini. Markas mereka lumayan besar, kemungkinan setengahnya coloseum yang ada di Akademi yang memudahkan kami membunuh dalam bayangan.


" Haaiihh sungguh banyak penjagaan, walaupun banyak mereka tidak terlalu ketat mungkin karena jauh dari kerajaan "

__ADS_1


" Tapi untung saja kami berdua sudah belajar menyembunyikan aura sejak masuk akademi " kata Almeer sambil mengumpulkan cincin penyimpanan bandit itu


Di dalam rumah yang paling besar di markas itu banyak ketua geng mereka lagi mabuk bersama para eksekutifnya.


" Eeh ada tikus yang masuk kedalam markas " kata Eser sambil minum


Eser adalah ketua dari geng Pasir Panas yang merupakan orang terkuat di geng ini. Tingkat kultivasinya penempaan tulang tingkat ke tiga. Dia bisa merasakan aura Rahmi walaupun tipis bisa dia rasakan dari jauh.


Eser tidak menyadari yang memasuki markas mereka ada dua orang hanya saja penyembunyian auranya Almeer memang susah kali untuk di rasakan oleh tingkat penempaan.


" Erdem pergi kamu tangkap tikus yang berkeliarang di markas " kata Eser


" Baik ketua " kata Erdem sambil keluar


Rahmi sudah berkeliling mencari korban yang ditahan para bandit-bandit ini masih belum menemukannya. Saat ini Rahmi sudah membunuh 10 orang penjaga yang dia temukan diam-diam.


" Ahh dari tadi mencari tempatnya rupanya berada disini " kata Rahmi saat berada di atap rumah


" Tikusnya seorang wanita tingkat delapan yang sama denganku " kata Erdem sambil menyerang Rahmi


" Apa yang kamu lakukan di markas kami ? "


" Mau membebaskan mereka ? " kata Erdem bertanya sama Rahmi


" Itu bukan urusanmu " kata Rahmi sambil menyerang Erdem


" Hooh wanita ini sungguh liar, aku menyukainya hahaha "


" Kalian serang dan tangkap dia " kata Erdem


" Baik " kata banditnya


" Hmm slash..slashh.. " Rahmi menyerang kelima bandit itu dengan jarum yang Almeer kasih

__ADS_1


" Sial dia menggunakan racun, berarti wanita ini datang kesini sudah mempersiapkan nya dengan matang-matang " kata Erdem


Di sisi lain Almeer sudah membunuh 50 puluh penjaga dengan pertarungan yang tidak terlalu sengit. Sekarang bandit yang terbunuh sebanyak 85 orang yang tersisa 15 orang lagi di dalam markas.


" Ini dia ruangan bos nya, aku harus hati-hati " kata Almeer sambil masuk


" Eeh penyusup " kata penjaga


" Slash.. aakk.. " suara banditnya mati tertusuk


" Aduh bikin jantungan saja, padahal aku masih muda " kata Almeer sambil ketawa


Saat Almeer masuk kedalam rumah itu sudah 5 orang yang sudah dia bunuh, ketua bandit belum menmyadari apa yang terjadi dia lagi asik dengan minumannya.


" Eeh pintunya besar juga, mungkin ini ruangan Bos nya " kata Almeer membuka pintu


" Hahaha Erhem kamu sudah berhasil menangkapnya " kata Eser


" Wah banyak orangnya, sekarang tinggal satu, dua, tiga..hmm sembilan orang lagi " kata Almeer


" Kamu siapa aku tidak merasakan auramu saat masuk kedalam markas, aura yang kurasakan masih berada di ruangan penjara " kata Eser kepada Almeer


" Eeeh berarti Rahmi sedang berhadapan dengan bandit yang lain " kata Almeer


Dalam suangan itu jadi hening ketika Almeer masuk para bandit yang melihatnya bersiap-siap untuk menyerang Almeer.


" Kalian bunuh dia, jangan biarkan dia hidup " kata Eser


" Baik ketua "


" Heak..serang dia " kata bandit yang mulai menyerang


Dengan cepat Almeer melempar jarumnya satu persatu kepada bandit yang menyerangnya. Dengan cepat juga dia membunuh yang sudah jatuh. Karena racun ini hanya bertahan setengah jam saja.

__ADS_1


" Sial dia membunuh semua anak buahku dengan racun " kata Eser sambil berdiri


Almeer mengangkat pedangnya sambil mengarahkan ke Eser dengan senyuman akan kemenangan. Dia tidak takut dengan jarak kultivasi yang jauh, pertarungan antara Almeer dan Eser di dalam ruangan Bos dan pertarungan Rahmi di depan penjara melawan Erhem akan dimulai.


__ADS_2