
Markas geng pasir panas hanya tersisa empat orang saja. Dari empat orang itu dua dari Akademi ares dan dua orang lagi yaitu para bandit gurun.
Saat ini Almeer menghadapi ketua bandit di dalam markas atau ruangan Bos bandit pasir panas. Dia yakin akan kekuatannya bisa menang menghadapi ketua bandit ini.
" Hehh bandit malam ini waktu terakhir hidupmu bisa merasakan nikmatnya minum " kata Almeer
" Bocah, percaya dirimu terlalu tinggi sekali " kata ketua bandit itu sambil mengeluarkan bedang andalannya yaitu pedang berat
" Waduh pedangnya besar juga lebih blebar dari pahaku sendiri " kata Almeer terkejut
Pedang berat yang dimiliki ketua bandit itu merupakan pedang besar yang sepuluh kali lipat besarnya dari pedang biasa pada umumnya. Pedang berat di pakai bagi pendekar pedang yang memiliki bobot badan yang besar dan mampu menggunakannya tanpa banyak menguras tenaga.
" Bocah, malam ini malam terakhir kamu hidup tidak akan melihat matahari kamu besok pagi " kata ketua geng melompat menghampiri Almeer
Dengan sangat cepat ketua bandit sudah mendekati Almeer, saat itu juga Almeer menangkis serangannya dengan pedang yang dia miliki.
" Shing.." suara benturan pedang
" ( Dia sungguh cepat padahal tubuh dia besar dan kekar tapi pergerakannya seperti kilat ) " kata Almeer dalam hati
" Hahaha kamu berkemampuan juga bocah sampai bisa menahan teknikku ini "
" Hanya segelintir orang yang bisa menahan serangan pedangku ini " kata ketua bandit
" ( Eeh memang aku bisa menahannya tapi pedangku di rugikan sampai mau patah begini jadinya )" kata Almeer dalam hatinya
Saat sudah berdempetan Almeer menerjang ketua bandit sambil melompat mundur mencari sisi lemahnya.
" ( Dia tidak memiliki kelemahan sedikitpun apa yang harus aku lakukan ) " kata Almeer dalam hatinya
__ADS_1
" Kamu sungguh berani menyerang tempatku padahal kamu masih baru bergabung dengan Akademi " kata ketua bandit
" Dari mana kamu tau kalau aku murid baru " kata Almeer heran
" Itu token yang ada di pinggangmu adalah token murid baru, sudah banyak murid akademi mencoba mebunuhku tapi malah dia yang terbunuh " kata ketua bandit
" ( Ternyata sudah ada yang mengambil misi untuk membunuh bandit ini tapi tidak pernah berhasil )" kata Almeer dalam hatinya
" Bersiaplah bocah aku akan menyerangmu " kata bandit itu sambil melompat menyerang Almeer
Disaat itu juga Almeer menghindar sambil melempar jarum-jarum racun itu tapi masih bisa dihadang dengan pedangnya.
" Eeehh kamu mau menggunakan racun terhadapku, aku bukan seperti anak buah bodoh yang kamu racuni " kata bandit itu kepada Almeer
Didekat penjara Rahmi berhadapan dengan Erdem salah satu petinggi dari bandit itu, walaupun Rahmi kesusahan melawan Erdem akan tetapi jarum racun yang ada sama dia masih banyak. Ada keuntungan di pihak Rahmi jika dia menusuk Erdem dengan tepat.
" ****** sialan kamu mengganggu waktu bahagiaku " kata Erdem sama Rahmi
" Kamu hanya sendiri ****** sialang bagaimana kamu akan menghadapi kami " kata Erdem
" Kamu tidak sadar dari tadi tidak ada penjaga yang mendekati kita dan kamu pikir aku datang sendirian " ujar Rahmi sambil mengeluarkan jarum-jarumnya
" Sial dasar brengsek aku telah tertipu " kata Erdem
" Seharusnya temanku yang satu lagi sudah sampai diruang Bos " kata Rahmi sambil tersenyum
Mendengar ucapan Rahmi bandit itu jadi tidak fokus teringat ketuanya lagi mabuk di dalam. Saat itu juga Rahmi melancarkan serangan terhadap Erdem menggunakan jaru dan membuat pada kirinya terluka.
" Aackk,, paha ku. Sial karena ucapan dia aku jadi tidak konsen dan situasi disini juga lumayan gelap aku jadi sulit melihat jarum kecil itu " kata Erdem
__ADS_1
" Sekarang waktunya aku menyerangmu dasar bandit biadab " kata Rahmi sambil menyerang bandit itu
" Shing..shlas..thing..takkk..." suara pertarungan yang mereka lancarkan menggunakan pedang
" Sial, padahal dia sudah teracuni tapi masih bisa bertahan " kata Rahmi
" Pedang melingkar ( Jurus pedang dari Erdem ) " kata Erdem menyerang Rahmi kembali
Dengan agak kesal Rahmi masih menyerang dengan jarum terhadap lengannya Erdem. Walaupun kaki kiri dan lengannya sudah mati rasa Erdem masih bisa bertahan dengan serangan Rahmi malahan masih bisa menyerang Rahmi sampai tangannya terluka terkena serangannya itu.
" Eeh tidak semudah ini melawan orang ini " kata Rahmi kesal
Jarum racun sudah banyak menempel ditubuh Erdem, saat itu juga dia sudah mulai tidak bisa bergerak karena efek racunnya sudah mulai bekerja. Saraf-sarafnya sudah mulai mati dan membuat dia jatuh tersunggur, dengan jatuhnya Erdem Rahmi mendekati dia.
" Ini memang udah saatnya kamu mati " kata Rahmi sambil menempelkan pedangnya ke leher Erdem
" Aku tidak ingin mati, maafkan aku nona ampuni aku " kata Erdem sambil menangis memohon
" Tidak ada ampun bagimu bandit, Slash.. " kata Rahmi sambil memotong sehernya
Setelah selesai membunuh Erdem di luar penjara, Rahmi masuk kedalam penjara dan membebaskan para tahanan.
" Sungguh biada sangat banyak wanita yang dia tahan, banyak yang tidak berbusana sedikitpun " kata Rahmi melihat tahanan
" Tolong saya..tolong saya...tolong saya " kata wanita-wanita yang di tahan didalam penjara
" Aku akan membebaskan kalian, bagi yang tidak ada baju kalian cari baju dari mayat-mayat bandit yang tergeletak di tanah. Tapi kalian hati-hati jangan sampai terkena jarum racun yang ada di tubuh bandit itu "
" Setelah itu kalian kabur dari sini " kata Rahmi menjelaskan situasi saat ini
__ADS_1
" Baik.. terima kasih penyelamat " kata para korban
Setelah menyelamatkan mereka Rahmi mulai bergegas keruangan Bos untuk membantu Almeer menghadapi ketua bandit itu.