Putra Penguasa

Putra Penguasa
Di Obati Para Korban


__ADS_3

Para korban yang di tahan di penjara bandit itu sudah meninggalkan markas bandit sejauh 100 meter, akan tetapi karena efek serangan Almeer yang membuat sebagian markasnya hancur terdapat ledakan yang besar. Para korban yang melihat itu ada beberapa orang kultivator ranah pemula tingkat lima kembali putar balik ke markas melihat situasi yang membuat hancurnya sebagian markas. Mereka penasaran akan ledakan itu dan berharap yang kalah itu si bandit.


" Mari kita kembali kemarkas, aku yakin wanita itu pasti terluka " kata wanita yang lebih kuat diantara mereka


" Iya kita lihat aja, mana tau mereka mengalahkan dan dapat membunuh bandit itu " kata mahsa kepada yang lainnya


" Ayo kita lihat kembali " kata mereka sambil kembali kemarkas


Mereka mulai menelusuri markas itu mencari keberadaan wanita yang sudah membantu mereka, dipuing-puing rumah yang berlobang itu mereka hampiri melihat situasi dengan hati-hati takutnya bandit itu masih hidup.


" Itu kakak yang sudah membantu kita kabur, dia tergeletak di pinggi situ " kata mahsa sambil menunjuk


" Iya ayo kita obati dia, yang lain tolong cari obat dan air minum untuk wanita itu " kata diana sambil membersihkan luka yang ada di tubuh Rahmi


Korban yang paling tua dari mereka bernama Diana salah seorang penduduk di daerah yang tidak jauh dari gurun ini. Dia di culik karena memiliki paras yang cantik dan body yang bagus juga.


" Aaahhh... " suara teriakkan dari salah satu wanita


" Kamu kenap, apakah bandit itu masih hidup " kata diana terkejut sambil memegang pedangnya Rahmi


" Ketua dari bandit itu sudah mati dan badannya berlobang sangat besar " kata salah seorang korban itu


" Syukurlah kalau dia sudah mati, kita bisa tenang sekarang " kata diana

__ADS_1


" Kakak, sepertinya bandit itu mati dibuat oleh lelaki yang tergeletak disana ? " kata Masha kepada Diana


" Mari bantu mengangkatnya dan diobati juga. Mungkin dia teman dari wanita itu " kata diana


Mereka mengobati Almeer dan Rahmi yang terluka cukup parah, setelah setengah jam luka yang terbuka sudah di jahit dan diobati sama diana dan mahsa.


" Apakah beneran mereka yang mengalahkan bandit ini " kata Diana berbicara didepan semua orang


" Betul kak, toh tingkat kultivasi mereka tidak tinggi "


" Bagaimana pula bisa mereka bisa menyapu bersih anggota bawahan dari bandit ini " kata Mahsa heran


Mereka terkejut markas yang besar dengan anggota yang banyak bisa dihancurkan hanya dengan dua orang saja dan bahkan tingkat kultivasi mereka serasa dibodohi saja bisa menang.


" Anda sudah bangun, anda jangan bergerak dulu soalnya luka nya baru selesai diobati " kata Diana sambil membantu Rahmi duduk


" Kalian adalah korban yang aku bebaskan tadi dipenjara, kenapa kalian tidak pulang kerumah kalian " kata Rahmi


" Kami penasaran dengan ledakan yang besar tadi " kata Mahsa


" Ledakan ? Eehh..Almeer " sambil bergerak berdiri


" Ketua banditnya dimana ? " tanya Rahmi kepada Diana

__ADS_1


" Ketua banditnya sudah mati " sambil menunjuk kearah mayatnya


" Anda tidak perlu khawatir, kalau teman anda dia pingsan dan sudah kami obati " menunjuk kearah samping kirinya


" Syukurlah dia masih selamat " kata Rahmi mengambil nafas lega


" Hanya saja teman anda terluka berat, dari tadi belum juga sadar padahal sudah kami obati " kata Diana


Rahmi mendengar itu risau karena beberapa bulan kedepan mereka akan mengadakan ujian untuk tingkat kultivator.


" Kakak, nama kakak siapa ? terima kasih sudah menyelamatkan Mahsa " kata Mahsa mendekati Rahmi


" Namaku Rahmi Zyan murid Akademi Ares, kami kesini karena mengambil misi untuk menyelamatkan Mahsa Arzo " kata Rahmi


" Eehh Mahsa Arzo itu nama saya kak " kata mahsa


" Jadi itu nama kamu, syukurlah kamu selamat jadi misi kami selesai " kata Rahmi bahagia


" Terima Kasih ya kamu sudah menyelamatkan aku, perkenalkan nama ku Diana " dia sambil meminta salaman kepada Rahmi


" Iya sama-sama, namaku Rahmi zyan dan yang disana Almeer temanku diakademi " kata Rahmi


Setelah berkenalan, mereka mulai mencari makanan yang tersisa dimarkas itu untuk mereka makan sampai menunggu Almeer sadarkan diri. Korban yang mereka selamatkan mengucapkan banayk terima kasihmkepada Rahmi.

__ADS_1


__ADS_2