Putra Penguasa

Putra Penguasa
Pelatihan Mandiri


__ADS_3

Keesokan harinya mereka berkumpul di sebuah kelas yang sudah di instruksi melalui transmisi suara oleh mentor.


Untuk kelas dua ini yang melatih kami adalah seorang mentor, jadi dari lima belas orang ini akan di bagi siapa saja mentornya nanti.


" Sigh...aku jadi penasaran siapa kah mentor yang akan memilih aku nantinya " kata Almeer sambil mengobrol dengan Rahmi dan Nadia


" Kita lihat aja nanti, kita kan di suruh menunggu di ruangan ini " kata Nadia yang fokus membaca buku


Berselang beberapa menit mereka menunggu peserta yang lulus belum berkumpul semuanya di ruangan itu. Alasannya mereka sudah di pilih duluan sama mentornya.


Saat itu kami pada sibuk membicarakan siapa aja mentor yang masuk kedalam ruangan. juga seorang mentor memasuki ruangan itu.


" Murid yang bernama Rahmi Zyan, Ilma Zeem dan Anadia ikuti saya sekarang " kata mentor Asmi meninggalkan ruangan


" Mentor kami sudah datang, semoga kamu beruntung Almeer " kata Nadia


Almeer melambaikan tangannya bukti menghargai atas tanggapannya.


Kemudian berselang tak lama perginya Nadia dan Rahmi, datang juga mentor yang lain.


" Permisi. nama ku Afif Makarim aku akan menjadi mentor dari Yadid Anas, Caira Aslan dan Salik "


" Sekarang kalian bertiga ikuti aku " kata mentor Afif Makarim membawa mereka bertiga pergi


Semua murid sudah mendapatkan mentornya, Almeer sampai sore belum ada satu pun mentor yang melirik dia satupun.


" Semua orang sudah mendapatkan mentornya kok cuma aku yang belum ada mentor "

__ADS_1


" Sampai kapan aku harus menunggu nya "


" Semoga saja dia mentor paling kuat " kata Almeer di dalam ruangan itu


Sampai malam dia menunggu mentor tidak kunjung juga datang. Melihat mentornya enggak datang Almeer pulang ke asramanya.


Selanjutnya dalam kurun waktu tiga hari dia menunggu dalam ruangan itu tidak kunjung juga si mentor datang.


Tiba - tiba saat Almeer mau pergi berlatih sesosok master datang menghampiri ruangan itu.


" Mohon maaf aku terlambat karena ada pekerjaan yang harus aku selesaikan dan tidak bisa di tinggalkan " kata berbicara tanpa melihat kearah tempat duduk


" Keuk " tersedak Almeer melihat bajunya yang lusuh


" Eeeehhhh yang lain pada tidak ada " kata si mentor terkejut


" Baiklah, kalau begitu kamu ikuti aku " kata si mentor sambil meninggal kan ruangannya


Mereka berdua menuju ke salah satu genung penempaan senjata milik Akademi Ares, Almeer yang melihat itu jadi penasaran dengan siapa orang yang dia ikuti.


Saat di dalam ruangan kerja si mentor itu tanpa basa basi kepada Almeer.


" Kamu duduk di situ " kata si mentor kepada Almeer


Si Almeer pun duduk di ruangan kerja si mentornya itu yang sudah ada tempat istirahat pengunjung.


" Aku akan langsung keintinya saja, nama ku Aly Ziyad sebagai mentor kamu "

__ADS_1


" Aku memilih kamu karena tenaga dan pondasi tubuhmu cocok jadi seorang penempa " kata Aly mentornya Almeer


Saat itu juga Almeer teringat dengan ayahnya Anka yang juga seorang penempa senjata.


" Baik mentor ! " kata Almeer


" Kamu jangan memanggil aku mentor, aku akan menjadikanmu murid ku mulai sekarang " kata Aly sambil mengeluarkan buku teknik penempaan


Buku penempaan yang dia keluarkan untuk Almeer adalah buku dasar-dasar menempa dan teknik menempa yang dia kuasai selama ini.


" Ini teknik menempa dan ini palu tempaannya, jadi mulai sekarang kamu belajar sendiri "


" Kalian di beri waktu dua tahun untuk belajar sendiri di luar sana, jadi saat kamu menjelajahi dunia luar aku akan memberimu tugas mencari material untuk menempa " kata Aly kepada Almeer


Almeer mendengar itu jadi bersemangat, peserta yang naik tingkat akan di lepaskan kedunia luar untuk berlatih kemanapun mereka mau. Akan tetapi dalam dua tahun ini mereka harus pulang untuk berlatih dengan mentor masing-masing memperdalam teknik seni beladirinya.


" Terima kasih guru, aku tidak akan mengecewakanmu "


" Saat kita berjumpa nanti kamu akan terkejut dengan kemampuanku nanti " kata Almeer sambil memberi hormat kepada gurunya


Sebelum berangkat masih ada waktu seminggu untuk Almeer berlatih memegang palu tempaannya di ruangan kerja Aly.


Semua dasarnya sudah dia pahami dan dia ingat keseluruhan, Aly yang melihat kecepatan Almeer jadi terkejut.


" Anak ini sungguh gigih tidak salah aku memilihnya " kata Aly yang kagum


Sebelumnya Nadia sudah mengatakan kepada Almeer untuk berkumpul dulu di tamannya Akademi, karena mereka akan melakukan pelatihan mandiri. Jadi sebelum berpencar mereka saling pamitan dulu di taman itu.

__ADS_1


__ADS_2